Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Islam Keturunan, Haruskah Syahadat? | rumahfiqih.com

Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?

Mon 4 September 2006 07:27 | Aqidah | 12.178 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Pak ustadz, saya pernah ditanya oleh teman, karena kita hidup di lingkungan orang Islam dan orang tua kita Islam, apakah kita termasuk orang Islam, karena salah satu syarat Islam kan 2 kalimat syahadat? Apabila di dalam shalat kita sering membaca syahadat, termasuk syahadat syarat Islamkah?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Pertanyaan anda dengan sendirinya akan terjawab kalau kita perhatikan makna harfiyah kata "syahadat." Apa sih arti kata syahadat itu?

Syahadat artinya adalah persaksian. Seorang yang bersyahadat pada dasarnya dia sedang bersaksi. Pertanyaannya: mengapa harus bersaksi? Katakanlah sebagai contoh, mengapa seseorang harus bersaksi di pengadilan? Untuk apa bersaksi atau berikrar di depan hakim?

Jawabnya untuk menegaskan kepada khalayak tentang persepsi, pemahaman, keyakinan serta pendirian dirinya. Tetapi kenapa harus ada persaksian? Karena saat itu belum jelas pendirian seseorang, sehingga orang itu harus bersaksi di depan pengadilan.

Di masa lalu, ketika belum ada satu pun orang yang memeluk agama Islam, setiap kali ada yang masuk Islam, nabi SAW meminta mereka melakukan persaksian ini, yaitu melafadzkan dua kalimat syahadat. Sebagai tanda bahwa mulai saat itu dia sudah pindah agama dan menjadi pemeluk Islam. Pengucapan ini dilakukan untuk menegaskan bahwa seseorang sudah pindah agama, dari agama selain Islam menjadi beragama Islam.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah jadi muslim sejak lahir? Masihkah diperlukan persaksian?

Jawabnya tentu saja tidak perlu bersyahadat lagi. Mengapa? Sebab dalam kehidupan sehari-hari, semua ciri, perilaku dan penampilannya sudah menunjukkan bahwa dirinya seorang muslim. Karena itu persaksian itu tidak lagi diperlukan. Toh tidak ada kepentingannya lagi.

Lagi pula secara aqidah, keyakinan dan fikrah, sudah bisa dipastikan dirinya mentauhidkan Allah dan menjadikan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul-Nya, serta kesetiaan untuk menjalankan semua perintah Allah SWT. Mengapa seorang yang sejak lahir sudah demikian masih dipertanyakan keIslamannya dengan harus syahadat ulang?

Apakah anak-anak para shahabat nabi, para tabi'in, para ulama salaf dan setiap lapis generasi muslim sepanjang 14 abad itu pernah melakukan proses syahadat ulang, padahal mereka lahir sudah jadi muslim? Jawabnya tidak pernah. Sebab mereka memang sudah muslim, sejak lahir dan selama 24 jam dalam setiap hari dalam kehidupan mereka.

Bahkan ketika mereka pergi ke masjid untuk shalat, itu adalah 'syahadat' mereka. Ketika Ramadhan mereka berpuasa, itu adalah syahadat mereka juga. Ketika bayar zakat atau pergi haji ke baitullah, itu adalah syahadat mereka. Lantas buat apa lagi mereka bersyahadat lagi? Adakah pihak-pihak yang meragukan atau mencurigai bahwa orang yang melakukan itu bukan muslim?

Dan anda benar, bukankah tiap shalat kita pasti sudah mengucapkan dua kalimat syahadat. Bukan hanya sekali seumur hidup saja, tetapi setiap hari tujuh belas kali, apa masih kurang?

Syahadat Tidak Harus di Depan Imam

Sebuah cara pandang yang keliru dan sesat adalah bila mensyaratkan bersyahadat di depan imam tertentu, atau pimpinan tertentu dari suatu jamaah. Pemikiran ini tidak datang dari ajaran Islam yang benar, tetapi merupakan hasil rekayasa palsu kelompok tertentu. Mereka menyamakan antara syahadat dengan bai'at. Seolah orang yang tidak berbai'at dengan kelompok mereka, masih belum muslim. Syahadatnya dianggap belum sah, kecuali setelah bersyahadat sekaligus berbai'at dengan kelompok mereka.

Ide harus adanya syahadat ulang buat semua umat Islam, biasanya datang dari kelompok-kelompok yang punya kepentingan tertentu.

Syahadat ulang hanya diberlakukan kepada mereka yang murtad, yaitu ingkar kepada salah satu rukun iman dan rukun Islam, atau melakukan hal-hal yang kongkrit membatalkan syahadat. Itu pun ada perintah penguasa resmi, bukan orang perorang.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.866 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 7.465 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 6.519 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.906 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 10.046 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 6.257 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 6.294 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.919 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.999 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.559 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat | 6.441 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.769 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.474 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 6.185 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 5.445 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits | 5.279 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat | 4.851 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.668 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat | 9.061 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer | 6.757 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,333,055 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

12-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:05 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img