Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Najiskah Sofa yang Terkena Air Kencing Anak Balita | rumahfiqih.com

Najiskah Sofa yang Terkena Air Kencing Anak Balita

Wed 28 June 2006 05:44 | Thaharah | 7.014 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz yang terhormat, kami mempunyai anak balita (1,5 tahun), kesukaannya bermain menaiki sofa sambil berlocat-loncat, dan tak jarang kadang ia pipis di atas sofa tersebut. Setiap kali habis terkena air kencing sofa tersebut kami bersihkan dengan kain yang yang dibasahi air dan sabun, kemudian dibilas dengan kain yang dibasahi air saja. Namun setelah kering, bau ompolnya masih tercium. Najiskah kita yang duduk di atas sofa tersebut? Terima kasih atas jawabannya ustadz

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di antara indikator najis itu antara lain adalah warna, aroma dan rasa. Dari segi warna, najis itu punya warna yang khas. Sehingga ketika kita membersihkan najis, maka targetnya agar warnanya menjadi hilang. Dari segi aroma, pensucian najis itu seharusnya tidak meninggalkan aroma yang khas berasal dari najis itu. Demikian juga dari segi rasa, seharusnya tidak terasa najis. Rasa di sini maksudnya bukan perasaan melainkan sesuatu yang dikecap oleh lidah.

Karena itu ketika membersihkan sofa, selain dengan kita menggunakan media air, tidak ada salahnya bila kita juga menggunakan wewangian tertentu. Biasanya sabun yang dijual di pasar sudah mengandung parfum untuk menghilangkan bau yang tidak sedap. Dengan demikian, baunya akan hilang, selain warna dan rasa.

Jalan keluar seperti ini tentu sangat ideal, karena kita memang telah benar menghilangkan najis yang terdapat di sofa.

Tapi selain cara ini juga bisa disiasati dengan cara yang lain yang lebih sederhana. Yaitu dengan memberi alas pada sofa. Di mana alas itu berupa kain yang bisa digonta-ganti setiap hari. Bila kain alas sofa itu terkena najis, bisa langsung dicopot dan diganti dengan yang bersih dan suci. Anda tidak harus repot-repot tiap hari mencuci sofa yang tentu biayanya mahal.

Sediakan saja beberapa helai kain alas sofa, sehingga begitu kena najis, sofa itu tetap bisa digunakan untuk duduk tanpa harus mengakibatkan mereka yang duduk terkena najis.

Najis Balita

Dalam fiqih kita mengenal najis mukhaffafah, yaitu najis ringan yang cara mensuciannya lebih ringan. Cukup dengan diperciki air saja, maka najis itu telah hilang.

Namun najis ringan ini hanya berlaku pada satu jenis najis saja, yaitu air kencing anak laki-laki yang belum makan apa pun kecuali air susu ibunya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini.

Dari Ummi Qais ra. bahwa dia datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa anak laki-lakinya yang belum bisa makan. Bayi itu lalu kencing lalu Rasulullah SAW meminta diambilkan air dan beliau memercikkannya tanpa mencucinya.` (HR Bukhari 223 dan Muslim 287)

Dari Ali bin Abi Thalib ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Kencing bayi laki-laki itu cukup dengan memercikkanya saja. Sedangkan kencing bayi wanita harus dicuci." Qatadah berkata, "Dan ini bila belum makan apa-apa, tapi bila sudah makan makanan, maka harus dicuci." (HR Tirmizi dan beliau menshahihkannya)

Syarat ini tentu saja tidak terpenuhi pada balita anda yang sudah berusia 1,5 tahun. Sebab balita tersayang anda itu pastilah sudah banyak makan dan minum selain air susu ibunya.

Air kencing balita anda itu tidak bisa digolongkan sebagai najis ringan, tetapi termasuk najis sedang yang cara membersihkannya harus dengan air hingga hilang warna, rasa dan aroma.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Zhuhur Ba'da Shalat Jum'at
28 June 2006, 04:39 | Shalat | 5.424 views
Hukum Merokok, Makruh atau Haram?
28 June 2006, 04:27 | Kontemporer | 7.036 views
Bagaimana Shalat Seorang Mahasiswa di Luar Negeri (Musafir)?
26 June 2006, 01:17 | Shalat | 5.469 views
Halalkah
26 June 2006, 01:17 | Umum | 4.614 views
Hari Kiamat
26 June 2006, 01:17 | Aqidah | 6.413 views
Menikah tanpa Restu dari Orang Tua Pihak Puteri
23 June 2006, 06:32 | Nikah | 5.456 views
Warisan dan Kontribusi Anak
23 June 2006, 01:45 | Mawaris | 4.868 views
Apa itu Mazi?
22 June 2006, 04:51 | Thaharah | 7.261 views
Benarkah Surat Abasa Teguran kepada Nabi yang Bermuka Masam?
22 June 2006, 01:44 | Quran | 7.069 views
Pinjam di Koperasi, Ribakah?
22 June 2006, 01:43 | Muamalat | 6.596 views
Ingin Mengadakan Kajian Kristen, Tapi Takut Non Muslim Tersinggung
21 June 2006, 04:21 | Umum | 4.772 views
Malu Berdoa
21 June 2006, 03:49 | Umum | 6.118 views
Saudara Ayah sebagai Wali Nikah
20 June 2006, 23:25 | Nikah | 5.720 views
Nasakh al-Quran
20 June 2006, 08:57 | Quran | 7.174 views
Talaq dan Rujuk dalam Islam
20 June 2006, 08:08 | Nikah | 5.664 views
Hak Waris Kembali ke Orang Tua ketika Anak Meninggal?
20 June 2006, 07:47 | Mawaris | 5.231 views
Pembatalan Nazar
20 June 2006, 06:22 | Umum | 7.275 views
Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Nikah | 5.511 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum | 6.011 views
Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah | 8.456 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,517 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img