Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Cambuk untuk Zina | rumahfiqih.com

Hukum Cambuk untuk Zina

Tue 22 August 2006 06:41 | Nikah | 5.530 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak ustadz, teman saya ingin melakukan hukuman cambuk karena merasa telah melakukan zina. Tapi menurut beberapa sumber hukuman cambuk tidak bisa dilakukan apabila tinggal di wilayah yang tidak menggunakan syariat Islam.

Beberapa hari yang lalu teman saya menonton siaran agama yang menjelaskan bahwa apabila tidak dicambuk di dunia maka akan dicambuk di neraka. Teman saya langsung menangis, yang terbayangkan dicambuk di neraka pastilah amat sangat dahsyat. Bagaimana menurut ustadz?

Teman saya sudah benar-benar bertaubat, apakah nanti di akhirat tetap di hukum? Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya, ustadz.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Barangkali yang dimaksud dengan pelaksanaan hukum cambuk di akhirat adalah khusus buat para pezina yang lari dari hukum dunia secara sengaja, juga tidak mau bertaubat atas segala kesalahanannya. Sehingga dia mati dengan membawa dosa-dosanya yang belum diampuni. Untuk menebus dosa yang terbawa mati itulah maka dia akan dicambuk di akhirat.

Akan tetapi bila seseorang sudah bertaubat, minta ampun dan bersumpah tidak akan mengulanginya lagi, lalu Allah SWT sudah menerima taubat serta mengampuni dosanya, tentunya tidak ada lagi hukuman di akhirat. Kalau pun di dunia ini belum sempat dicambuk karena kurang syaratnya, maka itu hanya hukuman dunia saja.

Masalah ampuan Allah kepada orang yang berzina lalu bertaubat dengan sepenuh kesadarannya sudah pasti, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Bahkan malah dengan permohonan ampun tiap hari atas dosa-dosanya, dengan diiringi pencegahan diri dari segala bentuk dosa lainnya, malah akan mengantarkannya masuk surga.

Seperti kasus wanita yang bertaubat atas perbuatan zinanya, kemudian menyerahkan diri di masa Rasulullah SAW. Ketika ada sebagian orang yang menghina mayat wanita itu lantaran di masa hidupnya pernah berzina, Rasulullah membelanya dengan sabdanya:

Demi Allah, wanita ini telah bertaubat yang bila taubatnya itu dibagikan kepada seluruh penduduk Madinah, pasti akan mencukupi.

Karena itu kita tidak bisa memandang enteng masalah taubat ini. Sebab Allah SWT memang memerintahkannya dan berjanji akan menghapus semua dosa pelaku maksiat. Hingga semua dosanya akan berguguran seperti daun di musim gugur.

Mintalah ampunan dari tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya (QS. Huud: 3)

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur: 31)

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nashuha. (QS. At-Tahrim: 8)

Hukum Cambuk Buat Pezina di Dunia

Hukum cambuk itu memang hanya boleh dilakukan oleh institusi negara secara formal, di mana orang yang berzina ditetapkan dulu sebagai pelakunya yang memenuhi syarat.

Penetapannya harus berdasarkan ikrar (pengakuan) yang bersangkutan atau persaksian 4 orang laki-laki muslim yang melihat langsung.

Manakala satu dari semua syarat itu tidak terpenuhi, maka hukum hudud itu haram dilaksanakan. Atas dasar sabda Rasulullah SAW:

Cegahlah pelaksanan hukum hudud itu dengan masih adanya kesyubhatan.

Syubhat yang dimaksud adalah celah hukum yang bisa dimasukkan sehingga pelaksanaan hukum hudud itu menjadi batal. Justru Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencari dan menelusi celah-celah hukum itu.

Bahkan beliau sendiri melakukannya, ketika ada orang datang mengakui dirinya telah berzina. Beliau SAW tidak terburu nafsu untuk melaksanakan hukuman rajam, sebaliknya beliau malah berupaya mencari celah-celah keringanan hukum, agar ekseukusi hukum hudud itu tidak jadi dilaksanakan. Maka di antara pertanyaan beliau adalah: Apakah kamu tidak mabuk? Atau beliau mendesakkan pertanyaan bahwa yang bersangkutan belum sampai zina, baru hanya melakukan percumbuan, sedangkan ember belum masuk ke dalam sumur.

Pendeknya, kalau bisa jangan sampai hukum itu dijalankan, sebagai bentuk kasih sayang dan keringanan syariat Islam kepada kaum muslimin.

Kalau seandainya orang yang tidak dihukum cambuk di dunia ini pasti akan dicambuk di neraka nanti, pastilah lebih baik dicambuk saja di dunia. Tetapi justru nabi berupaya agar orang yang datang mengaku berzina itu tidak usah dicambuk saja. Bukan karena beliau ingin agar hukuman diterimanya di akhirat, tetapi karena beliau tahu bahwa orang tersebut sudah bertaubat, di mana Allah SWT sudah mengampuni dosa-dosanya di akhirat.

Hanya tinggal hukuman formal di dunia yang harus dilaksanakan, sebagai pelajaran kepada orang lain bahwa setiap perbuatan itu harus dipertanggung-jawabkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 8.346 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.663 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara | 6.427 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah | 7.412 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah | 6.572 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Nikah | 5.835 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris | 5.898 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa | 5.145 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum | 5.934 views
Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama
10 August 2006, 04:51 | Kontemporer | 5.671 views
Apakah Kita Melaksanakan Hadits Shahih Saja?
10 August 2006, 04:16 | Hadits | 6.377 views
Islamkah Syiah?
9 August 2006, 03:15 | Aqidah | 22.122 views
Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum | 7.430 views
Apakah Sepupu Mahram?
8 August 2006, 08:53 | Nikah | 13.728 views
Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita | 5.255 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum | 5.222 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah | 6.936 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris | 5.283 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah | 8.512 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat | 8.022 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,230,805 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-10-2019
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img