Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bayar Riba dengan Uang Riba, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Bayar Riba dengan Uang Riba, Bolehkah?

Wed 14 May 2008 23:57 | Muamalat | 7.427 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustadz, orang tua saya menabung di bank konvensional. Kemudian orang tua saya mengamanahkan tabungan itu pada saya. Kemudian saya memindahkan seluruh uang tabungan itu ke bank syariah. Dalam uang tabungan tersebut, terdapat sekitar 600 ribu rupiah uang hasil bunga (berdasarkan data pada buku tabungan bank konvensional). Rencananya uang riba itu akan saya keluarkan untuk fasilitas-fasilitas umum.

Sementara itu ada seorang sahabat saya yang ibunya berhutang kepada tetangganya (menggunakan sistem riba bunga bulanan), dan sudah saatnya jatuh tempo. Sahabat saya itu ingin melepaskan ibunya dari riba tersebut dengan cara melunasi pokok pinjaman dan bunganya. Bolehkah saya menggunakan uang riba dari tabungan orang tua saya untuk melunasi utang ibu sahabat saya?

Jazakallah,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Cukup satu baris kalimat dalam menjawab masalah anda, yaitu: Tidak boleh bersedekah dengan uang haram.

Ketika anda ingin menutupi hutang ibu teman anda, niatnya tentu niat yang mulia. Dan tentunya perbuatan itu sangat besar nilai pahalanya di sisi Allah SWT. Perbuatan seperti ini, yaitu melepaskan seseorang dari jeratan hutang, adalah perbuatan yang sangat mulia dan pasti Allah SWT akan mengganti dengan harta yang lebih baik.

Namun apabila uang yang anda gunakan untuk menolong itu bukan uang yang halal, tentunya nilai pahalanya justru akan lenyap. Sebab Allah SWT tidak menerima sebuah ibadah maliyah yang diambilkan sumber uangnya dari sumber-sumber yang tidak halal.

Uang hasil dari bunga bank jelas riba, oleh karena itu status hukumnya adalah uang haram. Sebagai uang dengan status hukum haram, maka uang ini tidak sah bila digunakan untuk hal-hal yang bersifat kebajikan amal yang diniatkan untuk mendatangkan pahala.

Maka uang itu tidak boleh digunakan untuk membangun masjid, pesantren, madrasah, sekolah, rumah yatim, atau sumbangan-sumbangan lain yang diniatkan untuk mendapatkan nilai pahala dari sisi Allah SWT.

Dalil keharaman berbuat kebajikan dengan menggunakan uang haram adalah sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu baik (suci). Dia tidak menerima pembeiran kecuali dari sumber yang baik (suci) pula."

Dan tentunya sebagai muslim, kita pun telah diharamkan untuk memakan rejeki kecuali dari sumber-sumber yang jelas kehalalannya. Sebagaimana firman Allah SWT:

Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik dari rejekimu. (QS Al-Baqarah: 172)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib
14 May 2008, 01:33 | Thaharah | 7.490 views
Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?
13 May 2008, 01:49 | Negara | 7.585 views
Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 6.022 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Dakwah | 7.275 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 6.595 views
Realisasi Terjemah Hadits Online
7 May 2008, 23:59 | Hadits | 5.384 views
Membeli Daging Halal di Jepang
4 May 2008, 23:29 | Kuliner | 6.909 views
Pelurusan Sejarah Bangsa
4 May 2008, 23:08 | Kontemporer | 5.585 views
Menghukum Diri Sendiri Karena Berzina
1 May 2008, 04:51 | Jinayat | 8.020 views
Ambil Keuntungan Dalam Transaksi
29 April 2008, 23:07 | Muamalat | 5.395 views
Apakah Islam Dulu Penjajah?
29 April 2008, 01:15 | Negara | 8.593 views
Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian
28 April 2008, 03:56 | Nikah | 40.582 views
Bolehkah Kita Menuduh Malaysia Maling?
28 April 2008, 03:18 | Negara | 5.893 views
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur?
26 April 2008, 00:30 | Aqidah | 9.951 views
Ribakah yang Saya Bayar?
24 April 2008, 23:45 | Muamalat | 6.176 views
Haramkah Laba yang Saya Peroleh?
24 April 2008, 08:49 | Muamalat | 5.505 views
Halalkah Bekicot?
23 April 2008, 00:13 | Kuliner | 9.706 views
Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid
22 April 2008, 22:26 | Thaharah | 6.388 views
Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris | 5.321 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah | 21.844 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,244,501 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img