Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Investasi Usaha dalam Bentuk Emas | rumahfiqih.com

Investasi Usaha dalam Bentuk Emas

Mon 17 July 2006 04:44 | Muamalat | 5.426 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ustadz, A ingin berinvestasi pada usaha yang dilakukan oleh B, namun A tidak ingin dalam bentuk uang tapi dalam bentuk emas. Lalu emas tersebut diuangkan oleh B. Lalu A dan B bersepakat untuk membagikan keuntungan setiap bulan atas usaha yang B lakukan.

Apakah investasi yang dilakukan oleh A adalah halal? karena A berfikir jika ia berinvestasi dalam bentuk uang, maka akan terkena kemerosotan nilai tukar uang (rupiah) pada saat pengembalian di akhir periode investasi.

Jazakumullah atas jawabannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam syariat Islam, berinvestasi itu dibenarkan bahkan telah secara langsung telah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW bersama calon isteri beliau, Khajidah ra. sebelum mereka menikah. Sistem yang mereka lakukan adalah kerjasama bagi hasil, di mana Khadijah ra. berinvestasi dana ke dalam bisnis Nabi Muhammad SAW.

Perjalanan bisnis beliau ke Syam ditemani oleh Maisarah itu kemudian mendapat keuntungan besar. Dan keuntungan inilah yang kemudian dibagi dua antara investor dan pengelola.

Dari pelajaran ini, kita mendapatkan pelajaran berharga, bahwa investas yang dibenarkan hanyalah investasi dengan sistem bagi hasil. Di dalam Islam tidak dikenal pemberian bunga atas harta yang diinvestasikan. Yang ada hanyalah bagi hasil atas keuntungan.

Adapun jenis harta yang diinvestasikan, boleh berbentuk apa saja. Bisa uang tunai atau emas sebagai alat tukar, atau bisa juga dalam bentuk asset tertentu, seperti rumah, tanah, kendaraan, toko dan sejenisnya.

Yang menjadi pembeda antara halal haramnya adalah dalam masalah pemberian hasil kepada investor. Kalau diambilkan berdasarkan prosentase nilai harta yang diinvestasikan, maka hukumnya riba yang haram. Tetapi kalau diambilkan dari keuntungan usaha, hukumnya halal.

Contoh yang haram misalnya anda berinvestasi emas 100 gram kepada sebuah usaha milik teman. Lalu anda berdua menyepakati bahwa teman anda itu harus memberikan 10 gram pertahun, di luar emas yang 100 gram itu.

Sedangkan contoh yang halal adalah anda berinvestasi 100 gram, lalu kalau usaha teman anda itu mendapatkan keuntungan senilai 50 gram, maka keuntungan itu dibagi dua masing-masing 50%, atau boleh juga 40% dan 60% atau lainnya. Kalau masing-masing 50%, maka 25 gram untuk anda dan 25 gram sisanya untuk teman anda. Angka 25 gram ini boleh dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan posisi tawar masing-masing pihak.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Cairan Wanita selain Haid, Nifas dan Istihadhah
17 July 2006, 04:21 | Thaharah | 6.554 views
Shalat Jumat Buat Security Bergiliran, Bolehkah?
17 July 2006, 02:51 | Shalat | 7.966 views
Hukum Tukar Menukar Uang
14 July 2006, 08:39 | Muamalat | 7.014 views
Hutang Uang Disamakan dengan Hutang Emas
13 July 2006, 03:54 | Muamalat | 5.557 views
Pembagian Harta Warisan
13 July 2006, 03:44 | Mawaris | 6.536 views
Hukumnya Mengenakan Kondom
13 July 2006, 03:35 | Kontemporer | 5.925 views
Agama adalah Nasehat
12 July 2006, 06:46 | Hadits | 5.737 views
Membaca Telapak Tangan untuk Membaca Karakter dan Kesehatan
12 July 2006, 06:41 | Aqidah | 6.243 views
Bom Bunuh Diri, Bisakah Dibenarkan?
12 July 2006, 02:05 | Umum | 4.809 views
Apa Rahasia Allah Memberi Garis Tangan yang Berbeda-Beda?
11 July 2006, 06:06 | Aqidah | 6.864 views
Menikah Kedua, Haruskah Seizin Istri?
11 July 2006, 05:57 | Nikah | 5.901 views
Ghibah yang Islami
7 July 2006, 07:00 | Umum | 5.838 views
Muhammadiyah vs. NU, Umat Terpecah Belah
7 July 2006, 07:00 | Dakwah | 6.884 views
Kewajiban Membaca Al-Quran
6 July 2006, 10:48 | Quran | 6.019 views
Menempuh 90 Km Biar Bisa Nikah Tanpa Wali Ayah Kandung
5 July 2006, 07:25 | Nikah | 5.117 views
Haramkah Daging Buaya Walau untuk Obat?
5 July 2006, 07:24 | Kuliner | 5.129 views
Minta Fatwa dari Hati, Maksudnya?
5 July 2006, 02:57 | Hadits | 6.254 views
Menggunakan Internet Fasilitas Kantor, Bolehkah?
5 July 2006, 02:19 | Muamalat | 5.007 views
Bolehkah Memakai Cadar?
4 July 2006, 09:58 | Wanita | 5.915 views
Hukum Laki-Laki Memakai Cincin Nikah
4 July 2006, 09:57 | Nikah | 7.891 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,487,275 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:51 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img