Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi | rumahfiqih.com

Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi

Thu 8 June 2006 03:15 | Umum | 4.816 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Ba'da tahmid wa sholawat. Di tengah maraknya pro dan kontra pada penggodogan RUU APP ada isu tentang Arabisasi. Bagi mereka yang menggulirkan isu tersebut berpendapat bahwa kebudayaan Islam merupakan bagian dari kebudayaan Timur Tengah yang telah menglobal ke seluruh penjuru dunia terutama bagi orang yang menganut agama Islam.

Salah satu contoh dari fenomena Arabisasi tersebut adalah pemakaian jilbab. Menurut mereka jilbab bukanlah bagian dari Islam tapi semata- mata merupakan bentukan budaya dari Timur Tengah. Saya juga mendengar bahwa jilbab dengan berbagai macam bentuk telah muncul sebelum Islam telah muncul itu sendiri. Karena para puteri bangsawan pada zaman dahulu kala sebelum Islam telah mengenakan jilbab sebagai tanda kebesaran.

Ustadz saya mohon penjelasannya. Karena jilbab yang saya tahu merupakan perintah dari Allah seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an surah An-Nur:31. Jazakumullah khairan Katsira atas penjelasan dari ustadz

Wass. wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda tidak perlu bersusah payah memikirkan masalah pro kontra RUU APP ini. Petanya mudah dan sederhana sekali. Hanya antara al-haq dan al-bathil. Mereka yang mendukung diberlakukannya adalah orang-orang shalih yang peduli pada moral dan agamanya. Sedangkan yang menentangnya adalah orang tidak bermoral, berakhlaq rendah, tidak punya wawasan serta dadanya dipenuhi bisikan syetan.

Padahal tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa pornografi yang marak di negeri ini memang diakibatkan tidak adanya aturan dan undang-undang yang tegas menindak semua bentuk pornografi.

Namun orang-orang yang hatinya sudah didominasi syetan nampaknya sudah kalap, hatinya pekat, takut bila syetan tidak punya tempat lagi untuk mencabik-cabik moral umat. Mereka sekarang sedang gelisah bak cacing kena garam. Deg-degan dan khawatir kalau-kalau RUU itu sampai disahkan DPR. Sebab salah satu pintu rejeki mereka akan tertutup, yaitu penghasilan dari menjual aurat serta mengeksploitasinya. Selain itu mereka pasti akan dimarahi habis-habisan oleh tuan mereka, yaitu iblis yang terkutuk, bila Indonesia sampai melarang pornografi.

Karena itu tindakan haram apapun pasti mereka lakukan demi tetap tegaknya kemaksiatan dan angkara murka di negeri ini. Iblis, syetan dan jamaahnya itu sudah kepalang basah ingin memasukkan bangsa ini semua ke neraka. Dan usaha mereka ini sudah setengah jalan. Kalau sampai ada kebenaran Islam diangkat, apalagi sampai mendapat dukungan DPR, adalah kiamat kubro buat mereka.

Karena itu mereka akan menggerakkan semua kader dan simpatisannya untuk berjuang sekuat tenaga agar kebatilan tetap berjaya, bahkan kalau perlu selama-lamanya.

Dan yang namanya memutar balik fakta serta logika untuk mengelabuhi masyarakat memang makanan sehari-hari mereka. Dusta, bohong, rekayasa dan pemalsuan sudah hal biasa buat mereka. Yang penting ide mereka tetap menang, walau tidak masuk akal sekalipun.

Argumentasi bahwa jilbab itu pakaian Arab sebenarnya sudah basi sekali. Lagu lama yang diaransemen ulang. Dari zaman biang sekuler gaek hanya itu-itu saja yang dimunculkan.

Padahal sejarah dengan jelas sekali menyebutkan bahwa sebelum turunnya ayat hijab, wanita Arab tidak berjilbab. Logika sederhananya, kalau wanita Arab sudah berjilbab, mengapa pula turun ayat yang mewajibkannya? Bandingkan dengan kebiasaan orang Arab naik unta, toh tidak ada ayat yang mewajibkan orang arab naik unta, kan? Sebab tiap hari mereka sudah naik unta, buat apa diperintah-perintah?

Pendeknya kalangan sekuler anti RUU APP itu sedang bingung, takut dan resah hatinya, karena melihat al-haq begitu banyak di mana-mana. Jilbab yang mereka hina sejak puluhan tahun yang lalu, ternyata justru semakin marak dan digemari.

Jadi mari kita saksikan dengan seksama, bagaimana ekspresi orang yang sedang cemas dan takut punah. Mereka sedang diambang kepunahan, mirip (mitos?) punahnya dinosaurus di masa lalu. Dan sebentar lagi anak-anak kita akan mengenal porgnografi tidak lebih sebagai sejarah purbakala di masa lalu.

Dan katakanlah, "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS Al-Isra': 81)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 5.526 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 4.875 views
Do'a dalam Suatu Acara/Rapat
7 June 2006, 03:46 | Umum | 5.976 views
Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid
7 June 2006, 03:43 | Thaharah | 8.396 views
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
7 June 2006, 03:37 | Thaharah | 12.881 views
Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Quran | 6.070 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer | 5.012 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.182 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Nikah | 8.499 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris | 5.310 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah | 6.784 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji | 6.081 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum | 4.255 views
Madzi, Bagaimanakah Penyikapannya
2 June 2006, 03:46 | Thaharah | 6.303 views
Pembagian Harta Warisan
1 June 2006, 05:29 | Mawaris | 5.832 views
Perlukah Kita Bermadzhab?
1 June 2006, 05:24 | Ushul Fiqih | 6.590 views
Wudhu, Dibasuh atau Disiram?
31 May 2006, 04:50 | Thaharah | 5.939 views
Zodiak dalam Pandangan Islam
31 May 2006, 03:23 | Aqidah | 5.263 views
Zakat Maal untuk Korban Bencana Alam
30 May 2006, 09:23 | Zakat | 4.852 views
Syahidkah Mereka Korban Gempa Yogya?
30 May 2006, 06:29 | Aqidah | 5.275 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,016 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img