Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Cara Berwudhu Wanita Berjilbab | rumahfiqih.com

Cara Berwudhu Wanita Berjilbab

Tue 27 November 2012 06:02 | Thaharah | 10.443 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu`alaikum wr. wb.

Ustadz, saya heran melihat cara berwudhu teman-teman saya yang berjilbab. Mereka berwudhu tanpa melepaskan/membuka jilbabnya, jadi masih dalam keadaan rapat. Bahkan untuk menyeka telinga sekali pun! Padahal mereka berwudhu di tempat khusus akhwat. Ruangan khusus dan pintu tertutup rapat.

Sepengetahuan saya, aurat seorang muslimah boleh dilihat oleh sesama muslimah. Jadi,apa yang mendasari mereka melakukan hal tersebut? Adakah dalil yang menyinggung hal di atas?

Mohon penjelasannya, Ustadz. Terima kasih

Wassalamu`alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Di antara salah satu rukun wudhu' adalah menyapu kepala dengan tangan yang basah dengan air. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

Dan usaplah kepalamu. (QS Al-Maidah: 6)

Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan/dahi ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.

Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar sebagian dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.

Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang diwajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala.

Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali.

Adapun Asy-syafi`iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah:

Dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra. bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubun-ubunnya dan 'imamahnya (sorban yang melingkari kepala). (HR Muslim)

Khusus hadits ini, seringkali disalah-pahami oleh sebagai orang, seolah-olah hadits ini menjadi dalil atas kebolehan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala. Padahal justru hadits secara tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengusap sebagian kepala lalu mengusap sorbannya. Namun beliau SAW bukan hanya mengusap sorban saja, tetapi mengusap sebagian kepala. Dan justru merupakan bagian yang pokok.

Dengan demikian pandangan mereka yang membolehkan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala adalah pendapat yang kurang bisa diterima. Dan tentu saja wudhu' yang seperti itu tidak sah, lantaran kurang satu rukunnya.

Juga tidak bisa mengambil qiyas dari syariat mengusap khuff (sepatu yang menutup mata kaki), yang memang dibenarkan sebagai pengganti untuk mencuci kaki dalam wudhu'. Karena ada dalil yang sharih dari Rasulullah SAW.

Adapun kerudung, tentu tidak bisa diqiyaskan begitu saja dengan sepatu. Masing-masing harus punya dalil sendiri-sendiri secara langsung dari Rasulullah SAW.

Bila masalahnya karena takut membuka aurat di tempat yang umum dan terbuka, sebenarnya mengusap sebagian kepala tetap bisa dilakukan tanpa harus membuka kerudung. Apalagi kalau menggunakan pendapat As-Syaf'i yang membolehkan mengusap rambut. Mudah sekali melakukannya, cukup masukkan tangan yang basah ke dalam kerudung dari dalam, bila dirasa sudah ada bagian rambut yang basah, sudah sah rukun untuk mengusap kepala. Hal itu bisa tetap dilakukan tanpa harus melepas kerudung.

Sedangkan mengusap kerudung sebagai ganti mengusap kepala, justru tidak memenuhi standar rukun wudhu'.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Batas Kebolehan Perbedaan Pendapat
26 November 2012, 05:14 | Ushul Fiqih | 8.015 views
Shalat Khusyu' Sesuai Rasulullah SAW
25 November 2012, 02:18 | Shalat | 82.149 views
Berdoa Agar PSSI Menang, Kok Nggak Menang-menang Juga?
24 November 2012, 09:46 | Kontemporer | 8.011 views
Bersalaman Seusai Shalat
22 November 2012, 17:01 | Shalat | 9.856 views
Bolehkah Merevisi Mahar Setelah Akad?
20 November 2012, 17:00 | Nikah | 22.172 views
Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid?
18 November 2012, 17:00 | Shalat | 12.994 views
Demokrasi Soal Aqidah atau Muamalah?
17 November 2012, 17:00 | Kontemporer | 9.413 views
Shalat Hadiah untuk Orang Tua Meninggal
16 November 2012, 00:45 | Shalat | 12.232 views
Operasi Selaput Dara
15 November 2012, 17:00 | Wanita | 7.689 views
Dzikir Ratib Al Haddad
14 November 2012, 17:00 | Umum | 53.444 views
Hukum Wanita Haid Masuk Masjid
12 November 2012, 03:25 | Thaharah | 38.478 views
Wanita Haram Menjadi Imam Buat Laki-laki
7 March 2012, 17:00 | Shalat | 9.548 views
Benarkah Wanita Boleh Jadi Imam Shalat Buat Laki-laki?
6 March 2012, 17:00 | Shalat | 6.320 views
Mengulang-ulang Tayammum
4 March 2012, 17:00 | Thaharah | 5.804 views
Benarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa?
6 September 2008, 22:45 | Puasa | 8.712 views
Mimpi Basah Saat Ramadhan
6 September 2008, 22:44 | Puasa | 6.901 views
Perlukah Bersyahadat Lagi?
6 September 2008, 12:20 | Aqidah | 8.885 views
Kafirkah Orang Tua Rasullulloh?
6 September 2008, 12:18 | Aqidah | 12.464 views
Nabi Isa Disebutkan 25 Kali Dalam Al-Quran
6 September 2008, 11:53 | Aqidah | 7.016 views
Taqdir, Bisakah Diubah?
6 September 2008, 11:51 | Aqidah | 10.382 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,463,431 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-12-2019
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:50 | Ashar 15:17 | Maghrib 18:07 | Isya 19:21 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img