Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Perbedaan Ahli Kitab dengan Kaum Musyrik? | rumahfiqih.com

Perbedaan Ahli Kitab dengan Kaum Musyrik?

Tue 4 July 2006 06:15 | Aqidah | 5.615 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammualaikum

Ustadz ana mau nanya. Seringkali di dalam Al-Quran disebutkan ahli kitab dan kaum musyrik. Yang ingin ana tanyakan adalah:

- Apakah ada perbedaannya antara kaum ahli kitab dengan kaum musyrik? Ana pernah lihat di dalam Al-Qur'an katanya "akan datang kaum ahli kitab yang akan menyayangi kaum muslim.. "(kira-kira begitu, afwan lupa dalilnya mungkin ustadz lebih tahu), sedangkan kaum musyrik Allah sangat tegas terhadap mereka..

Mohon penjelasannya.

Jazakallah kahiran katsira,

Jawaban :

Asalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

a. Kafir Ahli Kitab

Ahli kitab adalah pemeluk agama yang sama-sama bertuhan kepada Allah SWT. Mereka adalah umat terdahulu yang menerima wahyu lewat nabi yang dikirimkan kepada mereka.

Yang tersisa di masa kini adalah umat Yahudi dan Nasrani. Mereka menerima syariah dari Allah SWT, bahkan banyak sekali persamaannya dengan syariah yang kita terima.

Di antaranya kesamaan dalam aqidah dasar, seperti menerima konsep kenabian, juga adanya kitab suci dari langit yang berisi petunjuk. Juga percaya adanya malaikat, hari kiamat, surga dan neraka.

Khusus dalam masalah detail syariah, mereka pun menerima adanya kewajiban shalat, meski tata caranya sedikit berbeda. Juga kesamaan dalam masalah puasa, zakat dan hukum hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam pezina, mendera peminum khamar dan lainnya.

Bahkan kisah-kisah para nabi di dalam Al-Quran tidak lain adalah kisah nabi-nabi mereka. Sehingga wajar dalam banyak hal, mereka justru lebih paham atas kisah-kisah itu ketimbang kita yang muslim. Walapun kita juga tahu bahwa mereka pun seringkali berbohong, sehingga kisah-kisah itu seringkali terjebak dengan masalah israiliyat.

b. Kafir Musyrikin

Sedangkan kaum musyrikin dalam literatur Al-Quran adalah para pemeluk agama selain Islam dan selain agama samawi. Istilah musyrikin di sini harus dibedakan dengan tindakan yang bernilai syirik. Sebab betapa banyak orang yang status agamanya muslim, tapi melakukan perbuatan syirik, baik pada tingkat yang paling ringan atau yang paling berat.

Perbuatan yang motivasinya agar dilihat orang termasuk perbuatan syirik, namun pelakunya tidak bisa dimasukkan ke dalam golongan orang kafir. Pelaku tetap muslim, namun dia melakukan dosa syirik kecil.

Demikian juga dengan orang Islam yang percaya kepada zodiak, atau meminta doa kepada kuburan, tempat-tempat keramat, atau percaya pada ramalan dan dukun, jimat, keris, penangkal, jampi-jampi, semua adalah perbuatan syirik. Pelakunya diancam dengan dosa besar, namun secara hukum tidak bisa dikatakan kafir atau murtad. Jadi mereka tidak bisa disamakan dengan kalangan pemeluk agama syirik (musyrikin) sebagaimana yang ditetapkan Al-Quran.

Jadi istilah musyrikin adalah sebutan khusus untuk non muslim yang agamanya non samawi. Agama mereka adalah agama ardhi, yang dibikin-bikin sendiri oleh penciptanya.

Misalnya Sidharta Gautama duduk di bawah pohon, lalu menciptakan ajaran dan filsafat tertentu. Agama ini adalah agama buatan si Budha, tidak datang dari langit (Allah SWT), karena itu tidak ada sistem kenabian, kitab suci yang berisi detail syariah, juga tidak ada konsep malaikat, hari kiamat, surga dan neraka.

Hindu, Budha, Shinto, Konghucu, Majusiyah dan sejenisnya adalah agama buatan manusia, bukan datang dari Allah SWT. Para pemeluk agama-agama inilah yang dimaksud dengan musyrikin dalam literatur Al-Quran, ketika membedakan dengan ahli kitab.

Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. Al-Bayyinah: 1)

Termasuk di dalam kategori kafir musyrikin adalah agama yang dipeluk oleh orang-orang Quraisy. Meski mereka menyebut tuhan mereka "Allah", namu mereka tidak pernah menerima kitab wahyu yang berisi syariah. Mereka juga tidak mengenal konsep kenabian yang berupa mansia biasa dan mendapat wahyu. Karena itulah warga Makkah selama 13 tahun RAsulullah SAW berdakwah, tidak pernah bisa menerima dakwahnya. Mengapa?

Di dalam kepala mereka tidak ada konsep kenabian. Maka begitu mendengar nabi adalah manusia yang dapat wahyu dari langit berisi syariah, tetapi bentuknya tetap manusia, mereka terheran-heran dan bertanya:

Dan mereka berkata, "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?" (QS Al-Furqan: 7)

Berbeda dengan warga Madinah yang sudah banyak bersentuhan dengan para ahli kitab. Begitu mereka bertemu dengan Rasulullah SAW, langsung masuk Islam bahkan berbai'at dan menyiapkan diri, harta dan negeri untuk basis dakwah Islam. Ternyata jauh sebelum nabi Muhammad SAW diutus, warga Madinah telah kedatangan orang-orang yahudi dan tinggal di Madinah. Sehingga secara tidak langsung, semua ini menjadi masukan tersendiri buat orang Madinah dalam menerima dakwah Islam.

Perbedaan kafir Ahli Kitab dengan kafir Musyrik dalam Teknis Hukum

  1. Umat Islam boleh memakan sembelihan ahli kitab, tapi haram memakan sembelihan kafir musyrikin
  2. Laki-laki muslim boleh menikahi wanita kafir ahli kitab dan haram menikahi wanita kafir musyrikah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bekerja di Luar Negeri, Samakah dengan Membantu Orang-Orang Kafir?
30 June 2006, 10:19 | Muamalat | 4.696 views
Celana Panjang Wanita, Tasyabbuh yang Bagaimana?
30 June 2006, 04:48 | Wanita | 6.443 views
Ucapan Imam kepada Makmumnya sebelum Takbir
30 June 2006, 04:44 | Shalat | 8.162 views
Tafsir Al-Isra 60 dan Penghinaan kepada Muawiyah
29 June 2006, 23:09 | Quran | 5.870 views
Setelah Kiamat Manusia Dibangkitkan di Muka Bumi?
29 June 2006, 23:09 | Aqidah | 7.555 views
Hukum Mengusap Muka Setelah Shalat dan Berdo'a
29 June 2006, 05:01 | Shalat | 8.950 views
Membeli Hasil Curian untuk Dijual Lagi
29 June 2006, 03:57 | Muamalat | 5.321 views
Celakalah bagi Tumit-Tumit itu dari Siksa Api Neraka
28 June 2006, 09:36 | Thaharah | 6.323 views
Najiskah Sofa yang Terkena Air Kencing Anak Balita
28 June 2006, 05:44 | Thaharah | 6.474 views
Shalat Zhuhur Ba'da Shalat Jum'at
28 June 2006, 04:39 | Shalat | 5.163 views
Hukum Merokok, Makruh atau Haram?
28 June 2006, 04:27 | Kontemporer | 6.757 views
Bagaimana Shalat Seorang Mahasiswa di Luar Negeri (Musafir)?
26 June 2006, 01:17 | Shalat | 5.258 views
Halalkah
26 June 2006, 01:17 | Umum | 4.489 views
Hari Kiamat
26 June 2006, 01:17 | Aqidah | 6.159 views
Menikah tanpa Restu dari Orang Tua Pihak Puteri
23 June 2006, 06:32 | Nikah | 5.224 views
Warisan dan Kontribusi Anak
23 June 2006, 01:45 | Mawaris | 4.725 views
Apa itu Mazi?
22 June 2006, 04:51 | Thaharah | 6.573 views
Benarkah Surat Abasa Teguran kepada Nabi yang Bermuka Masam?
22 June 2006, 01:44 | Quran | 6.533 views
Pinjam di Koperasi, Ribakah?
22 June 2006, 01:43 | Muamalat | 6.282 views
Ingin Mengadakan Kajian Kristen, Tapi Takut Non Muslim Tersinggung
21 June 2006, 04:21 | Umum | 4.563 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,879,268 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img