Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wanita Hamil Mendapat Haid | rumahfiqih.com

Wanita Hamil Mendapat Haid

Tue 16 May 2006 03:30 | Thaharah | 5.326 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum,
Saya saat ini sedang hamil, akan tetapi pada waktu kalender haid, saya juga mendapat haid walaupun tidak sebanyak haid biasa dan tidak setiap hari. Apakah wanita hamil bisa mendapat haid dan apakah saya tidak harus mengerjakan sholat?

Wassalamualaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Secara umum, para ulama dan juga para ahli medis sepakat bahwa wanita yang sedang hamil tidak mungkin mendapatkan haidh. Sebab secara logika, darah haidh itu pada dasarnya adalah guguran dari dinding uterus yang tidak mengalami pembuahan.

Namun kita juga tahu bahwa Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Sempurna dalam mencipta. Dia ciptakan makhluk-Nya, baik yang normal maupun yang kurang seperti lazimnya. Tentunya hal itu menjadi bahan penelitian yang menantang para ilmuwan untuk memecahkan teka-tekinya.

Kekuranglaziman ini oleh para ulama fiqih seringkali terekam dalam fatwa-fatwa mereka, khusus dalam memberian jawaban hukum atas hal itu. Misalnya, kasus wanita hamil yang mengalami keluar dari seperti haidh. Rupanya, kasus ini pernah terjadi di masa mereka. Buktinya, kita bisa baca dalam kitab karya mereka bahkan sudah dalam bentuk solusi syariah atas hal itu.

Walau pun mereka tidak bisa menghindarkan diri dari perbedaan sudut pandang yang berujung kepada perbedaan penyikapan. Misalnya:

1. Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah: Bukan Darah Haidh

Menurut kedua pendapat mazhab ini, apabila seorang wanita mendapati darah keluar dari kemaluannya di saat-saat kehamilannya sebelum masa kelahiran, maka sesuai dengan logika darah haidh secara biologis, darah itu bukanlah darah haidh, melainkan darah penyakit.

Di dalam ilmu fiqih, darah penyakit itu disebut dengan darah istihadhah.Konsekuensi hukumnya sebagaimana umumnya darah istihadhah, yaitu tidak ada larangan untuk tetap mengerjakan shalat, puasa, thawaf, melakukan hubungan seksual, menyentuh serta membaca mushaf Al-Quran. Sebab darah istihadhah adalah darah penyakit, tidak sama dengan darah haidh atau darah nifas.

Maka wanita yang mengalami hal itu tetap wajib menjalankan shalat, puasa Ramadhan serta hal-hal lainnya, seperti tidak terjadi apa-apa.

Pendapat kedua mazhab ini juga diperkuat oleh pendapat Imam Asy-Syafi'i dalam versi qaul qadimnya. Yaitu pendapat beliau ketika masih berada di Iraq.

Mazhab Al-Hanabilah membuat pengecualian, bila darah itu keluar sehari atau dua hari menjelang kelahiran bayi, darah itu bukan darah haidh, bukan darah istihadhah, melainkan darah nifas. Dan hukum yang berlaku sama dengan hukum darah haidh.

2. Mazhab Al-Malikiyah dan As-Syafi'iyah: Darah Haidh

Sedangkan menurut mazhab Al-Malikiyah dan As-Syafi'iyah versi qaul jadid (terbaru), darah itu tetap dianggap darah haidh dan bukan darah istihadah.

Akibatnya, semua hukum yang terkait dengan larangan wanita haidh, juga berlaku sepenuhnya dalam kasus ini. Tidak boleh shalat, puasa, thawaf, masuk masjid, melakukan hubungan seksual, memegang dan membaca mushaf Al-Quran dan lainnya.

Namun adanya haidh saat kehamilan ini tidak boleh dijadikan ukuran dalam menentukan masa 'iddah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarkatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ayah di Penjara Tidak Bisa Hadir Jadi Wali Nikah
15 May 2006, 01:17 | Nikah | 4.782 views
Hubungan dengan Nabi Muhammad SAW: Guru Atau Sahabat
15 May 2006, 01:06 | Umum | 5.301 views
Agama Sebelum Rasulullah Diutus
11 May 2006, 05:50 | Aqidah | 7.240 views
Nadzar Potong Kambing kalau Diterima di PTN
11 May 2006, 05:50 | Qurban Aqiqah | 5.032 views
Bayar Zakat Lewat Transfer Bank dan Ijab Qobul
11 May 2006, 05:29 | Zakat | 6.411 views
Berderma Ala Robin Hood
11 May 2006, 05:29 | Kontemporer | 5.005 views
Memajang Foto Para Ulama, Sunnahkah?
10 May 2006, 03:23 | Umum | 6.265 views
Beda Waqaf dan Sedekah
10 May 2006, 03:23 | Zakat | 7.325 views
Malaikat Itu, Institusi Bukan?
9 May 2006, 07:09 | Aqidah | 6.166 views
Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Isya
9 May 2006, 07:09 | Shalat | 9.344 views
Apakah Hadits Nabawi = Hadits Qudsi?
9 May 2006, 05:21 | Hadits | 16.749 views
Mengenai Kalimat "Kekasih Allah", Apakah Termasuk Berlebihan?
8 May 2006, 03:51 | Umum | 5.384 views
Program Saving Plan (Dana Pensiun)
5 May 2006, 06:19 | Muamalat | 5.695 views
Kedudukan Qaul Shahabi dan Rukyatun Nabi
5 May 2006, 04:45 | Ushul Fiqih | 7.467 views
Kisah-kisah Israiliyat?
5 May 2006, 04:45 | Umum | 12.756 views
Apakah Harta Yang Dihibahkan Melebihi 1/3 Dari Total Harta Yang Dimiliki Itu, Sah Menurut Syariat Islam?
4 May 2006, 09:51 | Mawaris | 8.263 views
Bisakah Mengaji Lewat MP3 Player?
4 May 2006, 05:37 | Kontemporer | 4.671 views
Benarkah Rasulullah Terbuat dari Cahaya?
4 May 2006, 05:32 | Aqidah | 6.502 views
Masalah Bagi Hasil Sawah (Muzara'ah)
1 May 2006, 00:29 | Muamalat | 9.484 views
Operasi Face Off
1 May 2006, 00:23 | Kontemporer | 5.712 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,237,339 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

10-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img