Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf | rumahfiqih.com

Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf

Wed 14 June 2006 03:28 | Shalat | 6.320 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad yang ana hormati, ada pertanyaan yang pernah ana alami dan karena kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut membuat ana tidak tenang dan ragu. Ana pernah terlambat mengikuti shalat ashar berjamaah (masbuk). Begitu ana datang shaf depan sudah penuh jadilah ana sendirian di shaf kedua. Yang ana ingin tanyakan:

1. Apa yang seharusnya ana lakukan, apakah ana langsung ikut shalat dengan sendirian di shaf kedua?
2. Kalau ana harus sendirian di shaf kedua bagaimana posisi ana apakah di tengah-tengah atau di ujung kiri atau kanan?
3. Atau apakah ana harus menarik salah seorang jamaah untuk menemani ana di shaf kedua?

Demikian permasalahan ana, atas jawabannya ana ucapkan jazakumullah khairan katsir.

Jawaban :

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Seseorang tidak diperkenankan untuk berdiri sendirian dalam satu shaf. Minimal dia harus berdua. Bila tidak ada orang lain yang akan menemaninya dalam satu shaf, maka hendaklah dia menarik mundur salah seorang dari shaf yang ada di depannya, agar posisinya jadi berdua dalam satu shaf.

Larangan untuk sendirian dalam satu shaf ini muncul dari hadits berikut:

Dari Washibah bin Ma'bad ra berkata bahwa Rasulullah SAW melihat seseorang shalat di belakang shaf sendirian. Maka beliau memerintahkannya untuk mengulangi shalatnya. (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmizy dan Ibnu Hibban menshahihkannya)

Ibrahim an-Nakha'i dan imam Ahmad bin Hambal mengatakan bahwa dengan adanya hadits ini, maka hukum shalat orang yang sendirian dalam shafnya tidak sah dan harus diulangi lagi.

Attabrani menambahkan dari hadits ini

Janganlah kami masuk kepada mereka (shalat berjamaah) atau kamu menarik seseorang (untuk berdiri di sampingmu).

Juga ada hadits lainnya yang mendukung larangan shalat sendirian dalam satu shaf:

Dari Thalq bin Ali ra. berkata, "Tidak ada shalat bagi orang yang sendirian di belakang shaf." (HR Ibnu Hibban)

Namun Imam Asy-Syafi'i tidak mendukung hal ini, maksudnya beliau tidak memandang bahwa shalat sendirian di belakang shaf sebagai sebuah larangan. Baginya, hal itu boleh terjadi dan shalatnya tetap sah. Lalu apa hujjah beliau dalam hal ini?

Hujjah beliau adalah hadits Rasulullah SAW yang masyhur dari riwayat Abi Bakrah berikut ini.

Dari Abi Bakrah ra. bahwa dirinya datang kepada Nabi SAW ketika dalam keadaan ruku'. Lalu beliau ruku' sebelum mencapai shaf. Beliau SAW lalu bersabda, "Semoga Allah SWT menambah keutamaanmu dan jangan mengulanginya. (HR Bukhari).

Abu Daud menambahkan: Abu Bakrah ruku' di belakang shaf lalu berjalan menuju shaf.

Dari segi perawi, hadits ini memang lebih tinggi derajatnya di bandingkan hadits sebelumnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Esensi yang bisa ditangkap adalah bahwa Rasulullah SAW membolehkan Abu Bakrah ra. shalat sendirian di belakang shaf dan tidak melarangnya.

Adapun komentar imam Asf-Syafi'i terhadap hadits Wabishah yang melarang seorang shalat sendirian di belakang shaf, bahwa hadits itu dhaif. Sedangkan perintah untuk mengulangi shalat itu hukumnya hanya sunnah saja.

Posisi untuk Memulai Shaf Baru

Posisi yang tepat untuk memulai shaf baru adalah di tengah-tengah. Dengan syarat bahwa shaf baru itu bukan hanya terdiri dari satu orang, melainkan minimal dua orang.

Pertama di tengah-tengah, lalu bila ada makmum baru, dia berdiri di sebelah kanannya. Kalau ada lagi makmum baru, dia berdiri di sebelah kirinya. Bila ada yang datang lagi, dia berdiri di sebelah kanan mereka dan bila datang lagi dia berdiri di sebelah kiri mereka.

Dan demikianlah konfigurasi pembentukan shaf baru hingga penuh ke kanan dan ke kiri.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat | 10.214 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih | 7.475 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah | 6.771 views
Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah | 9.695 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat | 5.408 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum | 5.239 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Nikah | 8.137 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum | 5.230 views
Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris | 5.665 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum | 5.044 views
Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 5.840 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 5.115 views
Do'a dalam Suatu Acara/Rapat
7 June 2006, 03:46 | Umum | 6.369 views
Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid
7 June 2006, 03:43 | Thaharah | 9.282 views
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
7 June 2006, 03:37 | Thaharah | 14.567 views
Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Quran | 6.318 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer | 5.222 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat | 5.399 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Nikah | 9.375 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris | 5.692 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,219,530 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img