Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Hadats itu Kotoran Kecil? | rumahfiqih.com

Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?

Mon 19 June 2006 02:08 | Thaharah | 4.979 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang dimuliakan Allah, saya ingin penjelasan beberapa hal di bawah ini:

Pada waktu wudhu niat kita adalah menghilangkan hadats. Apakah sebenarnya yang dimaksud hadats ini? Sementara ini saya mengira-ngira bahwa hadats adalah kotoran kecil? Petanyaan kedua, ketika sholat kita akhiri dengan salam. Kepada siapakah salam ini kita peruntukkan?

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Gunawan

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Hadats bukanlah benda najis yang terlihat secara fisik. Hadats adalah status hukum yang dialami seseorang akibat terjadi suatu hal lain pada dirinya.

Sebagian ulama fiqih ada yang menyebutkan bahwa hadats itu adalah najis secara hukmi (hukum), bukan najis secara fisik (hakiki). Hadats atau najis secara hukum artinya tidak ada benda najis yang terdapat pada tubuh kita, atau pakaian atau tempat shalat, namun seolah-olah secara hukum najis itu ada. Buktinya, ketika berhadats kita tidak boleh masuk masjid, tidak boleh shalat, tidak boleh menyentuh mushaf Al-Quran atau melafadzkannya.

Sedangkan najis hakiki adalah najis yang selama ini kita pahami, yaitu najis yang berbentuk benda yang hukumnya najis. Misalnya darah, kencing, tahi (kotoran manusia), daging babi. Dalam bab tentang najasah, biasanya najis jenis inilah yang kita bahas, bukan najis hukmi.

Adapun najis hukmi itu maksudnya adalah hadats yang dialami oleh seseorang. Misalnya, seorang yang tidak punya air wudhu itu sering disebut dengan dalam keadaan hadats kecil. Dan orang yang dalam keadaan haidh, nifas atau keluar mani serta setelah berhubungan suami isteri, disebut dengan berhadats besar.

Kepada Siapa Salam dalam Shalat?

Untuk menjawab pertanyaan anda, mari kita bukan salah satu rujukan. Kami memilih membuka kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhazzab karya Al-Imam An-Nawawi rahimahulah.

Di dalamnya ada terdapat beberapa nash dari hadits nabawi yang menjelaskan jawaban atas pertanyaan anda. Yaitu salam yang kita ucapkan di akhir shalat itu ditujukan untuk beberapa kemungkinan, antara lain untuk diri kita sendiri, atau untuk sesama yang shalat jamaah, atau untuk para malaikat dan juga para nabi.

Samurah ra meriwayatkan, "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk memberi salam (dalam shalat) kepada diri kami dan juga kepada sesama kami."

Dari Ali ra. bahwa Nabi SAW shalat Dzhuhur 4 rakaat dan setelahnya shalat 2 rakaat dan shalat sebelum Ashar 4 rakaat. Beliau memisahkan antara 2 rakaat dengan salam kepada para malaikat al-muqarrabin, para nabi dan orang mukmin yang bersamanya.

Semoga kutipan pendek ini cukup untuk menjelaskan jawaban pertanyaan anda.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat | 6.580 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat | 8.798 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara | 5.544 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat | 4.690 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Quran | 6.977 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah | 6.114 views
Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Quran | 7.608 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat | 6.195 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat | 9.395 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih | 7.158 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah | 6.586 views
Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah | 8.508 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat | 5.313 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum | 5.141 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Nikah | 7.959 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum | 5.130 views
Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris | 5.565 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum | 4.958 views
Percaya pada Ramalan Apa Hukumnya?
8 June 2006, 03:05 | Aqidah | 5.727 views
Boikot Apapun yang 'Berbau' Yahudi?
7 June 2006, 03:53 | Kontemporer | 5.032 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,405,729 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img