Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga? | rumahfiqih.com

Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?

Fri 9 June 2006 04:26 | Aqidah | 7.021 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu"alaikum wr. wb.

Saya mempunyai seorang teman yang beragama Kristen Advent, dia selalu menanyakan tentang jaminan oleh Allah bahwa umat Islam itu dijamin masuk surga nantinya? Saya minta tolong untuk dijelaskan terdapat di dalam dalam surat mana dan ayat mana. Demikian, saya harap untuk dijawab secepatnya.

Wassalamu'alaikum wr wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Dalam aqidah ahlussunnah wal jamaah, setiap Muslim memang dipastikan pada akhirnya akan masuk surga. Namun tidak ada yang menjamin bisa lolos begitu saja langsung tanpa lewat neraka. Tergantung dari dosa dan berat timbangan amal baik dan buruk, setelah dihisab.

Sebaliknya, orang kafir (non muslim) sudah dipastikan masuk neraka. Meski punya banyak perbuatan yang terbilang baik di mata manusia. Tapi sayang di mata Allah justru dia merupakan penentang utama. Allah SWT mengutus nabi dan rasul, dia malah mengingkarinya. Allah menurunkan kitab suci, dia malah membuangnya. Apalah artinya baik di mata manusia tapi kufur di mata Allah?

Jaminan buat orang Islam untuk masuk surga banyak didapat keterangannya pada sabda-sabda Rasulullah SAW. Misalnya hadits berikut ini:

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap ummatku pasti akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Shahabat bertanya, "Ya Rasulallah, siapa yang tidak mau?" Beliau menjawab, "Mereka yang mentaatiku akan masuk surga dan yang menetangku maka dia telah enggan masuk surga." (HR Bukhar)

Selain itu juga ada hadits Rasulullah SAW lainnya yang menyebutkan hal itu.

Dari Abi Said bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka Allah SWT akan berkata, "Orang yang di dalam hatinya ada setitik iman, hendaklah dikeluarkan. Maka mereka pun keluar dari neraka." (HR Bukhari 6560 dan Muslim 184)

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan (Laa Ilaaha Illallah) dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan (iman). (HR Bukhari 44 dan Muslim 193)

Ada juga hadits yang isinya merupakan sumpah Allah SWT bahwa orang yang mengucapkan syahadatain itu akan dikeluarkan dari neraka.

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang Allah SWT yang berfirman, "Demi Izzah-Ku, demi Jala-Ku, demi Kesombongan-Ku dan demi Keagungan-Ku, Aku pasti keluarkan (dari neraka) orang yang mengucapkan (Laa ilaaha illallah). (HR Bukhari)

Semua hadits di atas dan masih banyak lagi hadits di atas memang memberikan jamiman bahwa orang yang telah pernah mengucapkan syahadatain itu pastilah dikeluarkan dari neraka dan masuk ke dalam surga.

Hanya saja masalahnya, tidak ada jaminan bahwa sebelum masuk ke surga itu apakah akan mampir ke neraka dulu atau tidak. Yang kedua, tentu saja yang dimaksud dengan mengucapkan dua kalimat syahadat itu adalah ikrar yang datang dari lubuk hati, bukan sedekar asal bunyi tapi tanpa rasa percaya.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat | 5.115 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum | 4.948 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Nikah | 7.460 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum | 4.928 views
Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris | 5.325 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum | 4.777 views
Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 5.467 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 4.832 views
Do'a dalam Suatu Acara/Rapat
7 June 2006, 03:46 | Umum | 5.912 views
Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid
7 June 2006, 03:43 | Thaharah | 8.328 views
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
7 June 2006, 03:37 | Thaharah | 12.459 views
Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Quran | 6.017 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer | 4.971 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.142 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Nikah | 8.347 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris | 5.247 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah | 6.719 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji | 6.025 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum | 4.227 views
Madzi, Bagaimanakah Penyikapannya
2 June 2006, 03:46 | Thaharah | 6.173 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,802,111 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img