Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna | rumahfiqih.com

Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna

Mon 7 August 2006 06:58 | Umum | 5.142 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assallammualaikum Wr. Wb.

Pak ustadz...

1. Bagaimana hukumnya infotaiment yang memang selalu melakukan ghibah atau fitnah dan informasi yang tidak berguna tapi masyarakat kita sepertinya senang dengan acara ini? Begitu banyak acara seperti itu di setiap televisi.

2. Bagaimana Hukumnya orang bertanya tapi setelah dijawab dia mengatakan tolol terhadap penjawab, padahal jawaban tersebut adalah ayat Al-Quran dan perkataan tolol itu ditujukan kepada seorang Ustadz. Apakah ini suatu ketidaksopanan kelancangan seseorang yang amat bodoh?

Jazakullah khairon katsiro

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seharusnya pelarangan terhadap acara infotaiment yang jelas-jelas melanggar etika dan melakukan ghibah bukan dilakukan sekarang ini. Seharusnya sejak awal gejala muncul sudah diantisipasi.

Begitu seharusnya yang kita lakukan, bukan dengan cara membiarkan sebuah kemungkaran terjadi dan jatuh kurban, baru berteriak-teriak. Semantara masyarakat sudah terbiasa dengan kemungkaran yang nyata dan didiamkan saja. Gaya hidup permisif seperti ini sebenarnya hak merupakan hak paten orang Yahudi saja, sebagaimana firman Allah SWT:

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al-Maidah: 78-79)

Sifat Yahudi durjana itulah yang kemudian menular kepada kia umat Islam. Bahkan banyak di antara umat Islam sendiri yang sudah terlanjur keranjingan dengan kemungkaran. Yang lebih parah, sebagiannya sudah menjadikan program mungkar ini sebagai mata pencaharian. Misalnya para wartawan dan produsernya.

Padahal ciri khas umat Islam adalah selalu mengantisipasi kemungkaran, agar jangan sampai terjadi. Sebagai pujian dari Allah SWT:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imran: 110)

Kalau saja sejak awal ada yang secara sukarela menjelaskan kejahatan bentuk program ini, dan orang itu menyampaikan kepada penguasa yang berwenang, maka tidak akan seperti ini jadinya.

Ghibah itu Haram dan Mungkar

Dari sudut pandang seorang muslim, ghibah itu haram dan mungkar. Haram untuk dilakukan dan wajib dihilangkan, suka atau tidak suka. Sebab selain menyakiti orang yang dighibah, juga tidak ada seorang pun yang mau diperlakukan seperti itu. Sehingga Allah SWT melarangnya secara mutlak, bahkan menyerupakan orang yang berghibah dengan memakan daging saudaranya sendiri.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS Al-Hujurat:12)

Tidak ada seorangpun yang mau dighibah dalam bentuk dan kasus apapun. Tetapi lucunya, masih ada saja orang-orang yang tega melakukannya. Tidakkah terpikir olehnya bila menjadi korban perlakuan seperti itu?

Namun dalam dunia di mana syariat Islam tidak tegak baik di dalam negara maupun di dalam hati umat ini, keanehan seperti ini sudah menjadi langganan. Selalu saja ada orang-orang aneh dengan prilaku aneh yang tidak logis. Padahal kita hidup di abad kemajuan ilmu pengetahuan. Tapi sementara itu kita justru bertindak tidak logis.

Program 'sampah' di televisi yang mendominasi di TV kita adalah sebuah bentuk kufur nikmat. Sebab kemajuan teknologi yang merupakan pemberian Allah SWT, seharusnya digunakan untuk hal-hal yang positif saja. Seperti untuk media pengajaran dan pendidikan bangsa, sebagai media informasi yang benar-benar diperlukan, atau sebagai sarana hiburan yang positif dan beradab. Bahkan untuk menyebarkan ilmu agama.

Sayangnya paham kapitalis yang tidak manusiawi itu lebih diunggulkan, akibatnya TV dikuasai oleh para kapitalis yang bukan lagi manusia. Bayangkan, sebuah teknologi yang sedemikian maju dan menjangkau massa dengan sangat luas, dikuasai oleh segelintir orang kapitalis yang tahunya hanya bagaimana mengeruk keuntungan berlipat. Bahwa materi programnya merusak bangsa, merugikan umat, membuat bodoh masyarakat, menyesatkan dan menjerumuskan, tidak ada urusan.

Bahkan pemerintah dan negara pun tidak bisa mengendalikan kebrutalan segelintir orang yang mabuk duit itu. Sebab mereka bersembunyi di balik nama kebebasan informasi, yang diajarkan oleh gembong kejahatan dunia di barat sana. Yaitu para kapitalis yahudi laknatullah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah | 6.826 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris | 5.191 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah | 8.353 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat | 7.851 views
Menghadapi Pembeli yang Sumber Dananya Haram
3 August 2006, 02:55 | Kontemporer | 5.272 views
Pembagian Warisan bila Isteri Meninggal Terlebih Dahulu
2 August 2006, 04:47 | Mawaris | 7.122 views
Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?
2 August 2006, 04:35 | Negara | 4.959 views
Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?
2 August 2006, 00:42 | Umum | 7.085 views
Shalat Jama untuk Perjalanan Rutin
1 August 2006, 08:47 | Shalat | 5.493 views
Siapa Hizbullah Sebenarnya?
1 August 2006, 05:34 | Umum | 6.046 views
Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?
31 July 2006, 04:25 | Umum | 5.569 views
Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?
31 July 2006, 04:19 | Puasa | 9.662 views
Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris | 6.000 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum | 5.281 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa | 7.001 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris | 6.313 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | Thaharah | 6.859 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | Thaharah | 6.298 views
Adakah Perbedaan Pengertian antara Nabi dan Rasul?
27 July 2006, 00:40 | Aqidah | 6.474 views
Membaca Ayat Pendek di Rakaat Ketiga dan Keempat
26 July 2006, 06:05 | Shalat | 9.947 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,718,321 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img