Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menikah di Depan Jenazah | rumahfiqih.com

Menikah di Depan Jenazah

Thu 29 August 2013 02:42 | Nikah | 9.360 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Saya ingin tahu masalah pernikahan yang dilakukan di depan jenazah orang tua. Ada teman saya ketika ayahnya meninggal, sebelum dikebumikan anaknya dinikahkan siri, dengan alasan pada waktu itu ayahnya bilang kalau ingin melihat pernikahan anaknya. Apakah pernikahan di depan jenazah ada dalam Islam dan apakah hukum bagi orang yang melakukannya? Terima kasih atas informasinya.

Wass.wr.wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau keinginan sang ayah adalah ingin melihat pernikahan anaknya, namun beliau sudah lebih dulu dipanggil Allah SWT, tentu tidak bisa dilaksanakan. Sebab jenazah yang sudah wafat itu mana mungkin bisa melihat peristiwa pernikahan, bukan?

Jadi sesungguhnya perbuatan itu hanya akal-akalan saja, sama sekali tidak masuk logika syariah. Sebab orang yang sudah wafat tidak bisa melihat atau menyaksikan apapun.

Sedangkan kalau dikatakan bahwa arwah seseorang yang sudah meninggal masih bisa melihat dan mendengar suara orang yang masih hidup, memang ada benarnya. Tetapi perlu diingat bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan jenazahnya.

Rasulullah SAW dahulu pernah diriwayatkan berbicara dengan penghuni kubur, lalu para shahabat bertanya, apakah orang mati bisa mendengar. Pertanyaan itu dijawab oleh beliau bahwa hal itu memang benar. Bahkan semua makhluk di dunia ini mendengarnya, kecuali manusia.

Tapi riwayat ini sama sekali tidak menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berbicara dengan mayat sebelum dikubur, melainkan dengan ruh orang yang jasadnya sudah dikuburkan.

Walhasil, kalau logika yang seperti ini mau dipakai juga, tentu pernikahan tidak harus dilakukan di depan jenazah yang wafat, tetapi bisa kapan saja dan di mana saja. Toh menurut pendapat ini, ruh manusia bisa menyaksikan keluarganya.

Akan tetapi apakah ruh itu kemudian gentayangan dan jadi hantu yang menakuti anak-anak, tentu tidak demikian. Kalau dikatakan ruh itu bisa menyaksikan, hanya sebatas menyaksikan saja. Tetapi tidak bisa menjelma di alam nyata sambil melakukan keonaran di sana-sini. Yang melakukan hal-hal seperti itu bukan ruh manusia, melainkan jin yang menyamar dan menakuti orang kampung dengan tujuan agar orang-orang melakukan kemusyrikan.

Sebab bila ada hantu gentayangan, biasanya dipanggilkan dukun. Lalu dukun akan 'mengusir' hantu itu, tapi minta syarat. Justru di dalam syarat itulah terdapat jebakan hal-hal yang syirik. Sekali dituruti, maka jin itu akan terus berupaya memperdaya manusia.

Kembai kepada pernikahan di depan jenazah, secara sosial dan semangat pernikahan, justru tidak layak. Sebab Rasulullah SAW selalu memposisikan pernikahan itu dengan kebahagiaan. Bahkan sampai beliau memerintahkan agar dihidangkan makanan walimah, hingga dibolehkannya nyanyian dengan alat pukul.

Semua itu memberi isyarat kepada kita bahwa pernikahan itu adalah kegembiraan, bukan kesedihan. Apalagi harus di depan jenazah. Tentu tidak demikian pesan yang kita tangkap.

Apalagi mengingat bahwa yang dimaksud bahwa orang tua ingin melihat anaknya menikah, tentu bukan setelah wafatnya, tetapi ketika masih hidup.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Doa Agar Suami Tidak Dipoligami, Bolehkah?
27 August 2013, 07:54 | Nikah | 13.686 views
Tidak Tahan Menggauli Isteri Masih Nifas
27 August 2013, 04:39 | Nikah | 11.488 views
Kondangan Diniatkan Infaq?
26 August 2013, 04:39 | Umum | 12.921 views
Hukum Menikah untuk Diceraikan
22 August 2013, 07:40 | Nikah | 8.838 views
Tarif Memanggil Penceramah Terkenal Mahalnya
21 August 2013, 03:24 | Kontemporer | 13.040 views
Bolehkah Menikah Dengan Wali Hakim?
20 August 2013, 21:52 | Nikah | 16.685 views
Janda Berangkat Haji Dalam Masa Iddah, Haramkah?
19 August 2013, 18:59 | Haji | 11.734 views
Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun
16 August 2013, 11:35 | Shalat | 11.095 views
Minum Khamar Harus Dicambuk?
14 August 2013, 23:26 | Jinayat | 15.342 views
Mengganti Hutang Puasa Yang Sudah Terlalu Lama
12 August 2013, 23:40 | Puasa | 306.837 views
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?
9 August 2013, 21:54 | Zakat | 14.031 views
Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 23.448 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 13.088 views
Bayi Dalam Kandungan Apakah Dibayarkan Zakatnya?
4 August 2013, 13:17 | Zakat | 14.613 views
Emas Berstatus Digadaikan, Wajibkah Dizakati?
2 August 2013, 23:57 | Zakat | 15.558 views
Pernikahan Beda Jamaah
31 July 2013, 04:36 | Nikah | 14.072 views
Fiqih I'tikaf Lengkap
29 July 2013, 21:43 | Puasa | 28.976 views
Jumlah Takbir Shalat Iedul Fitri
29 July 2013, 09:44 | Shalat | 15.718 views
Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?
27 July 2013, 06:51 | Puasa | 32.635 views
Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 32.638 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 41,790,836 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-2-2020
Subuh 04:41 | Zhuhur 12:08 | Ashar 15:17 | Maghrib 18:18 | Isya 19:26 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img