Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari | rumahfiqih.com

Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari

Fri 9 June 2006 03:47 | Umum | 4.974 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad Sarwat, semoga anda senantiasa selalu di ridloi Allah SWT. Di masjid kampung kami ada kebiasaan seringkali melakukan dzikir atau membaca al-Quran dengan pengeras suara pada malam hari, hal ini seringkali menimbulkan perdebatan antar pengurus masjid sendiri tentang perlunya pengeras suara untuk dzikir dan mengaji.

Kadangkala ada beberapa warga yang kebetulan tinggalnya dekat masjid yang sering mengeluh karena pengeras suara yang melewati jam-jam pada saat orang istirahat tidur. Sebenarnya mereka tidak keberatan apabila pengeras suara dihidupkan pada sore hari atau siang hari, namun kebanyakan mereka takut untuk complaint.

Yang saya tanyakan bagaimana hukumnya mengeraskan suara melalui pengeras suara untuk dzikir atau mengaji pada saat orang lain istirahat tidur tersebut? Mohon penjelasannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di masa Rasululullah SAW tentu belum ada pengeras suara. Sehingga kita tidak bisa menarik dalil dari masa beliau. Bahkan hingga ratusan tahun sesudahnya, kita masih belum menemukan benda yang bisa membuat suara manusia menjadi lebih keras dan nyaring terdengar hingga jauh.

Baru di awal abad 20 pengeras suara menjadi perlengkapan kebutuhan manusia, tak terkecuali masjid. Ketika mula pertama beberapa masjid memasang pengeras suara, banyak sekali pihak yang menyatakan tidak setuju. Berbagai ragam alasan penolakan, bahkan ada yang sampai mengatakan bid'ah, lantaran tidak ada dalam sunnah nabi SAW.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin lama banyak di antara umat Islam yang semakin memahami bahwa benda yang satu ini bukanlah perkara bid'ah, bahkan dalam banyak sisi, justru punya banyak manfaat. Sehingga di masa sekarang ini, nyaris tidak ada satu pun masjid yang berdiri, kecuali pasti punya perlengkapan pengeras suara.

Pengeras suara itu ada banyak manfaatnya buat masjid. Salah satunya untuk mengeraskan suara adzan agar terdengar hingga jarak yang jauh. Juga agar makmum di barisan paling belakang bisa mendengar suara imam membaca bacaan shalat atau takbir pergantian rukun.

Di beberapa desa, pengeras suara juga bisa membantu para warga yang berhalangan menghadiri pengajian di masjid, untuk bisa tetap mendengarkan dari rumah.

Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk pengumuman penting demi khidmat sosial kepada masyarakat, misalnya pengumuman berita kematian dan lainnya.

Namun semua itu hanya diizinkan bila sudah bisa dipastikan tidak mengganggu orang lain. Baik muslim atau bukan muslim yang kebetulan tinggal bersebelahan dengan masjid. Apalagi bila ada anggota keluarganya yang kebetulan dengan kurang sehat, atau anak-anak yang terganggu ketenangan tidurnya karena sound system yang over.

Sebab mengganggu ketenangan orang lain, meski dengan suara dari masjid, tetap saja tidak diperbolehkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris | 5.374 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum | 4.817 views
Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 5.527 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 4.876 views
Do'a dalam Suatu Acara/Rapat
7 June 2006, 03:46 | Umum | 5.976 views
Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid
7 June 2006, 03:43 | Thaharah | 8.396 views
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
7 June 2006, 03:37 | Thaharah | 12.881 views
Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Quran | 6.070 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer | 5.012 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.182 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Nikah | 8.499 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris | 5.311 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah | 6.784 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji | 6.081 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum | 4.255 views
Madzi, Bagaimanakah Penyikapannya
2 June 2006, 03:46 | Thaharah | 6.303 views
Pembagian Harta Warisan
1 June 2006, 05:29 | Mawaris | 5.832 views
Perlukah Kita Bermadzhab?
1 June 2006, 05:24 | Ushul Fiqih | 6.591 views
Wudhu, Dibasuh atau Disiram?
31 May 2006, 04:50 | Thaharah | 5.939 views
Zodiak dalam Pandangan Islam
31 May 2006, 03:23 | Aqidah | 5.263 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,474 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img