Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid? | rumahfiqih.com

Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?

Wed 14 June 2006 03:38 | Thaharah | 6.797 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum Warochmatulloh


Ustadz Yang dimulyakan Alloh SWT,
Saya akan mengibaratkan, seandainya saya punya tanah 100 m2, saya akan tidak merelakan orang lain tanpa seizin saya menggunakan tanah saya tersebut seluas 100 m2 ke atas dan ke bawah (batas wajar). Begitu juga dengan tanah (bumi) masjid.

Saya pernah mendengar, bahwa definisi masjid adalah "Tempat yang sah untuk melakukan I'itikaf." Pertanyaan saya:

1. Betulkah definisi tersebut? Adakah definisi tambahan?
2. Bagaimana hukumnya membuat WC dan atau menggunakannya di bumi Masjid?

Misal luas masjid 300 m2, lantai 1 (basement) dijadikan kamar mandi, WC dan tempat wudhlu. Lantai 2 dan 3 dijadikan masjid tempat sholat.

Sebab, kalau dikias, wanita haidh dan orang junub saja dilarang duduk lama-lama dimasjid, apalagi sampai (ma'af) kencing dan menajisi bumi masjid?

3. Adakah batas bawah dan batas atas diperbolehknnya bumi masjid dibuat WC?
4. Seandainya dilarang, adakah solusi yang bisa kita lakukan jika memang kita ada hajat, namun keadaan WC berada di bumi masjid?

Mengingat saya sangat ragu-ragu menggunakan WC yang atasnya dijadikan masjid. Seandainya hanya musholla, maka saya tidak ragu, namun untuk masjid, saya paling tidak hanya mengira ngira, "WC ini masuk bumi masjid tidak?"

Saya mohon jawabannya beserta dalilnya, Ustadz. Terima kasih. Barokalloohu lanaa wa lakum.

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloh.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tidak mungkin sebuah masjid itu terdiri dari 100% bagiannya sebagai areal suci dan sakral. Di mana semua yang masuk ke areal itu wajib suci dari hadats besar. Sebuah majid pastilah membutuhkan areal yang menjadi penunjang.

Batas areal suci dan sakral dari sebuah masjid bukan semata-mata pagar yang memisahkan halaman masjid dengan tanah sekitarnya. Akan tetapi lebih ditentukan berdasarkan ikrar oleh para takmir masjid tersebut. Dan sangat boleh jadi yang merupakan wilayah suci dari masjid itu hanya sebagian saja dari tanah yang diwakafkan untuk masjid. Meskipun tidak mengurangi manfaat dan pahala buat pewakafnya.

Sebab kalau seluruh tanah itu digunakan untuk wilayah suci untuk ibadah saja, maka masjid itu tidak akan punya fasilitas penunjang. Padahal setiap masjid masjid butuh ruang wudhu' berikut kamar mandi dan tempat buang airnya (WC). Bahkan lebih dari itu, tiap masjid butuh ruang khsusus untuk gudang, dapur, kantor takmir, perpustakaan, bahkan tempat untuk menyimpan sendal dan sebagainya.

Pembagian wilayah ini tentu harus berdasarkan musyarawarah dari para takmir masjid. Merekalah nantinya yang akan mengikrarkan bahwa suatu area dari tanah masjid akan dijadikan wilayah suci dan tidak suci.

Boleh jadi diikrarkan bahwa ruangan suci dan sakral itu hanya pada satu lantai saja. Misalnya lantai dua. Sedangkan lantai satu seluruhnya adalah area penunjang yang tidak termasuk sakral. Di situlah terdapat area untuk WC, tempat wudhu', gudang, tempat sampah dan sebagainya.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Quran | 8.272 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat | 6.622 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat | 12.930 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih | 8.399 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah | 7.441 views
Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah | 13.424 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat | 5.672 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum | 5.523 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Nikah | 8.661 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum | 5.520 views
Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris | 5.912 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum | 5.218 views
Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 6.189 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 5.427 views
Do'a dalam Suatu Acara/Rapat
7 June 2006, 03:46 | Umum | 6.718 views
Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid
7 June 2006, 03:43 | Thaharah | 9.868 views
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
7 June 2006, 03:37 | Thaharah | 16.350 views
Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Quran | 6.595 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer | 5.438 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.582 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 43,014,708 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

1-4-2020
Subuh 04:40 | Zhuhur 11:58 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:02 | Isya 19:09 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img