Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah? | rumahfiqih.com

Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?

Fri 25 August 2006 04:21 | Muamalat | 6.434 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Mohon bantuan Pak Ustaz,
Saya bekerja di sebuah perusahaan BUMN yang menyediakan pinjaman bagi karyawan yang ber-masa kerja minimal 5 tahun, untuk kepemilikan rumah maupun kendaraan bermotor. Dalam klausul perjanjian dijelaskan bahwa karyawan peminjam akan dibebani "biaya administrasi" berupa bunga yang rendah jauh di bawah bunga kredit yang berlaku di pasar. Prosedurnya adalah karyawan mengajukan permohonan dan bila syarat terpenuhi maka karyawan akan dipinjami uang untuk membeli rumah/kendaraan yang harus dikembalikan secara mengangsur. Apakah ini termasuk praktek riba?

Bila jawabannya adalah 'ya' maka apabila insya Allah prakteknya dapat saya ubah dengan mengatasnamakan perusahaan saya sebagai pembeli dalam transaksi pembelian rumah/kendaraan dan kemudian perusahaan menjualnya kepada saya yang pembayarannya dilakukan dengan angsuran, sudah dapat dianggap sebagai transaksi yang syar'i yaitu murabahah?

Jazakallah khairan katsira..

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warhmatullahi wabarakatuh,

Kalau menilai dua contoh kasus di atas, maka pada kasus yang pertama memang telah terjadi riba. Sebab esensi transaksinya adalah pinjaman uang dengan kewajiban pengembalian plus bunganya.

Sedangkan pada kasus yang kedua, bisa dikatakan transaksi yang halal dan dibenarkan syariah. Sebab esensi transaksinya bukan pinjam uang tetapi jual beli. Di mana perusahaan menjual rumah atau kendaraan kepada anda dengan harga yang disepakati dan cara pembayaran cicilan.

Tapi ada syaratnya, terutama adalah bahwa perusahaan tidak boleh mengeluarkan dalam bentuk uang tunai kepada anda. Sebab bila demikian, maka tetap saja judulnya pinjam uang dengan bunga.

Maka kalau pun seandainya perusahaan tidak punya source dalam pengadaan barang dan terpaksa menggunakan jasa anda, tetap masih dimungkinkan, tetapi harus ada dua transaksi yang berbeda dan terpisah.

Pertama adalah transaksi penggunaan jasa anda untuk pengadaan barang. Bentuknya, perusahaan boleh meminta tolong kepada anda untuk menjadi wakil perusahaan dalam pengadaan barang (membelikan barang). Tapi harus dipastikan bahwa posisi anda bukan sebagai pihak yang membeli, tetapi sebagai 'orang suruhan' pihak perusahaan. Maka dalam semua dokumen pembelian dan sebagainya, harus jelas tercantum nama kedua belah pihak, di mana perusahaan sebagai pembeli dan pihak kedua sebagai penjual.

Anda tidak perlu memegang uangnya, sebab dalam pembelian itu, perusahanaan akan langsung mentransfer uangnya kepada pihak yang menjual (produsen) mobil. Keberadaan anda hanya sebagai perwakilan dalam masalah memilih jenis mobil, negosiasi harga serta membantuk pengurusan semua dokumen. Tapi transaksi tetap antara perusahaan anda dengan produsen mobil.

Setelah lengkap dan paripurna transaksi yang pertama ini, kemudian barulah transaksi yang kedua dimulai, yaitu perusahaan menjual kembali rumah atau kendaraan itu kepada anda, di mana kali ini anda adalah pembeli dan perusahaan adalah penjual.

Dalam pada itu, perusahaan berhak memark-up harga. Dari harga belinya dinaikkan beberapa persen ketika barang itu dijual kepada anda. Misalnya, perusahaan membeli mobil secara tunai seharga 200 juta. Kemudian perusahaan menjual kembali mobil itu kepada anda seharga 300 juta. Itu boleh dan halal.

Pembayaran dari pihak anda boleh dengan tunai dan boleh dengan kredit. Kalau dengan kredit, maka anda boleh mencicil tiap bulan sebesar harga cicilan yang anda sepakati dengan pihak perusahaan.

Meski sekilas terkesan mirip, tapi kedua kasus di atas secara esensi sangat berbeda. Yang pertama haram sedangkan yang kedua halal. Subhanallah...

wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warhmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.763 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.469 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 6.179 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 5.437 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits | 5.268 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat | 4.842 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.660 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 9.033 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.751 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara | 6.506 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah | 7.569 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah | 6.698 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Nikah | 5.966 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris | 6.019 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa | 5.207 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum | 6.007 views
Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama
10 August 2006, 04:51 | Kontemporer | 5.774 views
Apakah Kita Melaksanakan Hadits Shahih Saja?
10 August 2006, 04:16 | Hadits | 6.540 views
Islamkah Syiah?
9 August 2006, 03:15 | Aqidah | 22.383 views
Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum | 7.886 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,232,552 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

9-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:13 | Maghrib 18:03 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img