Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berhubungan Badan Berpakaian Lengkap, Wajibkah Mandi Junub? | rumahfiqih.com

Berhubungan Badan Berpakaian Lengkap, Wajibkah Mandi Junub?

Wed 25 December 2013 07:00 | Nikah | 11.448 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz, saya dan suami pernah berhubungan seksual tapi saya masih berpakaian lengkap sedangkan suami tidak. Yang ingin saya tanyakan, wajibkah kami berdua mandi janabah? Terima kasih ustadz dan saya sangat mengharapkan jawaban dari ustadz.

Wassalamu'alaikum,

Jawaban :

Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Minimal ada 6 hal yang mewajibkan mandi janabah. Yaitu:

  1. Keluarnya mani
  2. Hubungan seksual
  3. Meninggal
  4. Mendapat haidh
  5. Mendapat nifas
  6. Melahirkan anak

Dari keenam hal yang mewajibkan mandi itu, pertanyaan anda berkisar pada 2 hal pertama. Karena itu kami fokuskan jawabannya pada 2 hal tersebut.

A. Keluarnya Mani/Sperma

Keluarnya air mani menyebabkan seseorang mendapat janabah, baik dengan cara sengaja atau tidak. Yang secara sengaja misalnya adalah onani, hubungan seksual, percumbuan dan lainnya, sedangkan yang tidak sengaja seperti mimpi.

Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Abi Said Al-Khudhri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya air itu (kewajiban mandi) dari sebab air (keluarnya sperma). (HR Bukhari dan Muslim)

Sedangkan air mani itu sendiri punya ciri khas yang membedakannya dengan wadi dan mazi:

  • Dari aromanya, air mani memiliki aroma seperti aroma 'ajin (adonan roti). Dan seperti telur bila telah mengering.
  • Keluarnya dengan cara memancar, sebagaimana firman Allah SWT: من ماء دافق
  • Rasa lezat ketika keluar dan setelah itu syahwat jadi mereda.

Jadi meski hubungan seksual anda masih belum benar-benar menanggalkan semua pakaian, tapi kalau sudah keluar mani, wajiblah bagi anda untuk mandi janabah.

B. Bertemunya Dua Kemaluan

Yang dimaksud dengan bertemunya dua kemaluan adalah kemaluan laki-laki dan kemaluan wanita. Dan istilah ini disebutkan dengan maksud persetubuhan (jima'). Dan para ulama membuat batasan: dengan lenyapnya kemaluan (masuknya) ke dalam faraj wanita atau faraj apapun baik faraj hewan. Termasuk juga bila dimasukkan ke dalam dubur, baik dubur wanita ataupun dubur laki-laki, baik orang dewasa atau anak kecil. Baik dalam keadaan hidup ataupun dalam keadaan mati. Semuanya mewajibkan mandi, di luar larangan perilaku itu.

Hal yang sama berlaku juga untuk wanita, di mana bila farajnya dimasuki oleh kemaluan laki-laki, baik dewasa atau anak kecil, baik kemaluan manusia maupun kemaluan hewan, baik dalam keadaan hidup atau dalam keadaan mati, termasuk juga bila yang dimasuki itu duburnya. Semuanya mewajibkan mandi, di luar masalah larangan perilaku itu.

Semua yang disebutkan di atas termasuk hal-hal yang mewajibkan mandi, meskipun tidak sampai keluar air mani. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:


Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila dua kemaluan bertemu atau bila kemaluan menyentuh kemaluan lainnya, maka hal itu mewajibkan mandi janabah. Aku melakukannya bersama Rasulullah SAW dan kami mandi. "

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila seseorang duduk di antara empat cabangnya kemudian bersungguh-sungguh (menyetubuhi), maka sudah wajib mandi. (HR Muttafaqun 'alaihi). Dalam riwayat Muslim disebutkan, "Meski pun tidak keluar mani."

Meski pun aktifitas seksual ini belum lagi sampai mengeluarkan mani, namun begitu kemaluan laki-laki membenam ke dalam faraj, sudah wajib atasnya mandi janabah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Subuh Sebelum Waktunya, Bolehkah?
24 December 2013, 06:30 | Shalat | 14.649 views
Nabi Isa Akan Diturunkan ke Dunia Lagi?
24 December 2013, 03:34 | Aqidah | 10.634 views
Masakan Natal, Bolehkah Kita Memakannya?
21 December 2013, 15:01 | Kuliner | 7.146 views
Berdosakah Muslim Mendesain Kartu Ucapan Natal?
20 December 2013, 17:32 | Aqidah | 7.577 views
Wisatawan Arab ke Puncak Buat Kawin Sesaat : Zinakah?
18 December 2013, 03:10 | Nikah | 9.245 views
Hukum Memasak Menggunakan Arak
17 December 2013, 11:02 | Kuliner | 15.543 views
Was-was Jangan-jangan Bekas Dijilat Anjing
16 December 2013, 21:40 | Thaharah | 8.970 views
Gugatan Cerai Dari Istri : Talak, Fasakh Atau Khulu?
15 December 2013, 21:40 | Nikah | 9.908 views
Fasakh Versus Talak
14 December 2013, 06:15 | Nikah | 8.213 views
Menyembelih Tanpa Bismillah, Halalkah?
13 December 2013, 09:17 | Qurban Aqiqah | 28.181 views
Haramnya Laki-laki Memakai Emas Tidak Ada di Quran
12 December 2013, 00:49 | Umum | 9.082 views
Mendukung Partai Islam Demi Tegaknya Hukum Islam di Indonesia
10 December 2013, 03:09 | Negara | 8.209 views
Bagaimana Kiat Mempelajari Kitab
9 December 2013, 03:40 | Umum | 5.968 views
Terpaksa Harus Memanipulasi Bon Nota, Bagaimana Menyikapinya?
8 December 2013, 03:49 | Muamalat | 8.078 views
Suara Wanita, Auratkah?
6 December 2013, 22:13 | Wanita | 7.893 views
Adzan Dua Kali di Hari Jumat
6 December 2013, 01:29 | Shalat | 8.164 views
Membangun Masjid di Atas Kuburan
5 December 2013, 03:25 | Aqidah | 8.558 views
Kereta Komuter Penuh Sesak, Bagaimana Cara Shalat Maghribnya?
3 December 2013, 21:21 | Shalat | 11.803 views
Bolehkah Memotong Kuku dan Mengkeramasi Rambut Sewaktu Haid?
1 December 2013, 06:20 | Thaharah | 8.634 views
Tata Cara Wudhu di Dalam Pesawat
30 November 2013, 00:15 | Thaharah | 14.336 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,934,551 views