Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Warisan dan Kontribusi Anak | rumahfiqih.com

Warisan dan Kontribusi Anak

Fri 23 June 2006 01:45 | Mawaris | 4.872 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Sepeninggal bapak maka terdapat 1 orang ibu, 3 anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki. Saya mohon pencerahan dalam hal:

1. Bagaimana perhitungan warisnya?
2. Apabila pada saat pembelian harta waris tersebut terdapat kontribusi dari sebagian anak, maka apakah sebaiknya kontribusi tersebut dikembalikan dahulu kepada sebagian anak tersebut sehingga diperoleh harta waris yang sebenarnya?
3. Apakah hak waris itu melekat pada individu? Misalnya seorang isteri memperoleh hak waris dari almarhum ayahnya, apakah sang isteri tersebut berkuasa penuh terhadap penggunaannya dan suaminya tidak dapat melakukan apapun mengenai hak waris tersebut?

Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Barangkali yang anda maksud dengan terdapat seorang ibu adalah isteri dari almarhum yang wafat. Jadi almarhum wafat dengan meninggalkan 1 orang isteri, 2 orang anak laki dan 3 orang anak perempuan.

Kalau benar demikian, maka pembagiannya menjadi sangat mudah. Mengapa?

Karena keberadaan anak laki-laki akan menghijab saudara-saudari almarhum beserta keturunan mereka, juga menghijab paman almarhum beserta keturunan mereka. Dan harta warisan hanya akan dibagikan kepada link yang sangat terbatas, yaitu isteri almarhum dan anak-anaknya saja.

Kecuali bila masih ada ayah dan ibu dari almarhum. Bila keduanya masih ada, tentu keduanya kebagian. Tapi karena anda tidak menyebutkan keberadaan mereka, kita anggap saja ayah dan ibu almarhum memang sudah tiada.

a. Untuk Isteri

Seorang isteri mendapat dari harta suaminya yang wafat sebesar 1/8 (12,5%) dari total harta yang diwariskan. Hal ini lantaran almarhum punya far' waris, misalnya anak-anak.

Seandainya almarhum tidak punya far' waris, maka isteri akan mendapat bagian yang 2 kali lipat lebih besar, yaitu 1/4 (25%).

Dasarnya adalah firman Allah SWT:

Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau sesudah dibayar hutang-hutangmu... (QS An-Nisa': 12)

b. Untuk Anak-anak

Bila isteri sudah ketahuan mendapatkan bagiannya yang 1/8 (12,5%) itu, maka anak-anak dalam hal ini berposisi sebagai ashabah. Yaitu ahli waris yang menerima sisa dari pembagian para ashabul furudh.

Sisanya adalah 7/8 bagian atau 87,5% dari total seluru harta yang diwariskan. Harta yang 7/8 ini dibagi rata kepada semua anak, tapi dengan ketentuan tiap anak laki-laki mendapat dua kali lipat yang didapat anak perempuan.

Jadi tiap anak laki-laki kita hitung dua orang perempuan. Kalau anak laki ada 2 orang, kita hitung seolah-olah mereka ada 4 orang yang sebanding besarnya dengan anak perempuan.

Jadi harta yang 7/8 itu kita bagi 7 sama besar. Tiap anak perempuan akan mendapat satu bagian, tapi tiap anak laki-laki akan mendapat 2 bagian.

Tiap anak perempuan mendapat 1/7 x 7/8 = 7/56, atau sama dengan 1/8. Sedangkan tiap anak laki-laki akan mendapat 2/7 x 7/8 = 14/56, atau setara dengan 2/8.

  • Isteri = 1/8(12,5%)
  • Anak laki pertama = 2/8(25%)
  • Anak laki kedua = 2/8 = 25%
  • Anak perempuan pertama = 1/8(12,5%)
  • Anak perempuankedua = 1/8(12,5%)
  • Anak perempuanketiga = 1/8(12,5%)
  • TOTAL = 8/8 (100%)

2. Benar, kontribusi tersebut dikembalikan dahulu kepada sebagian anak tersebut sehingga diperoleh harta waris yang sebenarnya.

3. Benar, hak waris itu melekat pada individu. Misalnya seorang isteri memperoleh hak waris dari almarhum ayahnya, maka sang isteri tersebut berkuasa penuh terhadap penggunaannya dan suaminya tidak dapat melakukan apapun mengenai hak waris tersebut.

Karena harta isteri adalah harta isteri, suami tidak punya hak untuk ikut campur di dalamnya. Sebaliknya, pada sebagian harta suami justru ada hak isteri. Sehingga suami berkewajiban memberi nafkah dari sebagian hartanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apa itu Mazi?
22 June 2006, 04:51 | Thaharah | 7.277 views
Benarkah Surat Abasa Teguran kepada Nabi yang Bermuka Masam?
22 June 2006, 01:44 | Quran | 7.090 views
Pinjam di Koperasi, Ribakah?
22 June 2006, 01:43 | Muamalat | 6.610 views
Ingin Mengadakan Kajian Kristen, Tapi Takut Non Muslim Tersinggung
21 June 2006, 04:21 | Umum | 4.785 views
Malu Berdoa
21 June 2006, 03:49 | Umum | 6.125 views
Saudara Ayah sebagai Wali Nikah
20 June 2006, 23:25 | Nikah | 5.737 views
Nasakh al-Quran
20 June 2006, 08:57 | Quran | 7.190 views
Talaq dan Rujuk dalam Islam
20 June 2006, 08:08 | Nikah | 5.668 views
Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal?
20 June 2006, 07:47 | Mawaris | 5.238 views
Pembatalan Nazar
20 June 2006, 06:22 | Umum | 7.296 views
Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Nikah | 5.520 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum | 6.063 views
Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah | 8.476 views
Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?
19 June 2006, 02:08 | Thaharah | 4.979 views
Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat | 6.580 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat | 8.798 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara | 5.544 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat | 4.690 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Quran | 6.977 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah | 6.114 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,405,613 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img