Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai? | rumahfiqih.com

Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai?

Tue 2 January 2007 12:20 | Nikah | 6.091 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass ww!

Apa yang harus saya lakukan, di mana isteri saya beberapa kali meminta diceraikan??? Sedangkan saya berusaha untuk mempertahankannya.

Alasan yang ia kemukakan adalah:

1. Dia ingin mengasuh anak dengan tenang

2. Kurangnya perhatian dari saya karena banyak urusan

(Adapun urusan saya masalah syar'i karena menyangkut dakwah).

3. Belum siap, dengan kondisi aktivitas saya yang cukup banyak.

Selain alasan tersebut di atas perlu saya kemukakan bahwa isteri saya berumur 23 tahun dan saya 27 tahun. Insya Alloh kami aktif di kegiatan - kegiatan dakwah. Dia merasa lelah karena merasa sebagai single fighter untuk urusan rumah karena saya sibuk di luar.Wallohu 'alam.

Jazakumulloh khoiron katsiro atas tanggapannya.

Wa 'alaikum salam wr.wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Cerai bukan perkara mudah dan pada dasarnya tidak pernah dibenarkan, kecuali bersifat emergency. Allah SWT membencinya dan syariat Islam didesain untuk sangat menghalangi proses perceraian.

Tetapi entah mengapa, kasus yang anda sampaikan ternyata bukan hanya satu dua saja, tetapi cukup sering muncul. Dan anehnya, bukan hanya dari pasangan kebanyakan, tetapi justru banyak dari rumah tangga para aktifis dakwah. Padahal mereka dulu bertekat ingin menjalankan rumah tangga Islami, proses menikah dengan cara Islami, mengadakan pesta walimah dengan cara Islami, tapi ujung-ujungnya selesai dengan perceraian. Ada apa sebenarnya?

Mungkin ada banyak sebabnya. Dan masing-masing pasangan pasti punya konflik-konflik internal. Ini memang tidak bisa dipungkiri.

Tapi yang jadi masalah, mengapa seakan ada kecenderungan untuk menjadikan cerai sebagai solusi? Seolah cerai menjadi primadona?

Sebuah analisa menyebutkan bahwa gejala ini tidak bisa dilepaskan dari media massa. Misalnya bergentayangannya berbagai program televisi yang menayangkan berita perceraian, baik di kalangan artis atau pun tokoh-tokoh lainnya. Di samping sinetron yang juga seperti kompak menayangkan masalah perceraian. Intinya, masyarakat awam dicekoki tayangan yang menggiringnya tanpa sadar untuk menyelesaikan segala persoalan rumah tangga dengan menyederhanakan masalah: cerai!

Sayangnya, rumah tangga para aktifis dakwah pun seringkali terkena imbasnya. Biar bagaimana pun mereka juga manusia, yang hidup bersama televisi juga. Semua racun televisi pun akhirnya terkena juga pada mereka.

Maka wajar bila rumah tangga para aktifis dakwah pun terjangkiti demam minta cerai. Cirinya banyak kemiripan, yaitu para isteri itu minta cerai kepada suaminya, walau hanya alasan yang terlalu sederhana dan cenderung dibuat-buat. Apa daya, program yahudi dalam rangka menghancurkan umat Islam lewat tayangan televisi, ternyata terjadi juga.

Meski dahulu ketika masih mahasiswa, para aktifis dakwah ini sangat anti dengan program yahudi, namun begitu mereka lulus dan mulai terjun ke dunia nyata, setelah menikah dan berumah tangga, toh akhirnya banyak juga yang menjadi korban.

Apa lacur, akhirnya program televisi yang amat sangat merusak itu, berhasil juga mengoyak hidup mereka. Mungkin bukan lewat gaya hidup hedonis, pergaulan bebas, free seks, atau pola hidup glamor, tetapi lewat tayangan infotainmen atau sinetron yang menjejali kepala mereka dengan hembusan nafas syaitani, yang pada intinya mengajak mereka untuk bercerai. Paling tidak telah menawarkan wacana bahwa cerai itu wajar dan boleh-boleh saja.

Sedikit demi sedikit racun itu masuk ke dalam alam bawah sadar mereka, sehingga suatu hari sampailah pada stadium yang sangat parah, yaitu seolah cerai adalah pintu untuk masuk surga. Hinggaakhirnya sedemikianmenggebunya para ibu rumah tangga muda untuk minta bercerai dari suaminya.

Setiap hari tayangan layar kaca itu menambah terus semangat untuk bercerai. Kesalahan apa pun dari pasangan mereka, selalu bisa dijadikan dasar untuk bercerai. Naudzu billahi min zalik,

Betapa syetan berhasil masuk ke dalam rumah tangga kita, termasuk rumah tangga para aktifis dakwah sekalipun. Musuh Allah itu melonjak-lonjak kegirangan, lantaran upaya mereka telah berhasil. Bendungan yang telah lama mereka goyang, akhirnya jebol juga.

Isteri Juga Punya Hak

Tetapi di balik semua kenyataan pahit ini, tidak ada salahnya juga buat para suami untuk melakukan program mengaca diri. Misalnya seperti alasan yang dikemukakan, isteri merasa kewalahan kalau harus ber'single-fighter' mengurus rumah tangga, sementara suami sibuk 'dakwah'.

Kalau memang benar kejadiannya seperti ini, tentu saja suami harus mengoreksi diri. Sebab objek dakwah yang paling prioritas baginya justru isteri dan anak-anaknya. Kalau seorang aktifis dakwah pada hari libur mengajak isteri dan anak berekreasi, jangan terburu divonis sebagai kurang berperan dalam dakwah. Tidak, justru hal itu merupakan dakwah yang utama baginya. Sebab siapa yang akan melakukannya kalau bukan kepala rumah tangga? Apakah harus suami orang lain yang mengajak mereka berekreasi?

Dalam hal ini bukan berarti aktifitas seorang juru dakwah tidak penting, tetapi tetap saja harus harus ada skala prioritas. Bukankah Rasulullah SAW bersabda,"Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang paling baik bagi isterinya."

Kalau ada aktifis dakwah sampai tidak punya waktu untuk anak dan isterinya lantaran terlalu sibuk dakwah di luar, perlu ada yang dikoreksi dalam otaknya. Sebab format berpikirnya keliru. Dakwah buat umat hukumnya hanya sunnah, paling tinggi hanya fardhu kifayah. Tetapi dakwah dan memberikan waktu kepada anak isteri hukumnya fardhu 'ain, wajib secara mutlak. Maka itujangan sampai terbalik-balik.

Nabi SAW bersabda:

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan bertanggung-jawab atas kepemimpinannya....Dan seorang laki-laki adalah pemimpin buat isterinya serta bertanggung-jawab atas kepemimpinannya."

Mengorbankan anak isteri demi dakwah umum justru tidak adil serta bertentangan dengan hadits di atas. Sebab setiap orang punya hak, termasuk isteri dan anak-anak.

Kalau sampai isteri merasa terzalimi dan tidak terpenuhi hak-haknya oleh suami, lantaran suami sibuk menjadi juru dakwah di luar, sesungguhnya suami yang seperti itu telah melakukan kezaliman, bahkan dia sedang menabur benih kehancuran,ya dia pada hakikatnya sedang menggali kuburannya sendiri.

Dan kalau karena ulahnya itu, sampai isteri berani mengajukan permintaan cerai,berarti lampu kuning sudah menyala. Segera sadari dan perbaiki, sebelum semuanya terlambat, saudaraku.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Jawaban Istikharah dari Al-Quran
2 January 2007, 11:58 | Shalat | 12.611 views
Non Muslim Berqurban untuk Ibunya
2 January 2007, 09:26 | Qurban Aqiqah | 4.963 views
Penetapan Wuquf oleh Pemerintah Arab Saudi Beda Dengan Software
1 January 2007, 04:08 | Haji | 4.920 views
Pameran Foto Tsunami, Bid'ahkah?
30 December 2006, 11:36 | Umum | 4.447 views
Adakah Hadis Menjelaskan Sholat Fardu Dan Rakaatnya?
30 December 2006, 07:14 | Shalat | 5.923 views
Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha
30 December 2006, 02:01 | Haji | 4.795 views
Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan
28 December 2006, 08:39 | Qurban Aqiqah | 6.080 views
Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 6.414 views
Paham Asy'ari
27 December 2006, 23:28 | Aqidah | 11.538 views
Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
26 December 2006, 03:13 | Haji | 5.852 views
Mana Lebih Utama, Shalat Berjamaah di Masjid atau di Rumah?
26 December 2006, 03:02 | Shalat | 10.572 views
Dakwah Islam, Dimulai dari Mana?
26 December 2006, 02:59 | Dakwah | 5.729 views
Dasar Hukum Haramnya Anjing
26 December 2006, 02:39 | Kuliner | 9.026 views
Materi Pengajian Jarak Jauh
26 December 2006, 02:17 | Umum | 4.933 views
Bongkar Kuburan, Pembuktian Cepat Agama Siapa yang Benar
22 December 2006, 03:32 | Kontemporer | 6.628 views
Cinta kepada Allah atau Cinta Negara
22 December 2006, 03:20 | Negara | 5.128 views
Wahabi, Apa dan Siapakah?
21 December 2006, 02:34 | Umum | 14.111 views
Bagaimana Seharusnya Menghormati dan Mencintai Rasulullah SAW?
21 December 2006, 02:31 | Hadits | 6.611 views
Hukum Mengotopsi Mayat
21 December 2006, 02:02 | Kontemporer | 5.932 views
Mengapa Presiden Abbas dan Fatah Menyatakan Keharusan Mengakui Eksistensi Israel
20 December 2006, 04:28 | Negara | 5.097 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,290,608 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img