Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Az-Zaitun Aliran Sesat? | rumahfiqih.com

Az-Zaitun Aliran Sesat?

Tue 15 August 2006 08:30 | Aqidah | 6.346 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Wr. Wb.

Beberapa bulan yang lalu saya pernah "dijebak" oleh teman untuk dibawa ke sebuah "pengajian." Saya sempat datang 4 kali ke pengajian tersebut. Saya sempat curiga dengan metode pengajian yang mana saya harus merahasiakan baik tempat maupun materi dari pengajian tersebut. Untunglah saya belum sempat dibaiat sehingga bisa keluar dari pengajian tersebut.

Belakangan, setelah saya desak, barulah teman saya tersebut mengakui bahwa pengajian tersebut adalah Az-Zaitun, yang berinduk ke Negara Islam Indonesia (NII KW9). Isi dari pengajian tersebut banyak sekali yang saya rasakan "aneh", dan dipaksa-paksakan agar nyambung dengan misi mereka, antara lain:

1. QS;7:98 di situ ada kata-kata dalam bahasa Arab Ba'tsuna (maaf saya tulis pakai huruf latin), mereka mengatakan bahwa tsuna tersebut artinya adalah tsunami, yang mana ini menunjukkan bahwa Allah menghukum Negara Indonesia yang banyak dosa. Saya protes pada saat itu karena meskipun saya tidak bisa bahasa arab, tapi saya tahu bahwa tsunami berasal dari bahasa Jepang, dan sama sekali ngga ada kaitan dengan bahasa Arab.

2. Kata Bismillah, mereka katakan bahwa artinya adalah berasal dari kata Isme-Allah, artinya isme=paham, sama seperti Isme pada kata Animisme, Dinamisme, dll. Jadi Bismillah artinya adalah paham Allah. Sekali lagi saya berdebat karena saya tahu kata "Isme" berasal dari bahasa latin dan tidak ada kaitannya dengan Bismillah.

3. Surat Al-Fatihah, ditafsirkan (dicomot dengan kata-kata paksaan sedemikian rupa), sehingga akhirnya "tersimpulkan" bahwa ibadah yang diterima Allah hanyalah ibadah yang dilaksanakan di Bumi Allah (NII/Az-Zaitun), dengan aturan Allah, dan oleh orang Islam (orang yang sudah dibaiat). Jadi Ibadah yang dilaksanakan di Indonesia adalah tidak sah.

Terus terang saya bukan ahli agama, baca Quran pun terbata-bata, tapi saya melihat ajaran di atas adalah sesat.

Bagaimana menurut ustadz? Apakah MUI pernah memantau organisasi ini?

Terima kasih, maaf jika saya salah dan maaf jika pertanyaan saya terlalu menjurus.

Wass. wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Barangkali kami tidak akan membahas apa itu Az-Zaitun dan apa hakikatnya, tapi kami hanya akan menjawab hal-hal yang terkait dengan esensi penyimpangan pemahaman sesuai dengan apa anda sampaikan.

Pembahasan ini kami anggap lebih bermanfaat, sebab tetap berlaku, siapa pun yang mengatakannya, Az-Zaitun atau yang lainnya.

Maksudnya, kami dalam hal ini bukan semata-mata menuduh pihak Az-Zaitun, sebab kami tidak mendapatkan akses untuk melakukan penyelidikan silang kepada mereka. Bisa jadi memang benar, tapi bisa saja salah, kalau pemahaman seperti ini dinisbatkan kepada pihak Az-Ziatun. Hanya Allah SWT yang tahu hal itu.

Apa yang 'orang-orang itu' sampaikan kepada anda, kalau dikatakan sebagai terjemahan Al-Quran, tentu saja tidak tepat. Dan anda benar, bahwa arti lafadz 'ba'suna' memang bukan tsunami. Tetapi hal yang lebih umum lagi, yaitu siksa, azab atau cobaan.

Kalau contoh ba'suna salah satunya adalah tsunami, mungkin ada benarnya. Tapi salah besar kalau kata ba'suna artinya adalah tsunami. Tentu orang yang sedikit saja mengerti bahasa arab, akan terpingkal-pingkal mendengar penerjamaahn 'aneh' model begini.

Kalau kita kaitkan dengan ayat lain, ada kaum kafir yang justru punya 'ba'sa' yang sangat dahsyat, tetapi jelas-jelas artinya bukan tsunami.

Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan memiliki keberanian yang sangat, dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan."(QS. An-Naml: 33)

Ayat ini juga menggunakan kata 'ba'sa', tapi artinya bukan tsunami, melainkan kekuatan. Dan yang berbicara juga bukan Allah melainkan orang kafir, yaitu para ahli musyawarah ratu Balqis saat merundingkan ajakan Nabi Sulaiman untuk masuk Islam. Kalau kata 'ba'sa' diartikan tsunami, tentu sangat tidak nyambung. Masak sih tsunami dikuasai oleh manusia? Apalagi manusianya hanya bangsa Saba' yang terkenal penyembah matahari? Sangat aneh kalau diterjemahkan sebagai tsunami, bukan?

Ibadah yang Sah Hanya yang di Bumi Allah?

Pemahaman seperti ini jelas sekali tidak sesuai dengan begitu banyak ayat Al-Quran dan juga hadits nabi SAW. Bahkan tidak sesuai dengan sejarah Islam.

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Bqarah: 115)

Salah besar kalau 'orang-orang itu' mengatakan tidak sah beribadah kecuali hanya di tanah tertentu. Bahkan tidak juga harus di tanah haram Makkah dan Madinah saja. Di mana pun di atas bumi, bahkan keluar bumi sekalipun, kita tetap sah dan wajib menyembah Allah. Pemahaman aneh seperti yang anda sebutkan itu memang mencirikan sebuah paham sesat yang tidak punya dalil yang benar.

Sejarah Islam menyebutkan bahwa nabi Muhammad SAW seringkali bepergian ke luar negeri Islam. Dan beliau aktif mengutus para shahabatnya untuk berdakwah ke luar negeri. Mereka pasti melakukan shalat di mana saja, meski di daerah negara kafir sekali pun. Siapa bilang shalat hanya sah di Makkah atau Madinah saja?

Bahkan di semua jengkal tanah di bumi ini, kita boleh dan sah bahkan wajib untuk shalat. Sebagaimana hadits berikut ini:

Dari Abi Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Telah dijadikan tanah seluruhnya untukkku dan ummatku sebagai masjid dan pensuci. Di manapun shalat menemukan seseorang dari umatku, maka dia punya masjid dan media untuk bersci. (HR. Ahmad 5: 248)

Maka tidak ada kebenaran dari pemahaman seperti ini. Apalagi ibadah harus di tempat tertentu, sedangkan Madinah dan Makkah yang betul-betul aslinya, tidak ada keharusan. Apalagi hanya di tanah tertentu di muka bumi ini.

Juga merupakan pemahamansesat bilamengatakan bahwa ibadah seorang tidak diterima kalau belum berbaiat. Ini sebuah kebodohan besar yang tidak berdasar. Sebab dari ratusan ribu shahabat nabi SAW itu, tidak semuanya ikut berbai'at kepada beliau. Hanya beberapa gelintir shahabat saja yang pernah ikut bai'at Aqabah I, II serta Bai'at Ridhwan. Apakah semua shahabat yang tidak ikut bai'at itu kafir semua?

Tentu saja tidak. Sebab syarat keIslaman itu bukan bai'at tetapi syahadat. Hanya orang kurang ilmu saja yang menyamakan antara bai'at dengan syahadat. Karena itu haram hukumnya belajar agama kepada orang atau kelompok yang tidak punya ilmu, yang tidak bisa membedakanantara syahadat dan bai'at.Bahkan tidak mengerti bahasa arab dan tidak bisa menerjemahkan Al-Quran.

Lepas dari siapa dan apa nama kelompok yang mereka namakan.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Nikah | 5.601 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris | 5.683 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa | 4.997 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum | 5.760 views
Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama
10 August 2006, 04:51 | Kontemporer | 5.496 views
Apakah Kita Melaksanakan Hadits Shahih Saja?
10 August 2006, 04:16 | Hadits | 6.105 views
Islamkah Syiah?
9 August 2006, 03:15 | Aqidah | 21.722 views
Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum | 6.697 views
Apakah Sepupu Mahram?
8 August 2006, 08:53 | Nikah | 12.246 views
Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita | 5.119 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum | 5.082 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah | 6.748 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris | 5.132 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah | 8.052 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat | 7.743 views
Menghadapi Pembeli yang Sumber Dananya Haram
3 August 2006, 02:55 | Kontemporer | 5.194 views
Pembagian Warisan bila Isteri Meninggal Terlebih Dahulu
2 August 2006, 04:47 | Mawaris | 6.849 views
Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?
2 August 2006, 04:35 | Negara | 4.900 views
Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?
2 August 2006, 00:42 | Umum | 6.979 views
Shalat Jama untuk Perjalanan Rutin
1 August 2006, 08:47 | Shalat | 5.427 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,956,757 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img