Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah? | rumahfiqih.com

Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?

Tue 6 June 2006 07:21 | Kontemporer | 5.014 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Mudah-mudahan Ustadz selalu dirahmati oleh Allah SWT. To the point saja Pak Ustadz: Apa hukumnya belajar Bahasa Arab? Ada yang bilang Sunnah Rasul? Apa betul itu? Soalnya ana sekarang sedang belajar Bahasa Arab, untuk memotivasi ana dalam belajar Bahasa Arab. Syukron.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kesimpulan ringkasnya begini, belajar bahasa Arab buat umat Islam yang awam hukumnya sunnah. Namun buat mereka yang aktif dalam kegiatan dakwah dan menyampaikan ajaran Islam, hukumnya fardhu, bahkan fardhu 'ain.

Mengapa dibedakan?

Dibedakan karena keduanya memang berbeda. Umat Islam yang awam itu adalah orang yang menggantungkan segala sesuatunya tentang agama ini dari orang lain. Kadang disebut juga dengan muqallid, yaitu orang yang bertaqlid dalam urusan agama kepada orang lain.

Baginya, tidak masalah bila tidak menguasai bahasa Arab, sebab dia tidak pernah punya kewajiban untuk menyampaikan atau mendakwahkan agama Islam ini kepada orang lain. Agama yang dijalankannya hanya dalam format yang minimal sekali.

Dan secara hukum, orang yang shalat dan berdoa meski tidak paham apa yang dibacanya, tetap sah hukumnya. Meski hal itu sangat tidak wajar dan sangat tidak beretika kepada Allah. Bayangkan, shalat dan doa itu adalah dialog yang Allah tetapkan buat kita, tapi dengan enaknya kita acuh saja dengan kesempatan itu. Bahkan lafadz shalat dan doa pun hanya kita ucapkan bak burung beo, tanpa pernah kita pahami maknanya.

Namun shalat dengan tanpa memahami maknanya tetap sah dan kewajiban shalat telah gugur. Walau pun dari segi moral dan akhlaq kepada Allah sangat kurang. Sebab kita berdialog dengan-Nya tanpa memahami apa yang kita bicarakan.

Sedangkan buat para juru dakwah, aktifis, serta mereka yang terlibat dengan beragam aktifitas keIslaman lainnya, hukumnya wajib untuk belajar bahasa Arab.

Sebab semua rujukan agama Islam hanya dari bahasa Arab, mulai dari Al-Quran, Asunnah, kitab-kitab rujukan dan bahkan semua dokumen tertulis dalam bahasa Arab. Mustahil seseorang mengenal dan mengerti ajaran Islam tanpa menguasai bahasa Arab. Dan otomatis mustahil juga dia menjadi da'i atau juru dakwah.

Paling jauh, dia hanya boleh bicara tentang aspek-aspek luar dan paling mendasar saja. Selebihnya, tentu merupakan wilayah yang tak terjamah, kecuali oleh mereka yang punya kapasitas tertentu, yaitu penguasaan bahasa Arab sebagai dasar dan penguasaan ilmu-ilmu syariah sebagai bangunan di atasnya.

Padahal masyarakat tidak bisa membedakan mana juru dakwah yang mengerti syariah dan mana yang terbatas ilmunya. Dalam pandangan mereka, ketika seorang sudah tampil ceramah, berpeci dan berpidato, semua dianggap mengerti syariah. Dan otomatis selalu dijadikan rujukan pertanyaan yang terkait dengan syariah. Lalu ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, secara legowo dia mengaku terus terang bahwa dirinya tidak mengerti hal itu. Dan ini tentu mengecewakan audience-nya. Kedua, entah karena malu atau gengsi, dia tetap berupaya menjawab sebisa-bisanya, meski tidak yakin jawabannya benar atau salah. Dan ini tentu sebuah dosa.

Karena itulah tidak ada jalanlain buat para aktifis dakwah, kecuali secara sadar mulai menyiapkan diri dan meluangkan waktu untuk belajar bahasa Arab. Karena bahasa Arab itu kunci untuk memahami syariah, tafsir, hadits dan lainnya.

Alasan sibuk, tidak ada waktu, banyak amanah, kelebihan beban dan sebagainya merupakan alasan yang selalu muncul. Alasan seperti ini hanya alasan klasik yang setiap orang sudah mengucapkannya sejak zaman dahulu kala. Nyaris tidak ada gunanya mengemukakan alasan kuno seperti ini.

Kesibukan dakwah memang tidak ada habisnya kalau mau dituruti, Undangan ceramah, mengisi pengajian, menjadi nara sumber dan berbagai aktifitas lainnya, memang penting. Tapi apalah arti semua itu, ketika ruang lingkup pembicaraan kita hanya terbatas pada kulit-kulit terluar dari Islam?

Maka hukum belajar bahasa Arab buat para juru dakwah adalah fardhu 'ain. Tidak gugur kewajiban itu kecuali yang bersangkutan sudah mampu berbahasa Arab dengan benar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.183 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Nikah | 8.512 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris | 5.321 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah | 6.788 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji | 6.087 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum | 4.258 views
Madzi, Bagaimanakah Penyikapannya
2 June 2006, 03:46 | Thaharah | 6.316 views
Pembagian Harta Warisan
1 June 2006, 05:29 | Mawaris | 5.840 views
Perlukah Kita Bermadzhab?
1 June 2006, 05:24 | Ushul Fiqih | 6.596 views
Wudhu, Dibasuh atau Disiram?
31 May 2006, 04:50 | Thaharah | 5.950 views
Zodiak dalam Pandangan Islam
31 May 2006, 03:23 | Aqidah | 5.265 views
Zakat Maal untuk Korban Bencana Alam
30 May 2006, 09:23 | Zakat | 4.858 views
Syahidkah Mereka Korban Gempa Yogya?
30 May 2006, 06:29 | Aqidah | 5.280 views
Syarat Jama' Ta'khir
30 May 2006, 06:25 | Shalat | 7.390 views
Pernikahan Keturunan Rasulullah SAW
29 May 2006, 09:18 | Umum | 4.967 views
Dasar Penggunaan Hadits
29 May 2006, 03:32 | Hadits | 5.113 views
Negara Syariah: Murtad Harus Dihukum Mati?
24 May 2006, 07:50 | Jinayat | 4.464 views
Kotoran Hewan Sebagai Pupuk
24 May 2006, 07:46 | Thaharah | 6.187 views
Apakah Air di Kantor Kami Suci?
24 May 2006, 07:43 | Thaharah | 5.459 views
Jama' Taqdim dan Ta'khir, Kapan Dilakukan dan Apa Syaratnya?
24 May 2006, 07:33 | Shalat | 32.540 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,487,355 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:51 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img