Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kisah-kisah Israiliyat? | rumahfiqih.com

Kisah-kisah Israiliyat?

Fri 5 May 2006 04:45 | Umum | 11.028 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Saya pernah mendengar penafsiran kisah dari ayat Al-Qur'an bahwa Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah melanggar perintah untuk mendekati pohon dengan memakan buah khuldi karena godaan syetan, terbukalah auratnya. Penafsirkan ayat ini adalah sebagai asal muasal pertama kalinya muncul jakun pada leher laki-laki dan "maaf" payudara pada wanita. Telah lama saya meyakini hal ini sebagai kisah Israiliyat.


Tapi akhir-akhir ini istri saya cerita, di salah satu kuliah program pendidikan Islam pada universitas Islam negeri, dosennya memunculkan lagi kisah tersebut sebagai tafsir dari ayat itu. Ketika ditanyakan pada teman-temannya merekapun meyakini hal yang sama. Bagaimana penafsiran ayat tersebut sebenarnya?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Israiliyat adalah kisah-kisah atau kabar tentang masa lalu, baik kisah tentang para nabi atau pun orang-orang shalih lainnya. Dinisbatkan istilah ini kepada Bani Israil lantaran sumber kisah ini memang dari Bani Israil.

Nama Israil sesungguhnya nama nabi Ya'qub 'alaihissalam. Beliau punya anak 12 orang, salah satunya nabi Yusuf 'alaihissalam. Ke-12 anak ini kemudian menurunkan sebuah bangsa yang di kemudian hari dikenal dengan istilah Bani Israil.

Kisah israiliyat sebenarnya kisah yang bersumber dari literatur ahli kitab, yang kebanyakannya merupakan kisah yang bersumber dari orang-orang Yahudi, atau orang Islam yang dahulunya pernah memeluk agama itu. Beberapa di antara shahabat nabi SAW memang ada yang dahulu berasal dari agama itu. Misalnya, Ka'ab Al-Ahbar dan Wahab ibn Munabbih.

Barangkali para shahabat yang masuk Islam itu tidak bermaksud menyampaikan cerita bohong. Sebab selama mereka memeluk agama itu, kisah-kisah itulah yang mereka punya. Ketika ada ayat Al-Quran menyinggung kisah yang sama, mereka pun memberi komentar berdasarkan apa yang mereka baca di kitab-kitab mereka sebelumnya.

Kalau pun ada kebohongan dan dusta, bukan terletak pada shahabat itu, melainkan dusta itu sudah ada sejak lama dalam agama mereka sebelumnya. Mereka hanya mendapatkan imbas yang tidak enak dari agama lama mereka.

Dan sebenarnya, pada titik inilah letak perbedaan Islam dan agama sebelumnya. Yaitu tidak adanya proses penshahihan sebagaimana yang kita kenal dalam sistem periwayatan hadits. Orang Yahudi tidak pernah mengenal kritik sanad, tidak kenal riwayat yang shahih, hasan, dhaif atau palsu. Semua bercampur aduk menjadi satu, tanpa seorang pun yang bisa membedakan mana kisah yang benar dan mana yang bohong.

Namun Rasulullah SAW sendiri tetap bijaksana menyikapinya. Beliau tidak menggeneralisir bahwa semua kisah yang bersumber dari Yahudi pasti salah. Meski pun juga tidak bisa langsung membenarkannya. Beliau hanya mengingatkan untuk berhati-hati dalam menerimanya. Sebagaimana sabda beliau:

Bila ahli kitab menceritakan kisah kepadamu, jangan kalian benarkan dan jangan pula kalian ingkari. (Al-Hadits)

Ukuran yang Bisa Diterapkan

Namun demikian, tetap masih ada beberapa ukuran atau pedoman yang bisa kita terapkan sebagai standar untuk menerima atau menolak kisah israiliyat. Yang utama adalah bila kisah itu bertentangan dengan kisah yang ada dalam Al-Quran atau hadits nabi SAW. Baik bertentangan dari alur cerita, logika maupun dasar-dasar aqidah.

Sebab dari segi aqidah, agama kita relatif agak sama dengan agama mereka. Seperti tentang Allah, rasul, kitab dan hari akhir. Perbedaan yang mendasar ada pada masalah teknis ibadah ritual. Sementara masalah aqidah tetap sama.

Karena kita bisa menjamin 100% kebenaran aqidah kita, maka bisa kita jadikan tolok ukur untuk menilai penyelewengan aqidah agama sebelum Islam. Bila dari segi aqidah Islam terlihat jelas pertentangannya, maka kita bisa pastikan bahwa kisah israiliyat itu bohong dan dusta serta tidak bisa diterima. Atau bila dari segi iman kepada nabi bahwa nabi itu adalah hamba yang taat, lalu kita terima kisah dari mereka menceritakan bahwa ada nabi yang mabok, berzina, stres dan lainnya, sudah bisa kita pastikan bahwa kisah dari mereka itu salah.

Atau kalau ada nabi dikisahkan mati digantung hanya pakai celana kolor saja, jelas kisah itu sangat dusta. Apalagi Al-Quran sendiri menyatakan bahwa nabi itu tidak dibunuh, tidak disalib tetapi diangkat ke sisi Allah.

Kisah Israiliyat dalam kitab tafsir

Banyak orang yang salah dalam mengerti kitab tafsir, sehingga menuduh bahwa sumber cerita israiliyah itu berasal dari sana. Memang benar adanya kitab tafsir yang mencantumkan keterangan dari sumber-sumber ahli kitab.Keberadan kitab itu sesungguhnya harus dipahami dengan cerdas. Yaitu sekedar menghimpun data, namun belum dibedakan mana yang benar dan mana yang mitos.

Tergantung dari bagaimana sikap dan tujuan para mufassir ketika menyusunnya. Ada yang lebih menekankan pencatatan semua hal yang berkaitan, meski belum lagi dilakukan proses penelitian lebih jauh. Kitab seperti ini, sebenarnya lebih dikhususkan buat para ahli sejarah dan para peneliti. Tugas mereka akan lebih ringan, karena tidak perlu lagi mengumpulkan data, tinggal meneliti saja lalu memilah mana yang shahih dan mana yang tidak.

Dan di sisi lain, ada sebagai ulama tafsir yang lebih maju dansudah sampai taraf itu. Sehingga semua materi yang ada di dalam kitabnya, sudah dikaji dan diteliti ulang. Sehingga dikeluarkan kisah-kisah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kitab-kitab tafsir seperti ini lebih memudahkan buat orang awam karena sudah siap santap.

Wallahu a;lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Harta Yang Dihibahkan Melebihi 1/3 Dari Total Harta Yang Dimiliki Itu, Sah Menurut Syariat Islam?
4 May 2006, 09:51 | Mawaris | 7.090 views
Bisakah Mengaji Lewat MP3 Player?
4 May 2006, 05:37 | Kontemporer | 4.535 views
Benarkah Rasulullah Terbuat dari Cahaya?
4 May 2006, 05:32 | Aqidah | 6.257 views
Masalah Bagi Hasil Sawah (Muzara'ah)
1 May 2006, 00:29 | Muamalat | 7.886 views
Operasi Face Off
1 May 2006, 00:23 | Kontemporer | 5.571 views
Bagaimana Hukumnya Marsmallow
28 April 2006, 07:39 | Kuliner | 6.286 views
Nyekar dengan Membawa Bunga
28 April 2006, 07:20 | Umum | 5.879 views
Shalat di Awal Waktu di Kendaraan atau diAkhir Waktu di Rumah, Mana yang Lebih Utama?
28 April 2006, 07:17 | Shalat | 5.507 views
Pilihan Menjama' Sholat atau Sholat di Kendaraan
27 April 2006, 06:36 | Shalat | 7.984 views
Senjata Pemusnah Massal (Senjata Nuklir, Biologi, Kimia)
27 April 2006, 04:08 | Kontemporer | 5.936 views
Mahram Muabbad dan Mahram Ghoiru Mauabbad
27 April 2006, 02:20 | Nikah | 40.121 views
Rumah Tusuk Sate
26 April 2006, 05:41 | Aqidah | 6.975 views
Menjamak Dua Salat Fardu
25 April 2006, 08:51 | Shalat | 5.255 views
Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya
25 April 2006, 03:29 | Umum | 6.215 views
Sistem Memberi Upah dalam Islam
23 April 2006, 06:22 | Muamalat | 5.354 views
Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat | 6.036 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat | 5.263 views
Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer | 4.963 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah | 7.259 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits | 6.608 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,359,064 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img