Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Menikah untuk Diceraikan | rumahfiqih.com

Hukum Menikah untuk Diceraikan

Thu 22 August 2013 07:40 | Nikah | 7.955 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz, di lingkungan tempat tinggal ana ada kasus MBA (Maried By Accident), setelah keduanya dinikahkan dan sah sebagai suami isteri, keesokan harinya langsung diceraikan oleh suaminya. Ini hukumnya bagaimana ustadz? Jazakallah khairon katsir.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu `alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Masalah nikah dengan niat cerai sudah seringkali diperbincangkan ulama. Bentuknya adalah ketika seseorang menikahi wanita, dalam dirinya sudah ada niat untuk mentalaknya sesegera mungkin atau pada waktu tertentu.

Hukum menikah dengan niat talak ini oleh para ulama ditetapkan sebagai pernikahan yang diharamkan. Dan mereka menyebutkan bahwa pada hakikatnya pernikahan seperti ini adalah nikah mut'ah atau nikah sementara. Dan jumhur ulama semuanya sepakat bahwa nikah mut'ah dan sejenisnya itu haram hukumnya dan batil.

Al-Imam Malik mengatakan bahwa pasangan yang melakukan pernikahan mut'ah atau pernikahan sementara harus dihukum tapi bukan dengan hukum hudud. Mereka wajib dipisahkan (difasakh) dan bukan cerai. Karena cerai itu hanya untuk sebuah pernikahan, sedangkan dalam kasus mereka, pernikahan tidak pernah terjadi.

Adapun alasan yang dikemukakan antara lain:

1. Bahwa salah satu di antara syarat syahnya pernikahan adalah bersifat muabbadah, yaitu diniatkan untuk langgeng terus dan bukan untuk sementara saja. Kalau nantinya terjadi talak, maka sama sekali belum pernah terlintas dalam hati dan juga tidak pernah diniatkan.

2. Bahwa tujuan dari nikah dalam Islam sesungguhnya adalah untuk mendapatkan sakinah, mawaddah dan rahmah. Sebagaimana firman Allah SWT:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-Rum: 21)

Sedangkan Al-Hanafiyah mengatakan bila seseorang menikahi wanita dengan niat bahwa bila nanti sudah melewati masa setahun akan diceraikan, bukanlah termasuk nikah mut'ah.

Sedangkan Al-Hanabilah mengatakan bahwa berniat untuk menceraikan ketika sejak awal menikah sudah membatalkan akad itu sendiri.

Yang menghalalkan nikah mut'ah ini umumnya adalah kalangan syi'ah Al-Imamiyah. Bahkan mereka sama sekali tidak mensyaratkan adanya wali dan saksi dalam pernikahan itu. Yang disyaratkan justru berapa harga maharnya dan berapa lama pernikahannya. Namun pada hakikatnya apa yang mereka lakukan tidak lebih dari zina atau kawin kontrak, karena tidak ada bedanya dengan pelacuran. Zina dan pelacuran sama sekali tidak bicara siapa wali dan saksi, tapi yang penting berapa tarifnya dan booking-nya berapa lama.

Oleh kalangan jumhur ulama dan seluruh umat Islam sepanjang masa, nikah kontrak (mut'ah) atau nikah dengan niat talak diharamkan secara tegas.

Wallahu a`lam bish-shawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tarif Memanggil Penceramah Terkenal Mahalnya
21 August 2013, 03:24 | Kontemporer | 12.341 views
Bolehkah Menikah Dengan Wali Hakim?
20 August 2013, 21:52 | Nikah | 13.454 views
Janda Berangkat Haji Dalam Masa Iddah, Haramkah?
19 August 2013, 18:59 | Haji | 10.099 views
Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun
16 August 2013, 11:35 | Shalat | 9.422 views
Minum Khamar Harus Dicambuk?
14 August 2013, 23:26 | Jinayat | 10.546 views
Mengganti Hutang Puasa Yang Sudah Terlalu Lama
12 August 2013, 23:40 | Puasa | 275.062 views
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?
9 August 2013, 21:54 | Zakat | 11.902 views
Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 11.028 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 11.499 views
Bayi Dalam Kandungan Apakah Dibayarkan Zakatnya?
4 August 2013, 13:17 | Zakat | 11.715 views
Emas Berstatus Digadaikan, Wajibkah Dizakati?
2 August 2013, 23:57 | Zakat | 13.900 views
Pernikahan Beda Jamaah
31 July 2013, 04:36 | Nikah | 12.449 views
Fiqih I'tikaf Lengkap
29 July 2013, 21:43 | Puasa | 22.916 views
Jumlah Takbir Shalat Iedul Fitri
29 July 2013, 09:44 | Shalat | 9.691 views
Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?
27 July 2013, 06:51 | Puasa | 26.501 views
Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 30.892 views
Zakat Perniagaan, Bagaimana Menghitungnya?
25 July 2013, 03:55 | Zakat | 9.619 views
Cara Perhitungan Zakat Hasil Pertanian
24 July 2013, 01:30 | Zakat | 106.798 views
Dana Zakat untuk Kegiatan Dakwah, Bolehkah?
22 July 2013, 23:00 | Zakat | 9.439 views
Haruskah Pembantu Bayar Zakat Fitrah?
22 July 2013, 08:29 | Zakat | 8.921 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,805,098 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img