Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Malu Berdoa | rumahfiqih.com

Malu Berdoa

Wed 21 June 2006 03:49 | Umum | 6.123 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, mengapa akhir-akhir ini saya malu sekali berdoa. Padahal jika saya berdo'a saya suka merasa tenang karena seperti orang yang mengadu atau curhat. Masalahnya saya malu berdo'a karena saya merasa kesusahan saya adalah akibat saya sendiri. Dan saya harus menerima itu. Tapi kadang kala bila sehabis shalat saya selalu bertanya mengapa tidak terkabul do'a itu. Bahkan saya sering berfikir jika susah baru meminta dengan do'a giliran senang lupa. Itulah yang selalu menjadi rasa malu di hati saya. Saya mohon diberikan jalan ketenangan di hati saya. Syukron.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Malu pada Allah SWT itu baik, tapi kalau ekspresi malu itu salah kaprah, malah menjadi tidak baik.

Misalnya kita malu melakukan maksiat kepada Allah SWT, lantaran kita merasa sudah begitu banyak diberi hal-hal yang sangat bernilai, kenapa kita masih saja melanggar aturannya. Rasanya malu sekali kalau sampai melanggar lagi. Terus setelah itu kita jadi bertekad tidak mau melakukannya lagi.

Sikap malu seperti ini adalah sikap malu yang positif dan patut ditiru. Karena malu yang begini sangat produktif dan bermanfaat buat kebaikan kita.

Tapi kalau ekspresi malu yang kita lakukan justru tidak produktif, maka rasa malu itu justru malah memalukan. Seperti perasaan malu karena banyak dosa, lalu tidak mau menghadap Allah dalam bentuk shalat. Ini bukan malu tapi membangkang.

Atau merasa malu untuk meminta dan berdoa kepada Allah SWT, lantaran sudah terlalu sering minta dan berdoa. Atau tidak mau minta dan berdoa lantaran malu karena mintanya hanya kalau lagi butuh saja. Nah, malu yang model begini tidak lahir kecuali atas bisikan syetan. Malu seperti ini harus dihindari karena tidak produktif dan bukan pada tempatnya.

Kalau kita merasa sudah terlalu banyak permintaan kepada Allah SWT, bukan berarti kita harus malu untuk minta lagi. Sebab Allah SWT itu bukan manusia yang punya batas pemberian. Sebaliknya, justru Dia adalah Tuhan yang pemberiannya tidak pernah ada habisnya. Bahkan seluruh manusia di dunia ini menadahkan tangan meminta-minta kepada-Nya, pemberiannya tidak akan pernah ada habisnya. Jadi kenapa harus berhenti meminta?

Padahal Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk meminta kepada-Nya.

Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Al-Mu;min: 60)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al-Baqrah: 186)

Karena itu jangan malu berdoa, karena bukan tempatnya untuk malu berdoa. Kalau mau malu, malu lah dari perbuatan maksiat. Itu baru malu namanya. Malu dari melakukan hal-hal yang diharamkan Allah adalah ibadah dan taqarrub kepada-Nya. Malu yang bermanfaat dan berpahala.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Saudara Ayah sebagai Wali Nikah
20 June 2006, 23:25 | Nikah | 5.736 views
Nasakh al-Quran
20 June 2006, 08:57 | Quran | 7.189 views
Talaq dan Rujuk dalam Islam
20 June 2006, 08:08 | Nikah | 5.668 views
Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal?
20 June 2006, 07:47 | Mawaris | 5.236 views
Pembatalan Nazar
20 June 2006, 06:22 | Umum | 7.295 views
Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Nikah | 5.519 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum | 6.058 views
Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah | 8.474 views
Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?
19 June 2006, 02:08 | Thaharah | 4.978 views
Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat | 6.578 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat | 8.798 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara | 5.544 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat | 4.690 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Quran | 6.975 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah | 6.113 views
Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Quran | 7.608 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat | 6.194 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat | 9.391 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih | 7.153 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah | 6.586 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,395,678 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img