Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal? | rumahfiqih.com

Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal?

Tue 20 June 2006 07:47 | Mawaris | 5.089 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Ba'da tahmid wa sholawat,
Ustadz, bagaimana hukumnya tanah/rumah yang sudah diwariskan oleh orang tua kepada anaknya (perempuan), kemudian setelah sekian lama diwariskan kemudian anaknya itu meninggal. Apakah warisan itu kembali ke orang tua yang mewariskan atau menjadi hak anak-anak (1 orang anak laki-laki sudah berkeluarga) yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya?

Jazakalloh atas jawabanya.

wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Harta yang sudah diwariskan tentunya telah menjadi milik ahli waris sepenuhnya. Namun kalau membaca pertanyaan anda, di mana orang tua itu bisa mengambil kembali harta yang telah diwariskan atau tidak, rasanya perlu dijelaskan lebih dulu.

Perlu diketahui bahwa yang namanya harta warisan itu tidak pernah dibagi kecuali pemiliknya telah meninggal dunia. Kalau pemiliknya masih hidup dan memberi harta kepada ahli warisnya, namanya bukan warisan melainkan hibah.

Bila suatu harta sudah dihibahkan, tentu tidak bisa diambil lagi begitu saja oleh yang memberi hibah, hanya lantaran yang bersangkutan meninggal dunia. Tetapi harta itu harus diwariskan kepada ahli warisnya sesuai dengan keadaan mereka.

Memang dalam pembagiannya, orang tua almarhumah baik ayah atau ibu almarhumah, termasuk di antara ahli waris yang juga berhak atas warisan itu. Tapi besarnya tidak 100%, melainkan 1/6, 1/3 atau ashabah. Tergantung konfigurasi ahli waris almarhumah saat itu.

Anda menyebutkan bahwa almarhumah punya satu orang anak laki-laki, tentunya dia adalah ahli waris almarhum. Namun sayangnya anda tidak sebutkan apakah almarhumah punya suami saat wafatnya. Padahal keberadaan suami ini sangat berpengaruh, sebab dia punya jatah warisan dari isterinya sebesar 1/4 bagian.

Ditambah lagi dengan orang tua almarhumah, kurang jelas juga, apakah masih ada ayah dan ibu lengkap, ataukah hanya satu saja yang ada. Jatah ayah kandung adalah 1/6 bagian dan jatah untuk ibu, dalam hal ini, juga 1/6 juga.

Maka hitungan ini hanya anggapan saja, belum tentu sesuai dengan kenyataannya, lantaran datanya tidak lengkap. Anggaplah ketika almarhumah wafat, beliau meninggalkan ayah, ibu, satu anak laki-laki dan suami.

Maka hak suami adalah 1/4, hak ayah adalah 1/6 dan hak ibu 1/6. Berapa hak untuk anak laki-laki?

Anak laki-laki dalam hal ini mendapat sisa dari semua hak yang telah ditetapkan untuk suami, ayah dan ibu. Untuk itu kita harus tahu dulu berapakah yang sudah diambil oleh mereka. Kita jumlahkan saja hak masing-masing, jawabannya adalah1/4 + 1/6 + 1/6 = 4/12 + 2/12+ 2/12= 8/12 = 2/3. Berarti suami, ayah dan ibu sudah mengambil total 2/3 dari seluruh harta.

Jadi yang tersisa adalah1/3-nya. Angka 1/3 adalah hak anak laki-laki sebagai ashabah. Tidak ada pengaruhnya apakah anak laki-lak ini sudah berkeluarga atau belum. Dalam hukum waris, tidak ada pengaruh berarti apakah seseorang itu sudah berkeluarga atau belum. Yang penting, posisinya tertutup atau tidak.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pembatalan Nazar
20 June 2006, 06:22 | Umum | 6.801 views
Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Nikah | 5.360 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum | 5.045 views
Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah | 7.961 views
Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?
19 June 2006, 02:08 | Thaharah | 4.863 views
Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat | 6.274 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat | 8.463 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara | 5.372 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat | 4.595 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Quran | 6.629 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah | 5.823 views
Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Quran | 7.290 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat | 6.008 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat | 8.592 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih | 6.746 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah | 6.280 views
Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah | 7.343 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat | 5.156 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum | 4.997 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Nikah | 7.612 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,487,571 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:51 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img