Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah? | rumahfiqih.com

Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?

Tue 22 August 2006 06:51 | Muamalat | 4.763 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Ustadz, saya adalah seorang marketing di sebuah penerbit buku. Saya sering mendapatkan masalah ketika menawarkan buku ke sekolah bahwa buku yang saya tawarkan akan mau dibeli oleh sekolah jika saya mau memberikan komisi khusus di luar diskon yang saya berikan untuk individu tertentu. Jika tidak maka transaksi akan dibatalkan. Bagaimana hukumnya menurut Islam karena komisi khusus itu untuk kepentingan individu? Dan bagaimana hukumnya bagi saya sebagai penjual jika menerima tawaran tersebut. Terima kasih.

Wassalamualikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dari segi transaksi, masalah yang anda katakan itu sebenarnya bukan hal yang dilarang secara baku. Tetapi lebih kepada masalah menjaga amanah dan pelanggaran prosedur.

Maksudnya, keharusan seorang pedagang untuk membayar biaya tertentu kepada pihak lain untuk boleh berjualan di suatu tempat, adalah hal yang memang dibenarkan. Bukankah setiap produsen wajib menyetor pajak kepada negara atas setiap barang jualannya?

Dalam contoh lainnya, ketika pedagang di pasar diwajibkan membayar sejumlah uang tertentu, baik resmi atau tidak resmi kepada pihak-pihak tertentu, maka bukan salah para pedagang. Yang salah adalah pihak-pihak yang menarik pungutan tidak resmi itu untuk kepentingan yang tidak jelas. Misalnya para preman atau jagoan yang menguasai wilayah itu.

Dilihat dari kacamata pedangan, apa yang mereka berikan sebagai 'pajak' itu bukan hal yang terlarang. Bahkan mereka sudah memasukkan semua biaya itu dalam harga jual mereka. Maka dalam hal ini, kita tidak bisa menyalahkan begitu saja para pedagangnya.

Yang perlu dibenahi seharusnya adalah pihak-pihak yang menarik 'pajak' itu. Misalnya, apakah 'pajak' itu bersifat resmi ataukah merupakan pungutan liar? Ini perlu dipertegas agar lebih jelas masalahanya. Lalu ke mana larinya pungutan liar itu? Adakah dikoordinasikan oleh 'mafia' tertentu atau lebih merupakan pekerjaan individu?

Kalau dalam kasus seorang kepala sekolah yang meminta 'pajak' buat penerbit buku di atas, hukumnya dikembalikan kepada hak dan wewenang seorang kepala sekolah. Adakah peraturan atau ketetapan yang melarang hal itu? Adakah konvensi yang membolehkannya dan berlaku di sekolah tersebut?

Kalau secara peraturan dan konvensi memang tidak menjadi masalah, maka tindakan kepala sekolah itu tidak bisa disalahkan. Sebaliknya, kalau sudah ada larangan, namun diam-diam kepala sekolah melakukannya, maka jelaslah dalam hal ini kepada sekolah telah menyalahi aturan. Maka pada saat itu barulah bisa dikatakan bahwa harta itu haram dimakannya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.526 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 8.322 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.663 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara | 6.426 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah | 7.411 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah | 6.569 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Nikah | 5.833 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris | 5.892 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa | 5.141 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum | 5.931 views
Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama
10 August 2006, 04:51 | Kontemporer | 5.671 views
Apakah Kita Melaksanakan Hadits Shahih Saja?
10 August 2006, 04:16 | Hadits | 6.369 views
Islamkah Syiah?
9 August 2006, 03:15 | Aqidah | 22.114 views
Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum | 7.389 views
Apakah Sepupu Mahram?
8 August 2006, 08:53 | Nikah | 13.703 views
Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita | 5.253 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum | 5.220 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah | 6.934 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris | 5.282 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah | 8.505 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,150,045 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2019
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img