Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ghibah yang Islami | rumahfiqih.com

Ghibah yang Islami

Fri 7 July 2006 07:00 | Umum | 6.130 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Wr. Wb.

Saya heran ustadz, banyak tempat buat lahan amal ghibah sekarang ini. Semua orang suka membicarakan (aib?) orang lain dan sepertinya menikmatinya dan bahkan menghasilkan rezeki plus dosa bagi sebagian orang. Mungkin mereka takut kalau mereka membicarakan diri sendiri, mereka akan terperangkap ke dalam mengamalkan perbuatan yang mengarah kepada penyakit-penyakit hati (pamer kebaikan diri, riya’, sum’ah, ujub, takabur, dan lain sebagainya).

Pertanyaan saya, ghibah yang Islamy, yang syar’i, yang diizinkan menurut kacamata syariah, yang diridhoi Alloh SWT, dan bahkan yang semakin mendekatkan diri kita kepada Sang Khalik itu yang bagaimana ya? Afwan kalau pertanyaan ini menggelitik sanubari kita.
Jazakalloh khoiron katsiiro, yaa Ustadz.

Wass. Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tidak ada ghibah yang Islami. Sebagaimana tidak ada zina yang Islami, mabuk yang Islami, mencuri yang Islami atau durhaka yang Islami.

Membicarakan aib suadara, teman atau rekan memang sebuah dosa. Apalagi bila tujuannya untuk sekedar menjelekkan atau menyebarkan ke publik. Sehingga semakin banyak orang yang tahu kelemahan dan keburukan.

Kalau pun ada tujuan mulia dari membicarakan keburukan saudara kita, maka wilayahnya sangat sempit dan terbatas. Tidak semua orang punya hak untuk melakukannya. Dan tidak semua orang boleh diperlakukan seperti itu. Juga tidak setiap saat dibenarkan melakukannya.

Kalau sudah demikian, maka judul besar bukan lagi ghibah, tetapi sesuatu dengan nama yang lain. Misalnya, istilah muhasabah atau evaluasi. Yang sejenisnya adalah kriitk membangun yang disertai saran yang kongkrit dan logis. Yang dekat dengan itu adalah mengingatkan atau menegur kesalahan.

Namun semua itu ada adab-adabnya. Tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Contoh sederhana, bila saudara kita salah dalam membaca Al-Quran, cukup satu orang saja yang mengoreksinya secara komunikatif, konstruktif dan jelas. Tidak perlu 10 orang secara koor berteriak-teriak,"Hey bacaanmu salah, dasar goblok."

Demikian juga ketika kita mengevaluasi teman kita yang melakukan kesalahan, jangan lakukan di depan umum yang hanya akan menghina dan merendahkan harga dirinya. Tidak perlu semua orang memborbardir dengan penilaian, cukup satu orang saja yang benar-benar berwenang dan bijak. Yang tidak berkepentingan tidak perlu tahu dan tidak perlu ikut-ikutan sok menjadi hakim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Hujurat: 12)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Muhammadiyah vs. NU, Umat Terpecah Belah
7 July 2006, 07:00 | Dakwah | 7.249 views
Kewajiban Membaca Al-Quran
6 July 2006, 10:48 | Quran | 6.305 views
Menempuh 90 Km Biar Bisa Nikah Tanpa Wali Ayah Kandung
5 July 2006, 07:25 | Nikah | 5.425 views
Haramkah Daging Buaya Walau untuk Obat?
5 July 2006, 07:24 | Kuliner | 5.318 views
Minta Fatwa dari Hati, Maksudnya?
5 July 2006, 02:57 | Hadits | 6.511 views
Menggunakan Internet Fasilitas Kantor, Bolehkah?
5 July 2006, 02:19 | Muamalat | 5.194 views
Bolehkah Memakai Cadar?
4 July 2006, 09:58 | Wanita | 6.356 views
Hukum Laki-Laki Memakai Cincin Nikah
4 July 2006, 09:57 | Nikah | 8.798 views
Perbedaan Ahli Kitab dengan Kaum Musyrik?
4 July 2006, 06:15 | Aqidah | 6.299 views
Bekerja di Luar Negeri, Samakah dengan Membantu Orang-Orang Kafir?
30 June 2006, 10:19 | Muamalat | 4.944 views
Celana Panjang Wanita, Tasyabbuh yang Bagaimana?
30 June 2006, 04:48 | Wanita | 6.806 views
Ucapan Imam kepada Makmumnya sebelum Takbir
30 June 2006, 04:44 | Shalat | 10.073 views
Tafsir Al-Isra 60 dan Penghinaan kepada Muawiyah
29 June 2006, 23:09 | Quran | 6.163 views
Setelah Kiamat Manusia Dibangkitkan di Muka Bumi?
29 June 2006, 23:09 | Aqidah | 12.180 views
Hukum Mengusap Muka Setelah Shalat dan Berdo'a
29 June 2006, 05:01 | Shalat | 10.482 views
Membeli Hasil Curian untuk Dijual Lagi
29 June 2006, 03:57 | Muamalat | 5.949 views
Celakalah bagi Tumit-Tumit itu dari Siksa Api Neraka
28 June 2006, 09:36 | Thaharah | 6.760 views
Najiskah Sofa yang Terkena Air Kencing Anak Balita
28 June 2006, 05:44 | Thaharah | 7.287 views
Shalat Zhuhur Ba'da Shalat Jum'at
28 June 2006, 04:39 | Shalat | 5.530 views
Hukum Merokok, Makruh atau Haram?
28 June 2006, 04:27 | Kontemporer | 7.175 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,427,887 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img