Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Status Harta Warisan | rumahfiqih.com

Status Harta Warisan

Wed 6 September 2006 00:47 | Mawaris | 5.371 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.


Pak Ustaz, yang saya ingin tanyakan:

1. Apakah ibu saya wajib segera membagikan hasil penjualan harta peninggalan suaminya kepada anak-anaknya? Ibu saya belum ingin membagikannya sekarang, karena beliau masih memerlukan untuk keperluan hidup seperti untuk membeli rumah tinggalnya. Ibu saya sempat mendengar anak-anak membicarakan tentang pembagian warisan, hal tersebut sepertinya menjadi beban beliau.

2. Ibu saya membeli sebuah rumah, di mana rumah tersebut akan diberikan kepada salah seorang anaknya (ibu saya telah memberitahukan hal tersebut kepada semua anaknya). Apakah rumah tersebut nantinya masih wajib dibagikan kepada seluruh anak-anaknya? Jika hal tersebut sudah tidak wajib lagi, apakah harus ada hitam di atas putih yang mensyahkan secara hukum agama maupun negara?

Terima kasih sebelumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang masalah seperti ini seharusnya sudah diantisipasi sejak awal, agar tidak menimbulkan kesalah-pahaman antara ibu dengan anak.

Maksudnya, seorang isteri sejak awal mestinya sudah diberitahu bahwa haknya atas harta suaminya apabila meninggal adalah hanya 1/8 bagian saja. Hal ini bila suaminya punya keturunan yang menjadi ahli waris juga. Sedangkan bila suami tidak punya keturunan, maka hak isteri 2 kali lebih besar, yaitu 1/4 dari total peninggalan suami.

Agar ketika suaminya wafat, dia tidak merasa memiliki semua harta milik suaminya. Dan kalau anak-anaknya membicarakan warisan dari harta ayah mereka, dirinya tidak perlu merasa tersinggung atau terbebani.

Bahkan sebaliknya, dia justru ingin segera harta itu dibagikan kepada masing-masing anak sebagai ahli waris, agar dirinya tenang. Tidak was-was karena takut makan harta yang bukan haknya.

Di situlah letak pentingnya pelajaran faraidh, meski tidak semua kita akan menjadi mufti. Paling tidak, setiap kita akan mengalami ditinggal wafat oleh orang tua, saudara, anak, keponakan dan lainnya. Kalau sejak awal kita sudah paham seberapa besar hak kita yang telah Allah SWT tentukan, maka kita tidak akan berharap lebih dari yang merupakan hak kita.

Maka sungguh benarlah Rasulullah SAW ketika beliau bersabda:

Pelajarilah masalah hitung waris, lalu ajarkanlah. Karena masalah ini adalah setengah dari ilmu. Dan ilmu bagi waris ini adalah termasuk yang pertama akan diangkat (lenyap) dari umat Islamku.

Dan segala bentuk persengketaan masalah warisan, umumnya disebabkan karena keawaman, kebodohan dan keterasingan kita terhadap ilmu pembagia warisan.

Padahal sejak 14 abad lampau Allah SWT telah menurunkan kitab suci, mengutus nabi, mengiringinya dengan rangkaian panjang para ulama, erta kitab-kitab yang menghiasi berbagai perpustakaan, namun sayang sekali umat Islam kurang punya perhatian terhadap masalah ini.

Pemberian Ibu Kepada Salah Satu Anaknya

Perlu diketahui bahwa harta yang dibagi waris hanyalah harta yang dimiliki oleh seseorang, di mana dia meninggal dalam posisi sebagai pemilik sah harta tersebut.

Seandainya harta itu sudah pernah diberikan kepada orang lain, baik anaknya atau siapapun, lalu dia meninggal dalam posisi bukan pemilik harta itu, maka harta itu tidak boleh dibagi-bagi sebagai harta warisan.

Karena harta itu sudah ada pemiliknya. Sehingga tidak boleh diambil lagi begitu saja.

Maka bila ibu memberi rumah kepada salah seorang anaknya, tentunya rumah itu sudah sah milik si anak. Ketika penyerahan rumah itu, anak-anak lainnya sudah dikumpulkan. Jadi pasti sudah tahu bahwa rumah itu bukan lagi milik ibu mereka, tetapi sudah jadi milik orang lain.

Maka kalau ibu meninggal, rumah itu tidak bisa dibagi waris, karena sudah bukan harta ibu lagi. Meski dahulu pernah dimilikinya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 10.860 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.692 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.657 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 13.745 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 10.399 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.690 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 7.352 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 5.988 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.779 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 9.641 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 5.986 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 6.170 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.698 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.788 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.421 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat | 6.318 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.634 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.391 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 6.059 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 5.297 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,151,193 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2019
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img