Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam? | rumahfiqih.com

Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?

Mon 31 July 2006 04:25 | Umum | 5.662 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, langsung saja. Saya sedih kok negara-negara yang termasuk dalam liga Arab terutama Arab Saudi diam seribu bahasa, tidak ada tindakan apapun. Apa ini yang disebut dengan hadist Rasullulah: bahwa ketika orang Islam sudah cinta dunia dan takut mati. Takut berperang dengan Bangsa (Iblis) Israel. Saya tidak tidak mau mencantumkan beberapa hadist tentang "ketakutan" untuk perang dengan bangsa Israel, semua hadist tentang Israel alias Yahudi sangat relevan.... BAHWA ORANG-ORANG ARAB, KUWAIT.. dan lain-lain yang sudah kaya raya takut MEMBELA SAUDARA KITA DI LIBANON, KARENA MEREKA SUDAH DILIPUT PERASAAN CINTA DUNIA.. TAKUT MATI..... MANA FATWA-FATWA ULAMA ARAB SAUDI SEPERTI SYEKH AL-BANNI TENTANG FATWA TENTANG BANGSA ISRAEL.... jangan-jangan Arab Saudi, Kuwait dkk. juga mendukung ISRAEL untuk menggempur LIBANON dan PALESTINA yang sangat tidak setuju dengan perjuangan HAMAS dan HIZBULLAH.

Mohon bahasan khusus Ustadz tentang permasalahan konflik Timur-Tengah. Terima kasih.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selama kita umat Islam ini memandang bahwa perang yang terjadi hanya antara Israel dengan Libanon, maka wajar saja bila negara Islam lain kelihatannya pura-pura tidak tahu.

Dan memang inilah maunya Israel, ketimbang harus berhadapan dengan 1.5 milyar umat Islam, lebih baik mereka menjalankan politik pecah belah. Dengan demikian, menjadi sangat mudah bagi Israel untuk melumat umat Islam sejengkal demi sejengkal. Dan memang itu adalah grand design yang mereka kehendaki.

Adapun kenapa ulama Saudi diam saja, sebenarnya tidak juga. Banyak ulama di negeri itu yang vokal dan menyerukan jihad melawan Israel. Sedangkan Syeikh Bin Baz dan Syeikh Al-Bani sudah menghadap Allah SWT. Seandainya masih hidup, insya Allah mereka tidak akan tinggal diam kalau menyaksikan kebrutalan Israel.

Mungkin kalau ulama di bawah otoritas kerajaan kelihatan diam saja, tentu amat wajar. Mana ada sih pemerintahan di negeri muslim ini yang bisa benar-benar independen? Kalau tidak terlalu berlebihan, boleh kita bilang nyaris semua pemerintahan negeri-negeri muslim di dunia seperti terjerat lehernya di bawah telapak kaki Yahudi.

Pantas kalau mereka pun menjerat leher para ulama yang berada di tangan mereka. Jangan kita sangka bahwa mereka bahagia. Tidak, mereka pun ikut sedih, paling tidak kesedihan itu ada dalam lubuk hati yang paling dalam. Tapi apa mau dikata, semua ini adalah sebuah 'harga' bagi masing-masing penguasa di negeri Islam itu, kalau tidak mau di-SADDAM-kan.

Buat Amerika dan tuannya, Israel, tidak boleh ada pemerintahan di dunia ini yang boleh bebas dari hegemoni mereka, bahkan hingga masalah hukum di dalam negeri masing-masing. Semua telah diikat erat-erat sehingga tidak satu pun yang bisa bergerak. Bergerak sedikit resikonya tidak tanggung-tanggung, negeri ini bisa diboikot habis-habisan, bahkan ditudur teroris, anti HAM, atau dituduh menyimpang senjata kimia atau macam-macam lagi.

Dunia Islam baik rakyat dan pemerintahannya sebenarnya tawanan yang sedang menunggu giliran dieksekusi mati. Semua tangan dan kaki mereka diikat, mulut mereka disumpal. Lalu satu persatu digebuki sampai mati. Kalau kita melihat saudara kita sedang mendapat giliran disiksa sampai mati, tidak satu pun di antara kita yang boleh menoleh, apalagi berkomentar atau melawan. Pasti akan segera mendapat giliran berikutnya.

Maka amat wajar bahwa banyak ulama pemerintah yang duduk manis, diam saja, atau malah pura-pura tidak tahu penderitaan saudaranya. Mungkin akan lebih bebas dan lebih vocal adalah rakyatnya, yang bebas berujuk rasa. Atau para ulama yang tidak terikat kebijakan para penguasa. Mereka mungkin lebih independen, lebih nyaring vokalnya, tapi ada resikonya, yaitu sewaktu-waktu bisa saja di-dor di tempat atau berakhir di tiang gantungan.

Konyolnya, semua itu bukan langsung dieksekusi oleh lawan, tetapi seringkali meminjam tangan sesama muslim, yaitu para penguasa kaki tangan penjajah. Bukankah Hasan Al-Banna dan Sayyid Qutub sudah membuktikannya? Sayangnya, banyak ulama hari ini yang tidak seberuntung mereka. Menyongsong kematian dengan senyuman, syahid fi sabilillah.

Di luar para ulama yang shalih itu, baik yang terikat mau pun yang independen, memang ada segelintir kalangan yang tidak termasuk kategori ulama umat, melainkan tokoh kelompok kecil tertentu, yang justru sangat menguntungkan penjajah. Mungkin niat mereka ikhlas, tapi akibatnya sangat merugikan umat Islam. Mereka seringkali mencaci-maki para pejuang Islam, bahkan menudingnya sebagai ahli bid'ah, khawarij bahkan teroris.

Sadar atau tidak, apa yang mereka lakukan itu memang sangat menguntungkan Yahudi dan Amerika. Sebab kedua musuh Allah itu tidak perlu sudah payah membasmi secara langsung, cukup dengan meminjam tenaga kelompok ini untuk meruntuhkan perlawanan umat Islam dari dalam.

Gaya ini sebenarnya cukup kuno, sebab dari dulu Belanda sudah menjalankannya. Tetapi terbukti masih sangat efektif untuk melemahkan umat Islam. Yang menarik, adanya pengkhianatan seperti ini selalu saja terjadi di setiap waktu dan di setiap tempat.

Entah mereka menyadari atau tidak, tapi yang jelas apa yang mereka lakukan itu sangat merugikan umat. Dan memang teramat menyakitkan, karena nyaris semua orang yang tidak ikut dalam barisan mereka caci maki bahkan dianggap sesat. Namun kelompok ini terlalu kecil untuk dipusingkan, sebab bukan hanya jumlahnya sedikit, banyak orang yang awalnya tertarik, lama kelamaan semakin menjauhinya. Karena akhlaq dan paham mereka yang sangat kontrovesial.

Namun biar bagaimana pun mereka adalah muslim saudara kita juga. Tentunya perlu diajak duduk baik-baik untuk diarahkan dengan cara yang hikmah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?
31 July 2006, 04:19 | Puasa | 9.882 views
Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris | 6.219 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum | 5.366 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa | 7.089 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris | 6.469 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | Thaharah | 7.007 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | Thaharah | 6.449 views
Adakah Perbedaan Pengertian antara Nabi dan Rasul?
27 July 2006, 00:40 | Aqidah | 6.612 views
Membaca Ayat Pendek di Rakaat Ketiga dan Keempat
26 July 2006, 06:05 | Shalat | 10.980 views
Kencing Berdiri, Menghadap Kiblat dan Cebok Pakai Tissue, Bolehkah?
26 July 2006, 03:55 | Thaharah | 7.207 views
Shalat di Lantai tanpa Alas dan Najis Hukmiyah
25 July 2006, 23:33 | Thaharah | 7.823 views
Satpam Wanita
25 July 2006, 05:57 | Wanita | 5.576 views
Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan
24 July 2006, 08:07 | Shalat | 6.234 views
Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu?
24 July 2006, 00:37 | Kuliner | 5.788 views
Bagaimana Akad Bagi Hasil yang Baik?
21 July 2006, 10:20 | Muamalat | 5.514 views
Khitan untuk Anak Perempuan, Adakah Syariatnya?
21 July 2006, 03:43 | Wanita | 8.727 views
Mengkreditkan Emas sebagai Solusi, Bolehkah?
21 July 2006, 03:36 | Muamalat | 23.251 views
Belum Yakin Nikah Jarak Jauh Lewat Wakil Dibolehkan
20 July 2006, 06:24 | Nikah | 5.285 views
Asuransi yang Dibolehkan
20 July 2006, 01:11 | Muamalat | 7.823 views
Kebajikan dengan Niat Balasan Duniawi
19 July 2006, 06:26 | Umum | 5.780 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,230,964 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-10-2019
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img