Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama | rumahfiqih.com

Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama

Thu 10 August 2006 04:51 | Kontemporer | 5.788 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum.

Bagaimana kabarnya, pak ustadz? Saya pernah menemukan dalam satu masyarakat, di mana mereka memiliki adat dan keyakinan tertentu dalam pernikahan, yaitu memperhatikan kedua nama mempelai. Misalnya mempelai laki-laki bernama Mustafa dan mempelai perempuan bernama Zainab, kemudian dari nama itulah mereka bisa menentukan bahagia dan tidaknya pasangan tersebut setelah menikah. Kalau saya tidak salah, mereka menamakan ilmu itu dengan ilmu falaq.

Bagaimana menurut ustadz, apakah di dalam Islam ada anjuran seperti itu dan bagaimana hukumnya? Kemudian apakah ilmu falaq adalah ilmu yang mempelajari tentang hal yang saya katakan di atas?

Jazakallah khoir atas jawabannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam aqidah Islam, bahagia atau duka, nasib baik atau nasih buruk, untung dan rugi, serta semua yang akan akan terjadi di masa yang akan datang, tidak pernah ditentukan oleh nama masing-masing pasangan.

Kepercayaan seperti itu hanya ada di kalangan penganut paham syirik yang bersumber dari sinkritisme nenek moyang yang jahiliayah. Dan sebagai bangsa yang sudah hampir 14 abad masuk Islam, sudah bukan waktunya lagi kita masih saja memelihara kepercayaan kuno di masa lalu.

Walau pun kita tetap menghormati budaya dan kepercayaan nenek moyang, namun tidak berarti kita boleh mengimaninya. Sebab apa yang datang dari nenek moyang itu bertentangan dengan apa yang datang dari Allah SWT. Buat setiap muslim, kepercayaan seperti itu sudah harus ditinggalkan. Sebab selain tidak ada dasarnya, juga beresiko besar menjerumuskan kita ke dalam lembah kemusyrikan. Padahal dosa syirik itu tidak akan diampuni bila sampai mati masih belum bertaubat.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS An-Nisa: 48)

Ilmu Falaq

Bila yang anda maksud dengan falaq adalah ilmu untuk menghitung peredaran benda-benda langit, seperti bulan dan matahari, yang benar bukan ilmu falaq, dengan huruf q (qaf) tetapi dengan kuruf 'kaf', yaitu falak.

Falak adalah garis edar di mana benda-benda angkasa melakukan gerakan berputar mengelilingi benda lain yang massanya lebih besar. Misalnya gerakan bulan sebagai satelit bumi mengelilingi bumi dalam 29 atau 30 hari sekali putaran. Atau gerakan bumi mengelilingi matahari dalam 365 1/4 hari sekali putaran. Selain bumi, planet lain juga melakukan gerakan yang sama namun dengan masa waktu yang berbeda.

Di dalam Al-Quran, Allah SWT telah menyebutkan hal itu:

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS Yaasiin: 40)

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui. (QS Yunus: 5)

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran kepada orang-orang yang mengetahui. (QS Al-An'am: 97)

Selain untuk perputaran malam dan siang, peredaran benda-benda angkasa ini juga berguna untuk menghitung tahun dan hitungan-hitungan lainnya. Seperti menetapkan musim tanam buat para petani, juga sebagai penunjuk arah bagi para pelaut dan musafir di padang pasir. Ilmu ini hukumnya halal dan sebenarnya lebih tepat untuk disebut ilmu astronomi.

Akan tetapi tidak boleh bintang itu dijadikan media untuk meramal nasib seseorang, atau meramal masalah kebahagiaan rumah tangga, rejeki, jodoh, keuangan, dagangan dan sejenisnya. Tidak ada hubungannya antara apa yang terjadi di langit dengan apa yang akan terjadi di bumi terkait dengan nasib seseorang, atau masalah jodoh dan sejenisnya.

Ilmu-ilmu seperti ini lebih sering disebut dengan ilmu astrologi. Hukumnya haram untuk dipelajari dan haram untuk dipercayai. Allah SWT dan rasul-Nya telah melarang praktek seperti ini buat umat Islam.

Dari Ibnu Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang mengambil informasi nasib dari peredaran bintang, dia telah mengambil bagian dari sihir, bertambah sesuai dengan tambahannya. (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Haditsi ini menurut Syeikh Al-AlBani adalah hadits shahih terdapat kitab shahihut-targhib wattarhib jilid 3 halaman 173. Juga terdapat dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah jilid 2 halaman 435.

Dalam riwayat yang lain dari Ibnu Abbas ra juga ada tambahan, "Munajjim (peramal bintang) itu kahin (dukun), kahin itu penyihir dan penyihir itu kafir."

Dari Abi Hurairah ra dari Nabi SAW bersabda, "Siapa yang datang kepada peramal dan bertanya tentang sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari." (HR. Muslim)

Dari Abi Hurairah ra dari Nabi SAW bersabda, "Siapa yang datang kepada peramal atau dukun dan membenarkan apa yang dikatakannya, maka dia telah kafir dari apa yang dibawa oleh Muhammad (agama Islam)." (HR Ashabussunan)

Maka haram hukumnya bagi seorang muslim untuk mencari tahu tentang apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan hal-hal yang tidak logis. Seperti melihat bintang, atau melihat garis tangan, atau dengan berdasarkan paduan antara nama suami dan isteri. Semua itu termasuk hal yang tidak masuk akal, padahal urusan nasib ke depan justru merupakan masalah ghaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT.

Katakanlah, "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml: 65)

Kalau pun hal-hal ghaib yang akan terjadi di masa mendatang Allah berikan kepada manusia, maka hanya terbatas kepada para nabi dan rasul yang diridhai-Nya saja. Bukan lewat orang-orang fasik, penyihir, peramal, atau lewat rumus-rumus aneh dan otak-atik nama.

Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga di muka dan di belakangnya. (QS. Al-Jin: 26-27)

Meramal nasib pasangan suami isteri lewat otak-atik nama mereka adalah bagian dari hukum meramal yang diharamkan. Dan beresiko jatuh ke dalam dosa syirik yang tak terampuni di akhirat. Maka tinggalkan dan jauhi diri kita dari hal-hal demikian.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Kita Melaksanakan Hadits Shahih Saja?
10 August 2006, 04:16 | Hadits | 6.562 views
Islamkah Syiah?
9 August 2006, 03:15 | Aqidah | 22.419 views
Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum | 7.951 views
Apakah Sepupu Mahram?
8 August 2006, 08:53 | Nikah | 14.677 views
Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita | 5.368 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum | 5.318 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah | 7.103 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris | 5.390 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah | 8.946 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat | 8.174 views
Menghadapi Pembeli yang Sumber Dananya Haram
3 August 2006, 02:55 | Kontemporer | 5.471 views
Pembagian Warisan bila Isteri Meninggal Terlebih Dahulu
2 August 2006, 04:47 | Mawaris | 8.528 views
Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?
2 August 2006, 04:35 | Negara | 5.133 views
Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?
2 August 2006, 00:42 | Umum | 7.329 views
Shalat Jama untuk Perjalanan Rutin
1 August 2006, 08:47 | Shalat | 5.702 views
Siapa Hizbullah Sebenarnya?
1 August 2006, 05:34 | Umum | 6.243 views
Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?
31 July 2006, 04:25 | Umum | 5.729 views
Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?
31 July 2006, 04:19 | Puasa | 10.211 views
Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris | 6.665 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum | 5.471 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,467,131 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-12-2019
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:50 | Ashar 15:17 | Maghrib 18:07 | Isya 19:21 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img