Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel? | rumahfiqih.com

Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?

Fri 1 September 2006 04:33 | Umum | 9.784 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak Ustadz, dalam sejarah Islam, ada seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba yang masuk Islam, tetapi dia mengacak-ngacak Islam dengan trik-triknya. Karena ulah Saba ini maka lahirlah ajaran/mazhab Syiah.

Kalau memang Syiah itu lahir akibat dari trik-trik Abdullah Ibnu Saba, kenapa sekarang Syiahlah yang paling berani menentang Israel? Bandingkan dengan Arab Saudi yang mayoritas Sunni, bahkan ulama Saudi mengharamkan bagi muslim yang membantu perjuangan Palestina dan Hizbullah.

Pemimpin dari golongan Syiah (Iran) bahkan Presidennya pun patut menjadi tauladan bagi muslim di seluruh dunia, di mana mereka hidup dengan kesederhanaan. Bandingkan dengan Raja-raja Arab Saudi yang hidup dengan kemewahan.

Jadi patutkah kita mencontoh perilaku ulama yang berlindung di balik penguasa yang tidak Islami?

Kalau kita mau fair, apakah Islam itu dijalankan dengan benar, maka lihat pemimpinnya. Jika pemimpinya memimpin dengan penuh kesederhanaan, maka di situlah letak kebenaran Islam yang sesungguhnya. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebaiknya kita tidak terjebak dengan isu syiah sunnah dalam masalah yang sedang kita hadapi sekarang ini. Adanya Abdullah bin Saba' adalah urusan sejarah, tidak ada kaitannya dengan keberadaan muslim syiah dan sunni di masa sekarang.

Abdulah bin Saba' memang tokoh yang telah memporak-porandakan sejarah dunia Islam. Bukti-bukti otentiknya terlalu banyak untuk disebutkan. Akan tetapi kalau kita mengungkap adanya tokoh ini, bukan berarti kita harus menghidupkan permusuhan antara kedua kekuatan umat Islam dewasa ini. Beda antara syiah dan sunnah bukan terletak pada Abdullah bin Saba' semata.

Apa yang sekarang dicapai oleh Hizbullah di Libanon, atau kegagahan pemimpin Iran dewasa ini di hadapan musuh Allah SWT, sama sekali bukan pengaruh kesyiahan mereka. Dan melempemnya pemimpin dunia Arab yang nota bene sunni, juga bukan karena kesunnian mereka.

Bukankah HAMAS itu sunni? Tapi dunia tahu bahwa yang paling ditakuti tentara Israel adalah lemparan batu pasukan Intifadhah, atau ledakan bom syahid mereka.

Jadi ukurannya bukan kesyiahaan atau kesunnian seorang pemimpin, karena realita di lapangan tidak sesuai. Yang membedakan adalah masalah nyali. Kebetulan pemimpin Hizbullah termasuk yang punya nyali, sama dengan pemimpin Hamas juga. Yang satu syiah dan yang satu sunnah, tapi kalau keduanya punya nyali, sama hebatnya.

Khusus buat Iran, sebenarnya belum terbukti benar bahwa pemimpinnya punya nyali. Sekali lagi ini bukan masalah syiahnya. Sebab meski Iran mengklaim punya rudal jarak jauh yang bisa menjangkau Israel, tapi sampai hari ini belum satu pun rudal mereka yang dijatuhkan di Tel Aviv. Padahal tidak ada salahnya bila hal itu dilakukan, hitung-hitung untuk membuktikan bahwa mereka memang benar-benar punya nyali. Kalau baru sekedar main ancam atau mengklaim saja, rasanya belum terbukti benar bahwa mereka punya nyali.

Seharusnya semua rudal milik Iran itu jangan cuma dielus-elus saja, sesekali perlu juga diluncurkan tepat di tengah jantung Tel Aviv. Tidak usah semuanya, separuhnya saja juga boleh, sebagai uji coba. Biar dunia tahu bahwa ternyata Iran punya rudal yang bisa meledak, dan bahwa para pemimpin Iran itu punya nyali betulan.

Nanti kalau PBB, Israel atau Amerika marah-marah, bilang saja, "Wah sori mas, salah pencet. Maksud kita bukan ke Tel Aviv, tapi ada salah prosedur...." Atau bilang saja bahwa untuk memastikan bahwa rudal itu betul-betul bisa melenyapkan suatu kota, kita butuh sebuah kota untuk dihancurkan. Kebetulan yang gampang untuk dijadikan sasaran adalah Tel Aviv, jadi sori banget nih.

Adapun pemimpin Arab yang dikatakan hidup mewah dan sebagainya, semua kita tahu memang demikian keadaannya. Ini mesti diakui dengan jujur, tidak perlu ditutup-tutupi. Tapi sekali lagi bukan karena sunni atau syiah, tetapi hal-hal di luar itu. Dunia toh juga tahu siapakah Shalahudin Al-Ayyubi, yang berhasil membebaskan Al-Aqsha dari pasukan salib Eropa. Sunni apa syiah dia? Toh kita tidak menghina pemimpin syiah sebagai pecundang.

Semoga kemenangan yang Allah berikan kepada umat Islam di Libanon tidak dijadikan komoditi murahan yang malah memundurkan umat, hanya dengan issu syiah sunnah. Sebab pertolongan itu tidak diturunkan untuk syiah atau sunni, tetapi untuk umat Islam semua.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 7.425 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 6.295 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.848 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 9.890 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 6.127 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 6.252 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.834 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.930 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.505 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat | 6.393 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.713 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.444 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 6.139 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 5.392 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits | 5.242 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat | 4.820 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.616 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 8.731 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.719 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara | 6.476 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,524,037 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img