Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pinjam di Koperasi, Ribakah? | rumahfiqih.com

Pinjam di Koperasi, Ribakah?

Thu 22 June 2006 01:43 | Muamalat | 6.281 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum w. w.

Pak Ustadz, to the point saja. Koperasi saya menyediakan pinjaman bagi anggotanya, dengan bunga 10%. Misal si A pinjam, tetapi dari bunga 10% itu =5% akan dimasukkan ke las peminjam si A sebagai keuntungan dan 5% lagi dimasukkan ke kas koperasi sebagai laba koperasi. Laba koperasi digunakan untuk usaha operasi, yang tentunya laba hasil usaha koperasi akan diberikan ke anggota Koperasi. Yang boleh pinjam hanya anggota koperasi. Pinjaman seperti di atas, ribakah?

Atas Jawaban pak Ustadz, saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu'alaikum w.w.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pinjaman itu 100% riba dan termasuk akad yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada kaitannya dengan keuntungan koperasi yang akan dikembalikan kepada anggota, namun akad pinjam uang dengan keharusan pengembalian lebih dari yang dipinjam adalah riba. Meski tujuan tambahan itu untuk kas koperasi atau untuk keperluan seluruh anggota sendiri.

Sebab prinsip dasar tentang hukum uang menurut syariat Islam bahwa uang itu tidak boleh disewakan. Dan meminjamkan uang dengan kewajiban pengembalian pokoknya serta tambahanannya sama dengan penyewaan uang.

Dalam Islam yang boleh disewakan hanya barang atau jasa, tapi bukan uang atau alat tukar lainnya seperti emas dan perak.

Lalu adakah jalan keluar yang halal namu koperasi tetap bisa mendapatkan laba?

Selalu ada jalan yang halal asalkan kita mau melakukannya. Caranya dengan mengubah akadnya menjadi akad mudharabah atau murabahah yang dihalalkan dalam Islam. Bukan pinjaman berbunga seperti yang anda ceritakan.

Sebagai ilustrasi sederhana, katakanlah anda sebagai anggota koperasi butuh sepeda motor. Dari pada pinjam uang ke koperasi dengan bunga, lebih baik dibuat perjanjian bahwa koperasi membelikan motor untuk anda, lalu anda membayar secara angsuran kepada koperasi. Untuk jasa itu, koperasi berhak mendapatkan keuntungan dari penjualan motor. Kalau harga asli di showroom katakanlah 10 juta, maka koperasi membeli dan menjualnya kepada anda dengan harga lebih. Misalnya menjadi 12 juta namun boleh diangsur selama setahun.

Ini tentu akan menguntungkan kedua belah pihak. Anda dan koperasi tidak terkena haramnya riba, tetapi kebutuhan anda untuk punya motor bisa terpenuhi. Sementara koperasi pun akan diuntungkan karena mendapat margin tertentu atas jasa menjual motor kepada anggotanya.

Lalu kemudian anda akan bertanya, bagaimana seandainya yang dibutuhkan bukan motor tapi untuk keperluan bayar uang sekolah, berobatdan kebutuhan yang primer lainnya?

Saran kami kepada koperasi untuk membedakan antara kebutuhan yang bersifat mendasar dengan yang bersifat umum. Untuk kebutuhan mendasar seperti biaya sekolah, berobat dan sejenisnya, sebaiknya koperasi tidak mengambil keuntungan dari peminjaman uang kepada anggotanya. Itulah fungsi koperasi, memberi bantuan kepada yang memang sangat membutuhkan tanpa harus menzaliminya.

Sedangkan untuk modal kerja atau kebutuhan pengadaan barang kebutuhan seperti kendaraan, membangun rumah dan sejenisnya, barulah koperasi menerapkan sistem bagi hasil sesuai syariat Islam.

Jadi ada bantuan yang bersifat profit dan ada juga yang bersifat sosial.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ingin Mengadakan Kajian Kristen, Tapi Takut Non Muslim Tersinggung
21 June 2006, 04:21 | Umum | 4.563 views
Malu Berdoa
21 June 2006, 03:49 | Umum | 5.864 views
Saudara Ayah sebagai Wali Nikah
20 June 2006, 23:25 | Nikah | 5.378 views
Nasakh al-Quran
20 June 2006, 08:57 | Quran | 6.769 views
Talaq dan Rujuk dalam Islam
20 June 2006, 08:08 | Nikah | 5.364 views
Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal?
20 June 2006, 07:47 | Mawaris | 5.050 views
Pembatalan Nazar
20 June 2006, 06:22 | Umum | 6.674 views
Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Nikah | 5.319 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum | 4.969 views
Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah | 7.825 views
Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?
19 June 2006, 02:08 | Thaharah | 4.828 views
Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat | 6.182 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat | 8.377 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara | 5.323 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat | 4.560 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Quran | 6.529 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah | 5.755 views
Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Quran | 7.220 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat | 5.968 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat | 8.354 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,454 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img