Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Makna Menzihar Isteri di Surat Al-Mujadalah? | rumahfiqih.com

Apakah Makna Menzihar Isteri di Surat Al-Mujadalah?

Wed 24 May 2006 00:20 | Nikah | 5.530 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz yth., saya ingin menanyakan soal menzihar isteri yang disebut di surat al-Mujadalah. Apa maksudnya? Di tafsir dikatakan bahwa makna menzihar adalah mengatakan, "Kau seperti punggung ibuku," yang maknanya mengharamkan berjima' dengan isterinya, lagi menurut kebiasaan orang Arab saat itu. Lalu dalam masyarakat kita, yang bagaimanakah menzihar isteri itu:
1. Seorang suami yang mengatakan pada isterinya, "Kamu mirip ibuku."
atau
2. Seorang suami yang mengatakan pada isterinya, "Aku tidak mau tidur denganmu lagi," atau, "Haram tidur denganmu lagi," atau yang serupa dengan itu.

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Istilah zhihar berasal dari kata zhahru yang artinya punggung. Sedangkan makna zhihar secara istilah adalah perkataan seorang suami kepada isterinya dengan lafadz, "Kamu bagiku seperti punggung ibuku." Atau perkataan lain yang sepadan dengannya di mana intinya mengharamkan dirinya dari menggauli isteri sebagaimana mengharamkan ibu sendiri atau saudara yang mahram.

Zhihar ini punya konsekuensi hukum yaitu haramnya seorang laki-laki untuk menggauli isterinya, sampai dia mencabut kembali apa yang telah diharamkan. Sebab dia telah menyamakan keharaman menggauli isterinya sebagaimana keharaman dirinya menggauli ibunya sendiri.

Landasan syariahnya adalah firman Allah SWT:

Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Orang-orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah: 2-3)

Hukum zhihar ini haram, karena Allah SWT menyebutkan di dalam ayat 2 surat ini sebagai: mengucapkan perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sebelum dia mencabut kembali kata-katanya, maka isterinya haram baginya untuk digauli. Dan mencabut kembali kata-kata zhihar itu ada kaffarah yang hukumnya wajib juga untuk dikerjakan.

Adapun kaffarah atau denda dari zhihar ini yang menandakan seseorang mencabut kembali kata-katanya ada beberapa bentuk:

  1. Membebaskan budak yang selamat dari 'aib.
  2. Puasa dua bulan berturut-turut.
  3. Memberi makan 60 orang miskin dengan masing-masing sebanyak dua porsi makan.

Wallahu a'lam bishshawab, wasssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Manfaat dan Mudharat Melaksanakan Fatwa Halalnya Darah Aktivis Sekuler
23 May 2006, 04:44 | Kontemporer | 4.932 views
Embargo Balik Minyak Bumi Untuk Negara Amerika
19 May 2006, 06:40 | Kontemporer | 5.353 views
Hadist Tentang Tata Cara Sholat
19 May 2006, 04:50 | Shalat | 10.160 views
Palestina Bumi Waqaf?
18 May 2006, 02:31 | Umum | 4.828 views
Benarkah Islam adalah Agama?
17 May 2006, 03:55 | Aqidah | 6.375 views
Urutan Khilafah Islamiyah
17 May 2006, 02:52 | Negara | 6.283 views
Apakah Ajaran Islam Sudah Ada Semenjak Nabi Adam?
16 May 2006, 03:47 | Aqidah | 31.140 views
Shaum Sunat Tanggal 13, 14 dan 15 di Setiap Bulan Hijriah
16 May 2006, 03:37 | Puasa | 6.138 views
Wanita Hamil Mendapat Haid
16 May 2006, 03:30 | Thaharah | 5.286 views
Ayah di Penjara Tidak Bisa Hadir Jadi Wali Nikah
15 May 2006, 01:17 | Nikah | 4.722 views
Hubungan dengan Nabi Muhammad SAW: Guru Atau Sahabat
15 May 2006, 01:06 | Umum | 5.224 views
Agama Sebelum Rasulullah Diutus
11 May 2006, 05:50 | Aqidah | 6.916 views
Nadzar Potong Kambing kalau Diterima di PTN
11 May 2006, 05:50 | Qurban Aqiqah | 4.981 views
Bayar Zakat Lewat Transfer Bank dan Ijab Qobul
11 May 2006, 05:29 | Zakat | 6.342 views
Berderma Ala Robin Hood
11 May 2006, 05:29 | Kontemporer | 4.958 views
Memajang Foto Para Ulama, Sunnahkah?
10 May 2006, 03:23 | Umum | 6.199 views
Beda Waqaf dan Sedekah
10 May 2006, 03:23 | Zakat | 7.179 views
Malaikat Itu, Institusi Bukan?
9 May 2006, 07:09 | Aqidah | 6.090 views
Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Isya
9 May 2006, 07:09 | Shalat | 9.030 views
Apakah Hadits Nabawi = Hadits Qudsi?
9 May 2006, 05:21 | Hadits | 15.079 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,385,496 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img