Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Istri Dicerai Mau Menikah Lagi, Haruskah Menunggu Talak Tiga? | rumahfiqih.com

Istri Dicerai Mau Menikah Lagi, Haruskah Menunggu Talak Tiga?

Sun 9 March 2014 11:00 | Nikah | 14.924 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assa'amu'alaikum Wr. Wb.


Ustadz yang dirahmati Allah. Saudara saya (wanita) saat ini ada yang berniat melamar, namun berdasarkan keputusan pengadilan agama masih jatuh talaq 1. Tapi proses pengadilan agama tersebut sudah hampir satu tahun dan selama ini kedua belah pihak sudah pisah rumah. Pihak suami berniat rujuk namun pihak wanita sudah tidak mau dengan alasan yang memang (menurut keluarga besar) juga masuk akal karena pihak suami (mantan) pernah selingkuh.

Yang ingin kami tanyakan, apakah proses perceraian yang diputuskan dalam pengadilan agama tersebut dengan tenggang waktu 1 tahun ini sudah masuk talaq 3 dengan kondisi pihak suami tidak menginginkan perceraian?

Dalam kondisi tergantung tersebut, bagaimana upaya si isteri untuk dicerai secara permanen (talaq 3)?

Atas tanggapannya dan jawabannya, kami ucapkan terimkasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bagi seorang isteri yang telah dicerai suaminya (talak satu), untuk dibolehkan menikah dengan suami baru tidak perlu menunggu sampai talak tiga. Talak tiga itu bukan untuk membolehkan seorang isteri yang sudah dicerai menikah lagi. Tidak perlu talak tiga, talak satu pun sudah cukup untuk memisahkan pasangan ini. Yang penting masa iddahnya sudah selesai, maka isteri itu sudah boleh menikah lagi dengan laki-laki lain.

Untuk boleh menikah lagi juga tidak perlu menunggu sampai satu tahun. Sebab masa iddah itu tidak sampai satu tahun, tetapi hanya tiga kali masa suci dari haidh menurut jumhur ulama.

Ketetapan ini sudah berdasarkan firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW:

Wanita-wanita yang dithalak hendaklah menahan dini (menunggu) selama tiga masa quru’. (Al—Baqarah: 228)

“Dia menunggu selama hari-hari quru’nya. “(HR Abu Dawud dan Nasa’i)

Setelah masa tiga kali quru' terlewat dan suaminya tidak merujuknya, maka seorang wanita sudah boleh menikah lagi. Ketetapan ini sudah pasti dan tidak boleh ditawar-tawar oleh manusia, termasuk pengadilan agama. Sebab Allah SWT telah menegaskan berapa lama masa iddah buat seorang isteri yang dicerai suaminya.

Perbedaan Pendapat Tentang Makna 3 kali Masa Quru'

Lama 3 kali masa quru` menurut jumhur ulama adalah tiga kali suci dari haidh. Sebagai ilustrasi sederhana, bila seorang isteri dicerai oleh suaminya pada saat dia suci dari haidh di hari terakhir, masa satu itu sudah dihitung satu kali masa suci. Kemudian anggaplah dia mendapat haidh selam7 hari, lalu masuk masa suci lagi, sudah dianggap masa suci yang kedua. Kalau dia haidh lagi dan suci lagi, maka masa suci yang berikutnya adalah masa suci yang ketiga. Saat mendapat kesucian itu, dia sudah selesai dari masa iddahnya.

Saat itu dia sudah boleh menerima pinangan dari laki-laki lain, bahkan sudah boleh menikah dan berumah tangga baru lagi.

Namun ada sebagian pendapat di kalagan ulama yang mengatakan bahwa tiga kali masa quru' itu adalah tiga kali mendapat haid, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW

“Dia (isteri) ber’iddah (menunggu) selama tiga kali masa haid.“ (HR Ibnu Majah)

Namun lepas dari perbedaan pendapat tentang lama masa iddah buat wanita yang dicerai suaminya, yang jelas tidak sampai setahun setelah talak dijatuhkan. Juga tidak perlu sampai talak tiga.

Kebolehan Menikah Lagi

Seorang suami yang menjatuhkan talak kepada isterinya dengan talak satu, diberikan kesempatan kepada untuk rujuk tanpa menikah ulang selama masa 'iddah isterinya masih berlaku. Bila dalam kurun waktu itu suami berniat rujuk, saat itu juga berlaku rujuk. Cukup diniatkan saja di dalam hati, tidak perlu upacara dan ritual apapun.

Bahkan sebagian ulama mengatakan bila dia mengajak isterinya masuk kamar, maka itu sudah bermakna rujuk.

Selama masa iddah itu, suami lebih berhak untuk merujuk isterinya. Sedangkan laki-laki lain tidak boleh menikahinya, bahkan meminangnya pun masih diharamkan. Sebagaimana firman Allah SWT:

Dan suami-suami mereka lebih berhak untuk merujuk mereka, bila memang menghendaki ishlah. (QS Al-Baqarah: 228)

Namun bila masa iddah itu terlewat, suami sudah tidak punya hak apa pun untuk melarang isteri menerima pinangan dari laki-laki lain. Posisi tawarnya akan seimbang dengan laki-laki manapun. Kalau pun dia ingin kembali lagi, maka semua prosedur pernikahan harus dijalani lagi dari awal.

Mulai dari melamar, memberi maskawin (mahar), akad nikah, ijab kabul, adanya saksi-saksiyang dua orang itu dan juga semua proses lainnya. Seolah-olah dia adalah laki-laki baru yang masuk dari awal, kecuali bahwa keduanya hanya tinggal punya 2 talak dari tiga talak yang dimiliki oleh pasangan baru.

Wallahu a'lam bishshwab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Quran Mendiskriminasikan Perempuan karena Hanya Ada Bidadari di Surga?
8 March 2014, 07:40 | Quran | 11.918 views
Shalat Jama' Shuri, Apakah itu?
7 March 2014, 06:00 | Shalat | 9.282 views
Bolehkah Melakukan Operasi Ganti Kelamin
6 March 2014, 06:54 | Kontemporer | 11.070 views
Khutbah Jumat Wajib Berbahasa Arab?
5 March 2014, 06:05 | Shalat | 16.787 views
Hukum Memelihara Anjing
3 March 2014, 06:01 | Umum | 16.539 views
Haruskah Zakat Karena Jual Mobil?
2 March 2014, 11:16 | Zakat | 8.202 views
Hutang Dalam Pandangan Syariah
1 March 2014, 06:00 | Muamalat | 8.546 views
Larangan Memajang Gambar Makhluk Bernyawa
28 February 2014, 08:00 | Kontemporer | 65.286 views
Tentang Urf dan Tradisi
27 February 2014, 05:30 | Ushul Fiqih | 18.609 views
Siapa Yang Mewarisi Hutang?
26 February 2014, 07:25 | Mawaris | 7.930 views
Tidak Semua Talak Halal, Ada Juga Yang Haram
25 February 2014, 06:02 | Wanita | 10.662 views
Wanita Dicerai Tidak Boleh Langsung Kawin Lagi?
24 February 2014, 06:02 | Wanita | 10.318 views
Posisi Imam Wanita Pada Jamaah Wanita
23 February 2014, 02:44 | Wanita | 50.447 views
Menyusu Lewat Botol, Menjadikannya Mahram atau Tidak?
22 February 2014, 01:00 | Nikah | 8.584 views
Mengapa Masih Ada Yang Menghalalkan Rokok?
21 February 2014, 05:55 | Kuliner | 13.831 views
Keringanan Buat Orang Sakit Dalam Thaharah dan Shalat
20 February 2014, 04:30 | Shalat | 12.314 views
Cara Bedakan Hadits Hasil Ijtihad Nabi dan Wahyu
19 February 2014, 07:42 | Hadits | 8.110 views
Makmum Masbuk : Takbiratul Ihram Dulu Atau Langsung Ikut Imam?
18 February 2014, 06:10 | Shalat | 16.626 views
Apakah Anak Susuan Mendapatkan Waris?
17 February 2014, 12:00 | Mawaris | 9.068 views
Kiat-kiat Agar Terselamat Dari Bahaya Riba
17 February 2014, 01:07 | Muamalat | 10.931 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,870,582 views