Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel? | rumahfiqih.com

Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?

Wed 2 August 2006 04:35 | Negara | 4.959 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamualaikum wr. wb.

Ustadz yang dirahmati oleh Allah, ini adalah pertanyaan saya yang kedua semoga ustadz berkenan menjawabnya

Ustadz, sampai kapan kita akan terus mengalah pada kebiadaban zionis Israel? Mengapa kaum muslimin tidak bersatu untuk melakukan perang melawan Israel, mana semangat ummat yang terbaik? Apa tidak ada cara untuk menghentikan agresi Israel kepada ummat Islam? Jazakallah atas dijawabnya pertanyaan ini.

Wassalaamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seandainya seluruh umat Islam berpikiran seperti anda, baik rakyatnya maupun pejabatnya hingga pemimpin tertinggi negaranya, insya Allah dalam waktu singkat Israel segera angkat kaki dari Palestina. Tidak perlu menunggu bertahun-tahun, cukup hanya dalam bilangan hari saja.

Sayangnya, umat Islam yang seperti anda sangat sedikit, apalagi yang terhitung pejabat dan presiden, rasanya tidak ada. Maka begitulah jadinya, Israel tetap saja bercokol di negeri yang diberkahi Allah dengan gagahnya.

Sementara itu umat Islam dari ujung barat Maroko hingga ujung Timur Marauke, hanya tergugu, diam, sayapnya terkulai, kakinya patah, nyalinya ciut, wajahnya tertunduk lesu, matanya sayu.

Kegagahan para shahabat di masa lalu saat menembus gurun pasir membawa panji-panji Islam ke Afrika, Eropa dan Asia, kini tinggal kenangan. Surat-surat Nabi Muhammad SAW yang dulu pernah dikirim dengan gagahnya untuk mengajak para raja dunia masuk Islam, kini tak pernah terkirim lagi.

Kewibawaan Khalifah Umar bin Al-Khattab ra ketika menerima kunci Baitul Maqdis dari penguasa tertinggi umat Kristiani, kini tidak adalagi.

Keberanian Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad ketika membakar perahu mereka sendiri, agar prajuritnya tidak punya pilihan lain selain maju menembus tanah Spanyol, kini hanya sebuah mimpi masa silam.

Kehebatan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi ketika merebut Al-Aqsha dari tangan-tangan berdarah penguasa salib Eropa, kini hanya tinggal lagu kenangan.

Kegagah-perkasaan Sultan Muhammad Al-Fatih (The Conqueror) ketika menggempur Konstantinopelhanya tinggal sejarah.

Cara Menghentikan Kebiadaban Yahudi

Yahudi ditakdirkan hanya akan dikalahkan dengan cara peperangan fisik. Dan itu hanya dilakukan oleh umat Islam.

Pada hakikatnya mereka adalah bangsa paling pengecut dan paling takut mati. Tidak pernah ada sejarahnya Yahudi berani berhadapan muka langsung dalam peperangan. Mereka selalu berperang dengan cara sembunyi di balik benteng, sebagaimana firman Allah SWT

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. Al-Hasyr: 14)

Dan menarik untuk disimak dari ayat ini, ternyata Yahudi pun terdiri dari berbagai kelompok, di mana satu dan lainnya tidak pernah bersatu.

Tetapi ketika umat Islam tidak tahu titik lemah Yahudi, maka jadilah Yahudi seolah-olah sangat kuat dan tidak terkalahkan. Padahal sesungguhnya mereka sangat lemah, pengecut dan tidak kompak.

Sayangnya, di balik semua kelemahan Yahudi itu, justru umat Islam jauh lebih lemah lagi. Bukan sekedar cinta dunia dan takut mati, bahkan lebih jauh dari itu, justru umat Islam saling berpecah belah.

Satu dengan yang lain selalu bentrok, saling hujat, saling caci, saling maki, lalu merasa kelompoknya saja yang benar. Yang tidak ikut paham dan aliran mereka, langsung dicap ahli bid'ah, bukan ahli sunnah, teroris dan khawarij. Semua ulama dikafirkan, semua jamaah dikucilkan, semua yang tidak sama dengan dirinya dianggap ahli neraka. Seolah-oleh surga itu kavling milik pribadi mereka saja.

Dari sisi ekonomi, nyaris semua negeri Islam punya potensi kekayaan alam. Minyak bumi yang jadi 'nyawa' peradaban dunia, justru disedot habis dari bumi milik umat Islam oleh drakula jahat yaudi. Sebaliknya, umat Islam yang hidup di atas ladang-ladang minyak itu mati kelaparan, lantaran diembargo oleh negara-negara yang secara de facto dikuasai oleh kekuatan Yahudi.

Dari sisi pendidikan, secara sengaja barat telah merasuki para penentu kebijakan di tiap negeri muslim, agar kurikulum pendidikan di tiap negeri Islam menjadi mandul. Meski lulusannya tetap bergelar sarjana dan doktor, tetapi mentalitasnya tetap tidak jauh dari kaki tangan dan antek Yahudi. Aqidah dan fikrahnya tetap sekuler, anti Islam dan anti syariah. Sedangkan dari sisi kualitas lulusan, sangat rendah dan tidak bisa bersaing dengan lulusan dari barat.

Dari sisi politik, hanya orang-orang yang terdidik dengan mentalitas seperti ini saja yang bisa masuk ke dalam struktur pemerintahan dan menentukan kebijakan suatu negara. Dan ujung-ujungnya, arah politik negeri Islam sudah bisa ditebak, yaitu SANGAT taat, tunduk dan patuh kepada barat secara mutlak tanpa reserve. Bahkan ketika negara-negara Islam membentuk OIC (OKI) atau apapun namanya, tetap sama saja karakternya: lemah, pengecut dan tidak lebih dari macan 'ompong'.

Dari sisi militer, tak satu pun negeri Islam yang mampu membuat senjata sendiri. Kalau pun mampu, belum tentu bebas membuatnya. Karena itu meski semua negara Islam bersatu, secara hitungan di atas kertas, tetap saja kalah dari sisi persenjataan dengan Yahudi.

Meskipun kita sangat yakin bahwa senjata bukan satu-satunya faktor kemenangan. Tetapi adanya senjata itu tetap penting dan Allah SWT sendiri menyebutkan manfaatnya, yaitu untuk menggetarkan lawan.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu...(QS. Al-Anfal: 60)

Yahudi Bukan Apa-apa

Sebelum seratus tahun yang lalu, Yahudi bukan siapa-siapa. Mereka adalah gelandangan miskin yang terusir dari semua negara, tertindas, terpinggirkan, tidak punya negara, kelaparan dan kedinginan.

Memang betul dan harus kita akui bahwa Yahudi itu umumnya terdiri dari orang-orang yang ulet, tahan uji, biasa hidup melarat. Mungkin hal inilah yang menempa mereka menjadi semakin kuat secara sunnatullah. Dan menjadi dendam kesumat tujuh turunan yang mereka wariskan dari nenek moyang.

Tentang terusirnya Yahudi dari berbagai belahan bumi, hal itu disebabkan karena karakter mereka yang culas, licik, makan teman, gemar berdusta, hobi berkhianat, pandai menipu, lintah darat, pelit, egois, suka menjilat dan oportunis. Dan satu lagi karakter asli mereka, pengecut...

Ledakkan

Maka untuk menghentikan kebengisan Israel hanya ada satu cara, bombardir perumahan mereka dengan peluru kendali. Kalau kita jatuhkan bom berton-ton di atas pemukiman mereka, sebentar saja mereka pasti menyerah kalah.

Dalam perang ini, ada pendapat yang boleh dikaji, yaitu tidak ada lagi istilah sipil atau militer dari kalangan Yahudi Israel. Mereka semua sama saja, halal darahnya danh hartanya juga, karena mereka datang dari negeri yang jauh lalu tiba-tiba mencaplok sebuah negeri yang merdeka. Maka siapa saja yang masuk ke sebuah negara berdaulat lalu melakukan makar di dalamnya, baik sipil atau pun militer, keduanya sama-sama penjajah. Halal darahnya dan hartanya.

Kalau mereka mengaku sebagai orang sipil, seharusnya mereka tidak ada di tengah kancah peperangan. Seharusnya mereka segera mengungsi keluar dari bumi Palestina, atau sebelumnya tidak perlu datang ke Palestina. Bukankah dunia tahu bahwa kedatangan mereka sebagai penjajah?

Mengaku sebagai sipil tapi tetap nongkrong di wilayah peperangan, sama saja menyerahkan nyawa. Dan mereka tidak berhak untuk mengaku sebagai penduduk sipil, karena pada dasarnya rumah mereka bukan di Palestina. Mereka adalah pendatang yang masuk untuk menjajah dan membunuh rakyat sipil asli, yaitu rakyat Palestina.

Maka sebaiknya negara OKI tidak perlu bersidang, cukup kirimkan misil ke atas perumahan Yahudilaknatullahi 'alaihim. Sidang OKI hanya buang waktu dan buang energi, tidak akan pernah membuat Yahudi gemetar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?
2 August 2006, 00:42 | Umum | 7.085 views
Shalat Jama untuk Perjalanan Rutin
1 August 2006, 08:47 | Shalat | 5.493 views
Siapa Hizbullah Sebenarnya?
1 August 2006, 05:34 | Umum | 6.046 views
Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?
31 July 2006, 04:25 | Umum | 5.569 views
Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?
31 July 2006, 04:19 | Puasa | 9.662 views
Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris | 6.000 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum | 5.281 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa | 7.001 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris | 6.313 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | Thaharah | 6.859 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | Thaharah | 6.298 views
Adakah Perbedaan Pengertian antara Nabi dan Rasul?
27 July 2006, 00:40 | Aqidah | 6.474 views
Membaca Ayat Pendek di Rakaat Ketiga dan Keempat
26 July 2006, 06:05 | Shalat | 9.947 views
Kencing Berdiri, Menghadap Kiblat dan Cebok Pakai Tissue, Bolehkah?
26 July 2006, 03:55 | Thaharah | 7.022 views
Shalat di Lantai tanpa Alas dan Najis Hukmiyah
25 July 2006, 23:33 | Thaharah | 7.228 views
Satpam Wanita
25 July 2006, 05:57 | Wanita | 5.475 views
Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan
24 July 2006, 08:07 | Shalat | 6.112 views
Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu?
24 July 2006, 00:37 | Kuliner | 5.679 views
Bagaimana Akad Bagi Hasil yang Baik?
21 July 2006, 10:20 | Muamalat | 5.415 views
Khitan untuk Anak Perempuan, Adakah Syariatnya?
21 July 2006, 03:43 | Wanita | 8.467 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,718,325 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img