Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris | rumahfiqih.com

Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris

Thu 31 August 2006 07:19 | Mawaris | 5.735 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,

Pak Ustaz yang saya hormati, langsung ke permasalahan:
Pakde (kakak kandung laki-laki dari bapak saya) meninggal dunia 2006. Bude (isterinya) meninggal 2005. Mereka tidak punya anak. Bapak saya meninggal 1984. Orangtua Pakde dan Bude sudah lama meninggal. Saudara kandung Pakde ada 4 orang perempuan, 1 orang sudah pindah agama.

Pertanyaan:
1. Dalam hal pembagian harta warisan almarhum Pakde, saya masih ragu apakah posisi saya memang termasuk ahli waris? Jika benar, maka masuk ke dalam golongan yang mana?
2. Mohon kami dibantu menghitungkan pembagian waris untuk para ahli waris.
3. Apakah dibolehkanmenggunakan sebagian harta warisan untuk membiayai urusan harta warisan yang bukan urusan pemakaman, seperti membiayai operasional rumah almarhum (menggaji pembantu, sopir, dan lain-lain) serta biaya transportasi selama mengurus administratif harta warisan? Jika dibolehkan, termasuk wasiat, hibah atau apa? Jika tidak diperbolehkan, mohon kami dibantu ditunjukkan jalan keluarnya soalnya sudah semakin terasa berat?
4. Saat mempelajari formulir dari Pengadilan Agama ada item yang menyebutkan pembagian dengan sama rata. Apa ini terapan dari lembaga wasiat wajibah yang diperkenalkan MA beberapa tahun lalu?
Apakah jika kami memilih mengisi item itu dibolehkan? Mohon penjelasan.

Mohon kerelaan Pak Ustadz untuk menyegerakan membantu kami, mengingat salah saudara kandung saat ini sedang sakit.

Terima kasih banyak atas waktu Pak Ustaz.

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Biarkan kami mencerna dulu apa yang anda sampaikan. Yang meninggal adalah pakde, sehingga yang akan kita bagi adalah harta meninggalan beliau.

Almarhum pakde wafat dengan meninggalkan 4 orang saudara perempuan tanpa anak. Beliau juga dikatakan tidak meninggalkan isteri, ayah atau ibu lantaran semuanya meninggal lebih dulu ketimbang dirinya. Orang yang sudah wafat duluan, tentu tidak akan menerima warisan.

Ahli waris pakde yang seharusnya ada empat orang saudara perempuan, karena satu orang pindah agama, maka hanya tinggal tiga orang saja yang mendapatkan warisan. Sebab seorang kafir tidak boleh menerima warisan dari kelarganya yang muslim.

Adapun posisi anda sendiri sebagai anak laki-laki dari saudara laki-laki almarhum, di sini menjadi sedikit masalah, sebab sayang sekali anda tidak menyebutkan jenis kelamin anda sendiri, laki-laki atau perempuan kah?

Sebab kalau anda seorang perempuan, maka dalam sturktur ahli waris, anda tidak tercantum. Yang termasuk ahli waris dan mungkin menerima warisan asal tidak terhijab adalah bila anda laki-laki. Yaitu anak laki-laki dari anak laki-laki.

Tetapi kalau anda adalah sebagai anak laki-laki dari saudara laki-laki almarhum, maka anda berhak menerima warisan sebagai ashabah dari almarhum. Dan karena posisi ayah anda yang sudah wafat, maka jatah bagian sebagai ashabah menurut kepada anak laki-lakinya, yaitu anda.

Bila ternyata anda sendiri punya saudara laki-laki juga, atau ayah anda punya anak laki-laki selain anda, dia pun juga berhak mendapat warisan. Tetapi bila saudara anda perempuan, dia tidak mendapat warisan.

Maka hasil akhirnya adalah bahwa almarhum pakde punya ahli waris 3 orang saudara perempuan, ditambah dengan keponakan laki dari saudara laki-laki, yaitu anda. Dan juga saudara anda kalau ada. Kesemuanya menerima warisan dengan cara ashabah.

Aturan pembagian warisan di antara penerima waris secara ashabah adalah bahwa yang laki-laki menerima bagian 2 kali lebih besar dari yang yang perempuan. Anggaplah anda tidak punya saudara laki-laki, sehingga hanya ada satu orang laki-laki dalam pembagian ashabah itu, maka seolah anda itu dua orang. Maka semua harta warisan almarhum pakde itu kita bagi menjadi 5 bagian yang sama besar.

Anda mendapat jatah dua bagian, sedangkan masing-masing dari bibi anda mendapat satu bagian.

Seandainya nilai total harta warisan almarhum pakde ada 5 milyar, maka anda mendapat 2 milyar, sedangkan masing-masing-masing bibi anda mendapat 1 milyar perorang.

Sedangkan pertanyaan anda tentang kebolehan menggunakan harta almarhum untuk semua keperluan di atas, pada prinsipnya boleh asal atas seizin para ahli waris. Sebab begitu seseorang meninggal, maka harta peninggalannya menjadi hak ahli waris. Mintalah kepada mereka sebelum menggunakannya. Ajukan anggaran semua biaya dan laporkan secara jujur dan bertanggung-jawab.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.724 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 9.461 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 5.882 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 6.115 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.567 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.693 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.357 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat | 6.253 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.560 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.328 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 6.008 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 5.055 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits | 5.142 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat | 4.723 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.466 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 8.036 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.621 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara | 6.376 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah | 7.319 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah | 6.505 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,405,620 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img