Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wanita Haidh Masuk Masjid | rumahfiqih.com

Wanita Haidh Masuk Masjid

Sun 11 June 2006 23:50 | Thaharah | 6.384 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaykum wr. wb.

Seperti yang telah disampaikan oleh Ustadz pada pembahasan yang lalu, bahwa haram seorang wanita yang sedang haidh memasuki masjid.
Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh." (HR Bukhori, Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah).

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar dari seorang Ustadz, yang mengatakan bahwa jika ada suatu acara atau pertemuan di dalam masjid dan kita harus mengikuti acara tersebut, maka tidak apa-apa bagi wanita haidh tersebut berada di dalam masjid, selama acara tersebut berlangsung. Namun jika acara tersebut selesai, maka hendaknya wanita tersebut secepatnya keluar dari masjid.

Bagaimana menurut pendapat Ustadz Ahmad Sarwat mengenai pernyataan Ustadz tersebut? Bagaimana jika seandainya pertemuan "terpaksa" dilakukan di masjid (karena tidak memungkinkan dilaksanakan di kediaman seseorang, atau tidak ada fasilitas seperti gedung pertemuan dan sebagainya) terlebih jika ada acara menginap dan pesertanya datang dari berbagai kota. Jazakumullah khairan katsiiraa.

Wassalaamu'alaykum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kebolehan orang yang sedang dalam keadan janabah atau haidh untuk masuk masjid hanya diizinkan bila hanya melintas, tidak sampai duduk lama dan berjam-jam lamanya.

Kebolehan melintas ini sebenarnya disebutkan dalam Al-Quran buat orang yang dalam keadaan junub, namun para ulama memasukkan juga ke dalamnya orang yang sedang mendapat haidh.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (QS An-Nisa': 43)

Maka keterpaksaan yang membolehkan seorang wanita haidh masuk masjid adalah yang bentuknya hanya melintas saja. Misalnya, untuk memotong jalan akibat adanya halangan tertentu. Atau karena memang ada sesuatu yang harus dibawanya ke masjid dan diletakkan di dalamnya. Begitu sudah diletakkan, dia harus segera keluar dari masjid. Tidak boleh berlama-lama di dalamnya, karena larangannya sangat jelas dan kuat.

Tentunya kita tidak boleh memudah-mudahkan sesuatu yang hukumnya sudah jelas dan dalilnya sudah qath'i. Sebab meski Islam memang agama yang mudah, namun bukan berarti setiap orang berhak melanggar semaunya sendiri. Kalau pun alasan terpaksa yang diajukan, bukankah yang namanya terpaksa itu bersifat dharurat? Apakah kehadiran wanita haidh dalam masjid sudah mencapai derajat darurat? Tentu saja tidak.

Kecuali bila terjadi tsunami dan tidak ada tempat untuk menyelamatkan diri kecuali masuk masjid. Maka saat itu para wanita haidh boleh masuk ke masjid dengan alasan dharurat.

Solusi

Seandainya bentuk keterpaksaan itu adalah kewajiban datang dalam acara pengajian, maka perlu dijelaskan kepada pihak penyelenggara pengajian itu bahwa mereka harus memberikan tempat tertentu di bagian masjid, khusus untuk mereka yang sedang haidh. Yang pasti tempatnya bukan di ruang utama untuk shalat.

Mungkin bisa di lantai atas, atau di teras atau di ruangan tertentu, yang diikrarkan oleh para pengurus masjid bahwa ruang itu bukan bagian dari masjid yang suci. Sehingga mereka yang haidh bahkan yang junub sekalipun, boleh memasuki area tersebut.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah | 7.652 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat | 5.213 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum | 5.048 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Nikah | 7.762 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum | 5.031 views
Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris | 5.461 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum | 4.868 views
Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 5.604 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 4.937 views
Do'a dalam Suatu Acara/Rapat
7 June 2006, 03:46 | Umum | 6.079 views
Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid
7 June 2006, 03:43 | Thaharah | 8.510 views
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
7 June 2006, 03:37 | Thaharah | 13.300 views
Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Quran | 6.138 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer | 5.063 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.234 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Nikah | 8.716 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris | 5.404 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah | 6.883 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji | 6.164 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum | 4.291 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,147,420 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img