Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pernikahan Keturunan Rasulullah SAW | rumahfiqih.com

Pernikahan Keturunan Rasulullah SAW

Mon 29 May 2006 09:18 | Umum | 5.197 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Saya ingin menanyakan apakah ada hadits atau pendapat ulama yang menyatakan bahwa akhwat keturunan Rasulullah S.A.W. diamanatkan untuk tidak menikah dengan ikhwan yang tidak memiliki garis keturunan dengan Rasulullah? Jazakallah.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Akhawat keturunan Rasulullah SAW langsung, yaitu Fatimah Az-Zahra puteri Rasulullah SAW justru tidak menikah dengan keturunan Rasulullah SAW. Beliau malah menikah dengan Ali anak Abu Thalib. Baik Ali ra. maupun Abu Thalib sang ayah, keduanya bukan keturunan Rasulullah SAW.

Maka kalau puteri Rasulullah SAW sendiri tidak menikah dengan keturunan beliau, sudah cukup sebagai hujjah bahwa tidak ada ketentuan syariah yang mengharuskan para wanita keturunan Rasulullah SAW untuk menikah dengan selain keturunan Rasulullah SAW juga.

Apalagi mengingat bahwa tujuan pernikahan untuk saling mengenal dan berbaur antara satu suku dengan yang lainnya, sebagaimana firman Allah SWT:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.Al-Hujurat: 13)

Namun lepas dari ketentuan syariah yang tidak pernah mengeluarkan larangan itu, bukan berarti kalau ada keluarga tertentu yang membuat aturan main sendiri tentang wanita mereka yang tidak boleh menikah kecuali dengan sesama keturunan mereka juga, tentu tidak bisa dilarang. Itu adalah hak orang tuanya atau hak keluarganya untuk melakukannya. Asalkan jangan bawa-bawa syariah sebagai hujjahnya.

Secara syariah, aturan itu tidak pernah ada. Tidak ada dalil nash yang melarang wanita keturunan Rasulullah SAW untuk menikah dengan selain keturunan Rasulullah SAW juga.

Lagi pula keturunan Rasulullah SAW yang bersifat ashabah tidak pernah ada. Sebab Rasulullah SAW tidak pernah punya anak laki-laki yang kemudian menurunkan anak laki-laki lagi. Keturunan Rasulullah SAW hanya lewat anak perempuan, yaitu lewat Fatimah Az-Zahra. Anak Fatimah bukanlah ahli waris Rasulullah SAW secara hukum waris. Yang mendapat warisan hanyalah anak dari anak laki-laki. Maksudnya, cucu yang lahir dari anak laki, sedangkan cucu dari anak perempuan, bukan termasuk ahli waris dalam ilmu faraidh.

Adapun pengakuan orang-orang tertentu yang menyatakan bahwa mereka keturunan Rasulullah SAW sebenarnya perlu dicermati. Sebab pada hakikatnya mereka bukan keturunan ashabah Rasulullah SAW, melainkan keturunan Ali bin Abi Thalib ra. Di mana Ali bin Abi Thalib ra. menikah dengan puteri Rasulullah SAW. Kedua anak mereka yaitu Hasan ra. dan Husein ra. adalah anak Ali ra.

Sebab garis keturunan ashahah itu hanya lewat garis ayah, bukan lewat garis ibu. Hasan ra. dan Husein ra. bukanlah ahli waris Rasulullah SAW. Sebab dalam garis pewarisan, antara keduanya dengan Rasulullah SAW dipisahkan dengan seorang wanita, yaitu Fatimah ra.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Dasar Penggunaan Hadits
29 May 2006, 03:32 | Hadits | 5.301 views
Negara Syariah: Murtad Harus Dihukum Mati?
24 May 2006, 07:50 | Jinayat | 4.622 views
Kotoran Hewan Sebagai Pupuk
24 May 2006, 07:46 | Thaharah | 6.404 views
Apakah Air di Kantor Kami Suci?
24 May 2006, 07:43 | Thaharah | 5.684 views
Jama' Taqdim dan Ta'khir, Kapan Dilakukan dan Apa Syaratnya?
24 May 2006, 07:33 | Shalat | 37.617 views
Apakah Makna Menzihar Isteri di Surat Al-Mujadalah?
24 May 2006, 00:20 | Nikah | 5.419 views
Manfaat dan Mudharat Melaksanakan Fatwa Halalnya Darah Aktivis Sekuler
23 May 2006, 04:44 | Kontemporer | 4.876 views
Embargo Balik Minyak Bumi Untuk Negara Amerika
19 May 2006, 06:40 | Kontemporer | 5.303 views
Hadist Tentang Tata Cara Sholat
19 May 2006, 04:50 | Shalat | 9.051 views
Palestina Bumi Waqaf?
18 May 2006, 02:31 | Umum | 4.786 views
Benarkah Islam adalah Agama?
17 May 2006, 03:55 | Aqidah | 6.264 views
Urutan Khilafah Islamiyah
17 May 2006, 02:52 | Negara | 6.195 views
Apakah Ajaran Islam Sudah Ada Semenjak Nabi Adam?
16 May 2006, 03:47 | Aqidah | 23.841 views
Shaum Sunat Tanggal 13, 14 dan 15 di Setiap Bulan Hijriah
16 May 2006, 03:37 | Puasa | 5.979 views
Wanita Hamil Mendapat Haid
16 May 2006, 03:30 | Thaharah | 5.222 views
Ayah di Penjara Tidak Bisa Hadir Jadi Wali Nikah
15 May 2006, 01:17 | Nikah | 4.660 views
Hubungan dengan Nabi Muhammad SAW: Guru Atau Sahabat
15 May 2006, 01:06 | Umum | 5.098 views
Agama Sebelum Rasulullah Diutus
11 May 2006, 05:50 | Aqidah | 6.411 views
Nadzar Potong Kambing kalau Diterima di PTN
11 May 2006, 05:50 | Qurban Aqiqah | 4.911 views
Bayar Zakat Lewat Transfer Bank dan Ijab Qobul
11 May 2006, 05:29 | Zakat | 6.249 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,944,467 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-10-2019
Subuh 04:15 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:46 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img