Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Perlukah Kita Bermadzhab? | rumahfiqih.com

Perlukah Kita Bermadzhab?

Thu 1 June 2006 05:24 | Ushul Fiqih | 6.954 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assallamualaikum wr. wb.

Ustadz yang dimulyakan oleh Allah SWT, langsung saja saya ingin bertanya,
1. Apakah setiap orang muslim harus mempunyai madzhab dan bagaimana jika kita tidak bermadzhab?
2. Perlukah kita membaca do'a qunut saat sholat subuh?
3. Mohon bimbingannya untuk do'a qunut.

Demikian pertanyaan kami atas perhatiannya kami ucapkan banyak-banyak terima kasih.

Wasallammuallaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mazhab itu berarti jalan. Maksudnya jalan yang diambil oleh seseorang ketika mengambil kesimpulan hukum atas suatu dalil, baik dari Al-Quran atau pun dari Sunnah.

Perlu diketahui bahwa kebanyakan dalil Quran dan sunnah seringkali menyisakan ruang yang memungkinkan orang berbeda pendapat dalam menyimpulkan konklusi hukumnya. Ini adalah fakta yang tidak terbantahkan, bahkan hal itu bukan hanya dialami oleh kita yang ama saja, tetapi juga terjadi di kalangan para shahabat nabi SAW.

Tidak jarang para shahabat nabi berbeda pendapat dalam mengambil kesimpulan atas dalil yang sama. Apalagi setelah wafatnya Rasulullah SAW, para shahabat menyebar ke seluruh wilayah. Mereka menemukan begitu banyak fenomena baru yang sebelumnya tidak pernah mereka dapatkan di masa hidup bersama Rasulullah SAW.

Walhasil, meski pernah sama-sama hidup di bawah naungan tarbiyah nabi, namun tidak ada jaminan mereka selalu punya pandangan sama dalam segala hal.

Apalagi mengingat di masa masih hidupnya nabi SAW sekalipun, para shahabat pun ada di antara para sahabat yangyang utama (fadlil) dan ada di bawah itu (mafdlul) dalam hal berijtihad. Ada di antara mereka yang ahli fiqih tapi juga ada yang awam.

Tentunya semua akan melahirkan perbedaan pandangan hukum. Namun demikian, perbedaan itu tidak berarti perpecahan, apalagi persengketaan. Sama sekali bukan. Sebab perbedaan di kalangan para shahabat itu sangat manusiawi.

Ketika seseorang berpendapat, atau ketika seseorang mengikuti pendapat orang lain yang dianggapnya baik, dia sedang bermazhab. Bedanya dengan mereka yang dianggap bermazhab hanyalah pada sumber mazhabnya.

Mazhab yang ada dan kita kenal itu adalah 4 mazhab yang besar dan baku, teruji selama 13 abad lamanya di dunia ini. Sebenarnya bukan hanya 4 jumlahnya, tetapi lebih banyak lagi. Namun sejarah membuktikan bahwa keempat mazhab itulah yang benar-benar telah teruji di lapangan hingga kini.

Adapun orang yang merasa dirinya tidak ingin terikat dengan salah satu dari keempat mazhab itu, tentu saja merupakan hak baginya untuk bersikap demikian. Barangkali dirinya berpikir mampu untuk mengambil kesimpulan hukum yang lebih baik dari yang telah dikemukakan oleh masing-masing dari keempat mazhab yang ada.

Akan tetapi kenyataannya, meski seseorang sudah merasa bisa mandiri dalam berijtihad, ujung-ujungnya tidak akan keluar dari apa yang telah dikemukakan oleh masing-masing mazhab yang ada.

Jadi secara logika sederhana, kalau tidak terlalu penting dan memang bukan ahli di bidangnya, tidak perlu capek-capek melakukan proses ijtihad sendiri yang tentu saja berat dan sangat menguras tenaga. Padahal fatwa yang sudah jadi pun tersedia, bahkan ditanggung berkualitas karena mengingat kapasitas para mujtahidnya.

Apakah komitmen dengan satu madzhab tertentu diharuskan?

Pendapat sebagian ulama menegaskan bahwa komitmen dengan satu madzhab tertentu dan imam tertentu hukumnya harus. Sebabnya karena ia yakin bahwa pendapat itu benar sehingga ia harus komitmen dengan keyakinannya.

Namun itu hanya pendapat sebagian kecil ulama. Adapun pendapat sebagian besar ulama justru mengatakan bahwa seseorang tidak harus komitmen dengan satu imam tertentu dalam semua masalah dan hukum. Tapi kalau dia mau, dirinya boleh bertaqlid dengan imam mujtahid tertentu yang ia kehendaki.

Jika seseorang pernah berkomitmen dengan satu madzhab tertentu seperti madzhab Abu Hanifah, Syafii atau yang lain, maka ia tidak wajib terus-menerus (berkelanjutan) mengikuti mereka dalam setiap masalah. Dia boleh berpindah dan memilih dari madzhab satu ke madzhab yang lain. Sebab ia hanya wajib mengikuti apa yang diwajibkan Allah dan Rasul-Nya. Sementara Allah dan Rasul-Nya tidak mewajibkan seseorang untuk mengikuti salah satu dari ulama, Allah hanya memerintahkan untuk mengikuti mereka secara umum, tanpa mengkhususkan satu dari yang lain. Allah berfirman,

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.(An-Nahl: 43)

Di samping itu pendapat yang menyatakan harus komitmen dengan satu madzhab akan menyebabkan kesulitan dan kerepotan, padahal madzhab-madzhab yang ada adalah nikmat dan rakmat bagi umat.

Adapun pertanyaan nomor dua, bisa anda lihat di jawaban kami sebelumnya: Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Wudhu, Dibasuh atau Disiram?
31 May 2006, 04:50 | Thaharah | 6.529 views
Zodiak dalam Pandangan Islam
31 May 2006, 03:23 | Aqidah | 5.459 views
Zakat Maal untuk Korban Bencana Alam
30 May 2006, 09:23 | Zakat | 5.020 views
Syahidkah Mereka Korban Gempa Yogya?
30 May 2006, 06:29 | Aqidah | 5.463 views
Syarat Jama' Ta'khir
30 May 2006, 06:25 | Shalat | 7.840 views
Pernikahan Keturunan Rasulullah SAW
29 May 2006, 09:18 | Umum | 5.329 views
Dasar Penggunaan Hadits
29 May 2006, 03:32 | Hadits | 5.355 views
Negara Syariah: Murtad Harus Dihukum Mati?
24 May 2006, 07:50 | Jinayat | 4.666 views
Kotoran Hewan Sebagai Pupuk
24 May 2006, 07:46 | Thaharah | 6.464 views
Apakah Air di Kantor Kami Suci?
24 May 2006, 07:43 | Thaharah | 5.729 views
Jama' Taqdim dan Ta'khir, Kapan Dilakukan dan Apa Syaratnya?
24 May 2006, 07:33 | Shalat | 44.874 views
Apakah Makna Menzihar Isteri di Surat Al-Mujadalah?
24 May 2006, 00:20 | Nikah | 5.524 views
Manfaat dan Mudharat Melaksanakan Fatwa Halalnya Darah Aktivis Sekuler
23 May 2006, 04:44 | Kontemporer | 4.928 views
Embargo Balik Minyak Bumi Untuk Negara Amerika
19 May 2006, 06:40 | Kontemporer | 5.349 views
Hadist Tentang Tata Cara Sholat
19 May 2006, 04:50 | Shalat | 10.114 views
Palestina Bumi Waqaf?
18 May 2006, 02:31 | Umum | 4.823 views
Benarkah Islam adalah Agama?
17 May 2006, 03:55 | Aqidah | 6.362 views
Urutan Khilafah Islamiyah
17 May 2006, 02:52 | Negara | 6.279 views
Apakah Ajaran Islam Sudah Ada Semenjak Nabi Adam?
16 May 2006, 03:47 | Aqidah | 30.486 views
Shaum Sunat Tanggal 13, 14 dan 15 di Setiap Bulan Hijriah
16 May 2006, 03:37 | Puasa | 6.121 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,222,608 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img