Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Memberi Salam Lebih Dahulu kepada Non Muslim | rumahfiqih.com

Memberi Salam Lebih Dahulu kepada Non Muslim

Sat 2 March 2013 21:01 | Aqidah | 11.317 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz.

Saya mau bertanya mengenai salam. Bagaimana hukumnya orang Islam yang mengucapkan assalamu'alaikum kepada teman/orang yang bukan Islam?

Saya pernah berselisih pendapat dengan teman saya karana saya menyatakan kita tidak boleh mengucapkan salam (assalamu'alaikum warramatullahi wa barakatuh) kepada teman/orang non muslim.

Teman saya membantah dengan argumen bahwa kita diperbolehkan mengucapkan assalamu'alaikum kepada teman/orang non muslim jika tidak diiringi dengan kalimat warramatullahi wa barakatuh.

Bagaimana yang benar menurut syari'at, pak ustadz?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada beberapa sudut pandang yang sedikit berbeda dari para ulama tentang masalah ini. Sebagian ada yang mengharamkan dan sebagian membolehannya dengan syarat.

Sebagian ulama ada yang punya harga diri tinggi di depan kaum kafir. Sehingga beberapa dari mereka bersemangat untuk mengharamkan memberikan salam kepada orang kafir. Terutama kalau memulai memberi salam.

Syeikh Ibnu Utsaimin ketika ditanyakan masalah ini, secara tegas menjawab haram dan tidak boleh. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:

Janganlah kalian memberi salam terlebih dahulu kepada yahudi dan nasrani. Kalau kalian bertemu mereka di jalanan, maka pepetlah mereka ke tempat yang sempit'. (Al-Hadits)

Namun Syeikh Utsaimin mewajibkan umat Islam menjawab salam orang kafir dengan jawaban yang setimpal. Lantaran Allah SWT sudah berfirman:

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (QS. An-Nisa': 86)

Yang dimaksud dengan jawaban yang setimpal seperti ucapan: 'wa'alaikum', yang artinya kira-kira: dan demikian juga dengan anda. Hal itu karena diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang yahudi yang memberi salam kepada nabi dengan ucapan: 'assaamu 'alaika ya Muhammad'. Dan kata assaamu artinya kematian. Kata ini pelesetan dari 'assalaamu 'alaikum'. Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum."

Dan syeikh mengatakan bahwa seandainya mereka memberi salam dengan lafadz yang benar seperti 'assalamu 'alaikum', maka kita wajib membalasnya dengan lafadz yang sama.

Pendapat yang Tidak Mengharamkan Secara Mutlak

Namun sebagian ulama memandang bahwa penyampaian salam dikembalikan kepada niatnya. Kalau niatnya berupa rasa rendah diri di depan orang kafir, haram hukumnya. Tetapi kalau penghormatan yang tidak menunjukkan kerendahan umat Islam, tidak menjadi soal.

Dalilnya adalah salam yang dituliskan nabi Muhammad SAW ketika berkirim surat kepada raja-raja dunia yang bukan muslim. Surat-surat nabi itu dimulai dengan basmalah dan salam. Lengkapnya berbunyi: salamun 'alaa man ittaba'al-huda (salam kepada orang yang mengikuti petunjuk).

Meski bukan lafadz assalamu 'alaikum, namun kalimat pembuka surat nabi itu juga tetap mengandung kata-kata 'salam. Meski pun juga sifatnya masih mu'allaq (tergantung), tidak langsung mendoakan orang kafir penerima surat itu secara pasti, tetapi mendoakannya bila dia mengikuti petunjuk (masuk Islam).

Juga tidak mengapa bila berbasa-basi dengan orang kafir yang tidak memusuhi kita dan mulai dengan menyapa mereka, asalkan dengan lafaz yang tidak mengandung rasa rendah diri sebagai muslim. Terutama bila memang dirasa perlu. Seperti ucapan ahlan wa sahlan dan kaifa haluka. Ucapan ahlan wa sahlan kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi 'selamat datang'. Selamat yang dimaksud dalam idiom ini sama sekali berbeda makna dan esensinya dengan lafadz assalamu 'alaikum. (lihat kitab Al-Mausu;ah Al-Fiqqhiyah Al-Kuwaitiyah jiid 25 halaman 168)

Demikian juga kita boleh menyapa mereka dengan lafaz shabahul khair, atau shabahus surur, yang terjemahan bebasnya adalah selamat pagi atau selamat sore. Tapi makna selamat di sini berbeda dengan makna assalamu 'alaikum.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma'aad jilid 2 halaman 424 menuliskan bahwa sebagian ulama membolehkan untuk mendahului orang kafir dalam memberi salam demi kemashlahatan yang kuat dan nyata dibutuhkan. Atau karena alasan takut dari ulah orang kafir itu. Atau karena adanya hubungan kekerabatan denganmereka. Atau karena sebab-sebab lain yang seperti itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menanam Modal dengan Keuntungan Tetap, Ribakah?
2 March 2013, 11:13 | Muamalat | 7.178 views
Dilemma Jadi PNS Yang Jujur
2 March 2013, 00:41 | Muamalat | 9.457 views
Hukum Menyekolahkan Anak di Sekolah Non Muslim
1 March 2013, 03:11 | Aqidah | 11.039 views
Berapa Warisan Untuk Istri Kedua?
1 March 2013, 02:55 | Mawaris | 15.807 views
Pengertian Mushaf dan Wujud Fisiknya
1 March 2013, 02:35 | Quran | 78.697 views
Panduan Menyelenggarakan Walimah
28 February 2013, 03:58 | Nikah | 13.739 views
Apakah Bila Telah Jatuh Talak Masih Bisa Bersatu Kembali
28 February 2013, 00:33 | Nikah | 24.138 views
Hak Waris Istri Anak Dari Suami Yang Lebih Dulu Wafat
27 February 2013, 00:01 | Mawaris | 18.746 views
Bolehkah Menyentuh Mushaf Tanpa Wudhu?
26 February 2013, 21:52 | Quran | 26.241 views
Keringanan Apa Saja Yang Diterima Musafir?
25 February 2013, 23:31 | Puasa | 9.349 views
Nikah Sirri tapi Wali tidak Dapat Hadir
25 February 2013, 12:49 | Nikah | 7.224 views
Apakah Tahlilan Termasuk Syirik?
23 February 2013, 02:03 | Aqidah | 33.560 views
Dapat Kerja Tapi Tidak Boleh Mengenakan Jilbab
22 February 2013, 14:57 | Wanita | 7.403 views
Dana Amal Shalat Jum'at Boleh Digunakan Untuk Apa?
22 February 2013, 00:26 | Muamalat | 8.720 views
Nikah Jarak Jauh
21 February 2013, 00:29 | Nikah | 6.879 views
Hukum Kuis Berhadiah dan Kontestannya
21 February 2013, 00:28 | Muamalat | 7.417 views
Sudah Ngaji 15 Tahun Belum Jadi Ahli Syariah
19 February 2013, 02:28 | Ushul Fiqih | 8.629 views
Cara Menyikapi Khilafiyah dalam Jamaah
18 February 2013, 23:59 | Dakwah | 10.728 views
Ribut Dengan Ibu Tiri Gara-gara Harta Waris
18 February 2013, 23:37 | Mawaris | 11.554 views
Apakah Saudara Non Muslim Berhak sebagai Ahli Waris?
18 February 2013, 10:31 | Mawaris | 8.168 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,439,560 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:46 | Ashar 14:56 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img