Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis | rumahfiqih.com

Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis

Tue 29 August 2006 09:13 | Aqidah | 5.811 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Ustaz yang dirahmati Allah SWT

Saya ingin menanyakan bagaimana seharusnya sikap kita sebagai umat Islam terhadap perang yang tengah berkecamuk melawan zionis dan kapitalis sebagai musuh Islam saat ini?

Haruskah kita ikut berjihad langsung di medan jihad ataukah ada cara yang lebih baik terutama untuk ibu rumah tangga dan remaja putri di negara ini?

Mohon penjelasannya Ustaz, Wassalam

Terima kasih,

Jawaban :

Assalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Perang atau jihad secara fisik fi sabilillah itu ada dua hukumnya. Pertama, hukumnya fardhu kifayah. Kedua, hukumnya fardhu 'ain. Semua kembali kepada situasi dan kondisinya.

Secara umum, jihad itu hukumnya fardhu kifayah. Misalnya buat kita-kita di Indonesia ini, bila mengetahui bahwa ada sebuah negeri Islam di dunia ini yang sedang dijajah bangsa lain.

Ada banyak pengertian fardhu kifayah, salah satunya adalah bahwa bila masalahnya sudah bisa diatasi, maka tidak wajib lagi. Sebaliknya, bila masalah masih belum bisa diatasi, selama itu pula hukumnya masih wajib.

Contoh, bila di Palestina umat Islam tidak mampu menahan gempuran Yahudi, maka kewajiban umat Islam di luar Palestina masih ada untuk ikut serta membantu muslim Palestina, sampai kekuatan itu bisa berimbang. Dan pada saat itu barulah berhenti kewajiban ikut berjihad buat umat Islam di luar Palestina.

Adapun buat umat Islam di Palestina sendiri, maka hukumnya fardhu 'ain untuk mengusir pada penjajah. Sebab yang terjadi adalah bahwa negeri mereka dilumat habis oleh orang kafir. Maka menjadi kewajiban bagi masing-masing individu di sana untuk angkat senjata memberikan perlawanan. Bahkan harus mempertahankan jengkal-jengkal tanah yang sudah menjadi wakaf buat umat Islam.

Buat kita yang tinggal di Indonesia, kewajiban untuk membela perjuangan di sana adalah fardhu kifayah, bukan fardhu 'ain. Sehingga bila oleh pemimpin umat dinilai apa yang dilakukan oleh mujahidin Palestina telah cukup, tidak atau belum diperlukan tentara langsung dari Indonesia, maka jihad di Palestina buat orang Islam di Indonesia, tidaklah menjadi kewajiban yang bersifat orang-orang.

Bentuk Jihad Kita

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, buat membantu perjuangan saudara kita di Palestina. Di antaranya dengan membantu dari segi dana. Sedikit atau banyaknya bantuan itu, tentu bukan urusan kita. Yang penting kita punya kepedulian untuk membantu, syukur-syukur kalau bisa rutin dan lebih baik lagi kalau besar nilainya. Tapi kalau tidak mampu, yang penting kepedulian kita.

Selain itu tentu saja dengan doa yang secara rutin kita panjatkan, baik secara pribadi maupun secara berjamaah. Jangan dianggap enteng masalah doa, sebab Nabi SAW mengatakan bahwa doa adalah senjata orang beriman.

Kita juga bisa bantu perjuangan Palestina lewat opini yang kita kembangkan. Sebab musuh kita, para yahudi laknatullah itu, juga menggunakan jurus propaganda untuk memenangkan opini. Alhamdulillah, di negeri kita ini wacana yang berkembang sangat baik. Yaitu orang-orang semua mengutuk yahudi dan membela perjuangan umat Islam Palestina.

Tetapi jangan pandang enteng dulu, sebab diam-diam di negeri kita ini tidak sedikit orang-orang yang pro Israel, Yahudi atau Amerika. Kalau pun mulutnya tidak pro Yahudi, tapi belanja yang mereka keluarkan sangat membantu kekuatan dan denyut nadi Yahudi.

Misalnya, dari belanja produk-produk produsen tertentu, yang nyata-nyata memang membela atau menjadi donatur buat mereka. Seandainya para ibu rumah tangga di negeri muslim sepakat memboikot, paling tidak ada nilai yang bisa kita sumbangkan. Meski banyak kalangan meragukan keefektifannya, tapi pemboikotan produk Yahudi ini lumayan bisa membuat kerepotan. Sebab ekonomi dan kekuatan Yahudi jadi lumayan goncang akibat berkurangnya pasokan dana.

Bentuk kongkrit lainnya adalah mendidik anak-anak kita untuk menjadi ahli di bidangnya. Jangan pandang mereka hari ini, tapi tataplah wajah mereka dan bayangkanlah peran mereka 20 sampai 30 tahun ke depan. Kita berharap dari mereka akan ada yang jadi ahli militer, pembuat senjata berat yang bisa melumpuhkan yahudi, ada yang bisa jadi jenderal, presiden, politikus, tentara dan prajurit handal.

Dengan ilmu dan keterampilan yang mereka dapat lewat tangan-tangan kita sekarang, insya Allah suatu hari yahudi-yahudi akan lari tunggang-langgang dikejar-kejar oleh anak-anak kita nanti. Sebab di hari itu, anak-anak kita akan sangat ditakuti oleh para yahudi, karena ilmu mereka jauh melebihi Yahudi. Kekuatan mereka jauh melebihi Yahudi. Nyali mereka jauh melebihi nyali Yahudi. Pendeknya, tugas kita menyiapkan generasi pembasmi Yahudi. Karena, Yahudi tidak pernah berhak untuk berkuasa di dunia ini. Kalau cita-cita itu belum kesampaian hari ini, insya Allah suatu hari nanti, anak-anak kita akan mewujudkan impian kita. Dan itu pasti...

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.046 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.316 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.104 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat | 6.005 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.300 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.152 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 5.727 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 4.716 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits | 4.963 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat | 4.586 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.249 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 7.335 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.417 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara | 6.205 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah | 6.922 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah | 6.227 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Nikah | 5.464 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris | 5.575 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa | 4.935 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum | 5.668 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,818,410 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img