Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Celakalah bagi Tumit-Tumit itu dari Siksa Api Neraka | rumahfiqih.com

Celakalah bagi Tumit-Tumit itu dari Siksa Api Neraka

Wed 28 June 2006 09:36 | Thaharah | 6.591 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu`alaikum wr. wb.

Ustadz, saya pernah membaca buku Ringkasan Shahih Bukhari mengenai "Membasuh Kedua Kaki" yang dalam catatan kecilnya dari Abu Dzar menambahkan "Dan tidak mengusap kedua tumit" dan sabda Rasulullah SAW, "Celakalah bagi tumit-tumit itu dari siksa api neraka."

Mohon penjelasannya bagaimana tata cara berwudhu yang benar, terima kasih.

Wassalamu`alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'laikum warahmatullahi wabarakatuh

Hadits yang anda tanyakan itu adalah hadits yang sangat masyhur dan beberapa shahabat yang berbeda ikut meriwayatkannya. Beberapa teksnya adalah:

Hadits ini menjelaskan kewajiban berwudhu dengan membasuh kaki hingga mata kaki. Ancamannya adalah neraka seandainya ketika mencuci kedua kaki, tidak menyertakan kedua mata kaki. Sebab wudhu' itu menjadi tidak sah, bukan?

Dan bila wudhu' tidak sah, tentu saja shalat yang dilakukannya tidak sah juga. Maka wajar saja bila seseorang yang wudhu'nya tidak sampai membasahi kedua mata kakinya, bisa masuk neraka. Sebab tindakan itu membuat shalatnya juga tidak sah. Dan orang yang tidak sah shalatnya akan terhitung sebagai orang yang tidak shalat. Dan orang yang tidak shalat tentu akan masuk neraka.

Maka dengan demikian, hadits ini memang benar. Yaitu hanya gara-gara mata kaki (yang tidak ikut dibasahi waktu wudhu'), seseorang bisa masuk neraka.

Tata Cara Wudhu

Sebenarnya kalau mau disertakan dengan perkara sunnah, memang wudhu' itu menjadi sangat komleks dan banyak. Jadi di sini kita hanya akan menuliskan anggota tubuh yang menjadi rukun wudhu'. Maksudnya, yang harus dibasahi dan bila ditinggalkan wudhu' itu tidak sah.

Dan tata cara wudhu yang benar sebenarnya sederhana sekali, yaitu membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala dan membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki.

Semua itu sudah tertuang dalam firman Allah SWT:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki... (QS Al-Maidah: 6)

1. Membasuh Wajah

Para ulama menetapkan bahwa batasan wajah seseorang itu adalah tempat tumbuhnya rambut (manabit asy-sya'ri) hingga ke dagu dan dari batas telinga kanan hingga batas telinga kiri.

2. Membasuh kedua tangan hingga siku

Secara jelas disebutkan tentang keharusan membasuh tangan hingga ke siku. Dan para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bahwa siku harus ikut dibasahi. Sebab kata `Ilaa` dalam ayat itu adalah lintihail ghayah. Selain itu karena yang disebut dengan tangan adalah termasuk juga sikunya.

Selain itu juga diwajibkan untuk membahasi sela-sela jari dan juga apa yang ada di balik kuku jari. Para ulama juga mengharuskan untuk menghapus kotoran yang ada di kuku bila dikhawatirkan akan menghalangi sampainya air.

Jumhur ulama juga mewajibkan untuk menggerak-gerakkan cincin bila seorang memakai cincin ketika berwudhu, agar air bisa sampai ke sela-sela cincin dan jari. Namun Al-Malikiyah tidak mengharuskan hal itu.

3. Mengusap kepala

Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan/dahi ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.

Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.

Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang wajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala. Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali.

Adapun Asy-Syafi`iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah: Bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubun-ubunnya dan imamahnya (sorban yang melingkari kepala).

4. Mencuci kaki hingga mata kaki.

Menurut jumhur ulama, yang dimaksud dengan hingga mata kaki adalah membasahi mata kakinya itu juga. Sebagaimana dalam masalah membahasi siku tangan. Secara khusus Rasulullah SAW mengatakan tentang orang yang tidak membasahi kedua mata kakinya dengan sebutan celaka. Celakalah kedua mata kaki dari neraka.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'laikum warahmatullahi wabarakatuh Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Najiskah Sofa yang Terkena Air Kencing Anak Balita
28 June 2006, 05:44 | Thaharah | 6.999 views
Shalat Zhuhur Ba'da Shalat Jum'at
28 June 2006, 04:39 | Shalat | 5.421 views
Hukum Merokok, Makruh atau Haram?
28 June 2006, 04:27 | Kontemporer | 7.033 views
Bagaimana Shalat Seorang Mahasiswa di Luar Negeri (Musafir)?
26 June 2006, 01:17 | Shalat | 5.458 views
Halalkah
26 June 2006, 01:17 | Umum | 4.611 views
Hari Kiamat
26 June 2006, 01:17 | Aqidah | 6.409 views
Menikah tanpa Restu dari Orang Tua Pihak Puteri
23 June 2006, 06:32 | Nikah | 5.452 views
Warisan dan Kontribusi Anak
23 June 2006, 01:45 | Mawaris | 4.864 views
Apa itu Mazi?
22 June 2006, 04:51 | Thaharah | 7.247 views
Benarkah Surat Abasa Teguran kepada Nabi yang Bermuka Masam?
22 June 2006, 01:44 | Quran | 7.025 views
Pinjam di Koperasi, Ribakah?
22 June 2006, 01:43 | Muamalat | 6.586 views
Ingin Mengadakan Kajian Kristen, Tapi Takut Non Muslim Tersinggung
21 June 2006, 04:21 | Umum | 4.770 views
Malu Berdoa
21 June 2006, 03:49 | Umum | 6.111 views
Saudara Ayah sebagai Wali Nikah
20 June 2006, 23:25 | Nikah | 5.709 views
Nasakh al-Quran
20 June 2006, 08:57 | Quran | 7.158 views
Talaq dan Rujuk dalam Islam
20 June 2006, 08:08 | Nikah | 5.656 views
Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal?
20 June 2006, 07:47 | Mawaris | 5.226 views
Pembatalan Nazar
20 June 2006, 06:22 | Umum | 7.247 views
Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Nikah | 5.505 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum | 5.949 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,229,900 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

15-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:01 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img