Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Anak Zina Anak Siapa? | rumahfiqih.com

Anak Zina Anak Siapa?

Thu 25 April 2013 03:35 | Nikah | 12.828 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum wr. wb.

Bagaimanakah status anak hasil perzinaan atau perkosaan? Apakah dinisbatkan kepada bapak zinanya atau ke ibunya karena bapaknya dianggap ilegal? Saya pernah membaca bahwa Imam Syafii berpendapat kalau ayahnya tersebut tidak dianggap anaknya dan tetap boleh menikah dengan anak zinanya tersebut. Terima kasih atas jawaban ustadz.

Assalamu alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Rasanya tidak mungkin Imam Asy-Syafi'i membolehkan seorang laki menikahi anak hasil hubungan zinanya dengan seorang wanita. Sebab biar bagaimana pun, anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Agama manapun pasti melarang seorang ayah menikahi puterinya sendiri.

Mungkin yang benar adalah pendapat yang mengatakan bahwa anak hasil hubungan zina itu bukanlah anak yang sah secara nasab. Sehingga antara ayah dan anak wanitanya hanya disambungkan secara biologis, namun secara hukum syar'i masih terputus.

Dan karena secara hukum bukan anaknya yang sah, maka anak itu tidak mendapatkan hak warisan dari ayahnya, bila si ayah meninggal dunia. Ini adalah konsekuensi hukum dari tidak tersambungnya nasab antara ayah dan anak. Dan ini berlaku, baik anak itu laki-laki atau anak itu perempuan.

Sebab yang menjadi penyebab pewarisan adalah hubungan nasab yang sah, antara ayah dan anak. Sedangkan yang lahir dari hasil zina di luar nikah yang sah, bukan anak sah. Dan otomatis tidak akan mendapatkan harta warisan.

Konsekuensi lainnya adalah tidak sahnya ayah menjadi wali atas anak wanitanya itu dalam pernikahan. Demikian juga kakek, paman dan saudaranya, tidak ada satu pun yang sah untuk menjadi wali atasnya. Padahal, adanya wali menjadi rukun pokok atas sebuah akad nikah. Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali, yaitu ayah kandung yang sah secara syar'i. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Dari Abi Buraidah bin Abi Musa dari Ayahnya berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Tidak ada nikah kecuali dengan wali." (HR Ahmad dan Empat)

Dari Al-Hasan dari Imran marfu'an, "Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua saksi." (HR Ahmad).

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya itu batil. Jika (si laki-laki itu) menggaulinya maka harus membayar mahar buat kehormatan yang telah dihalalkannya. Dan bila mereka bertengkar, maka Sulthan adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali." (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmizi dan Ibnu Majah)

Lalu Harus Bagaimana?

Jumhjur ulama mengatakan agar nasab antara ayah dan anak hasil zina bisa tersambung kembali, maka ayah dan ibunya harus menikah secara sah. Meski setelah anak itu lahir dan dewasa. Bahkan meski setelah menikah, lantas keduanya bercerai.

Pernikahan akan menyatukan nasab yang terputus antara ayah dan anaknya.

Meski tidak pernah menyetujui adanya anak lahir di luar nikah, karena hal itu merupakan dosa besar, namun tindakan paling logis dan syar'i dalam kasus yang terjadi di tengah masyarakat hanya dengan menikahkan pasangan di luar nikah itu. Terutama bila telah ada janin di dalam perut wanita.

Sebaliknya, haram hukumnya menikahkan wanita yang hamil di luar nikah dengan laki-laki lain yang tidak menghamilinya. Satu-satunya laki-laki yang boleh menikahinya saat hamil di luar nikah adalah pasangan zinanya.

Adapun bila sudah melahirkan, lalu wanita itu menikah dengan laki-laki lain, hukumnya boleh. Tapi sebaiknya tetap dengan pasangan zinanya itu, agar nasab anaknya bisa tersambung kembali.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Partai Islam Bersatu, Mimpikah?
24 April 2013, 00:23 | Negara | 7.342 views
Kebolehan Menikahi Wanita Kristen, Masihkah Berlaku Hari Ini?
22 April 2013, 23:00 | Nikah | 19.436 views
Haramkah Menggunakan Biro Jasa dan Calo?
22 April 2013, 01:02 | Muamalat | 14.949 views
Bolehkah Mendapat Komisi dari Penjualan?
20 April 2013, 22:05 | Muamalat | 11.782 views
Apakah Rajam Syarat Diterimanya Taubat?
19 April 2013, 23:43 | Jinayat | 35.778 views
Benarkah Mentalak Istri Waktu Haid Haram Hukumnya?
18 April 2013, 18:13 | Nikah | 8.958 views
Hadits Ahad Bukan Hujjah Dalam Aqidah, Benarkah?
18 April 2013, 00:07 | Aqidah | 11.192 views
Bolehkah Menikah Tanpa Restu Orang Tua Pihak Lelaki?
16 April 2013, 22:40 | Nikah | 86.219 views
Bernyanyi di Karaoke Keluarga, Haramkah? (bag.2)
16 April 2013, 00:23 | Umum | 18.792 views
Bernyanyi di Karaoke Keluarga, Haramkah?
15 April 2013, 21:59 | Umum | 22.450 views
Pengantin Pria di Luar Negeri, Bisakah Akad Nikah?
14 April 2013, 23:00 | Nikah | 13.146 views
Bila Puasa Sudah Terlanjur Batal, Bolehkah Bersetubuh?
14 April 2013, 00:01 | Puasa | 40.003 views
Bolehkah Memutuskan Sesuatu Berdasarkan Undian?
13 April 2013, 04:51 | Kontemporer | 8.366 views
Hukum Shalat Tasbih, Bid'ahkah?
12 April 2013, 02:14 | Shalat | 23.347 views
Bercumbu dengan Isteri di Siang Hari Bulan Ramadhan
10 April 2013, 17:03 | Puasa | 10.122 views
Halalkah Makan dari Piring Non Muslim?
9 April 2013, 03:23 | Kuliner | 31.295 views
Sholat Jum'at di Negara Mayoritas Penduduknya Bukan Muslim
9 April 2013, 00:42 | Shalat | 7.366 views
Adakah Bangkai Yang Halal?
8 April 2013, 02:27 | Kuliner | 32.300 views
Tata Cara Shalat Taubat dan Doanya
7 April 2013, 23:35 | Shalat | 153.229 views
Mencukur Jenggot, Haramkah?
7 April 2013, 08:09 | Umum | 53.699 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,359,095 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img