Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Keluarkah Saya dari Islam? | rumahfiqih.com

Keluarkah Saya dari Islam?

Tue 5 September 2006 04:59 | Aqidah | 5.551 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya pernah melakukan kesalahan berulang dan tidak pernah jera, hingga suatu saat untuk menancapkan komitmen terhadap diri saya pribadi. Saya berjanji pada Allah (hanya saya dan Allah yang tahu ketika itu) untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi, kemudian saya mengatakan, "Jika saya melakukan kesalahan yang sama, maka Engkau anggap aku keluar dari Islam." Hal itu saya katakan agar komitmen tertancap. Namun karena kelemahan iman, saya kembali melakukan kesalahan tersebut. Apakah karena kata-kata saya saya keluar dari Islam? Kalau iya, haruskan saya bersyahadat ulang di depan imam? Mohon jawaban Ustadz, saya sangat tertekan. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam agama Islam, murtadnya seseorang tidak disebabkan oleh dosa-dosa yang dilakukannya. Sebesar apapun dosa yang pernah dilakukannya, tetap saja tidak akan membuatnya 'dipecat' jadi orang Islam.

Seorang dianggap keluar dari Islam bila dia telah menggugurkan syahadatnya sendiri. Misalnya dengan mengingkari salah satu rukun iman yang enam itu. Atau mengingkari kewajiban rukun Islam yang lima. Atau mengingkari satu dari ayat Al-Quran. Atau mengingkari syariat Islam yang qoth'i.

Bahkan seorang yang tidak menjalankan shalat lima waktu, tetapi masih yakin dalam hatinya bahwa shalat itu wajib, dia tidak dianggap keluar dari Islam. Yang dikatakan keluar dari Islam manakala diiringi dengan keyakinan bahwa shalat 5 waktu itu tidak wajib atasnya.

Maka ketika anda berkata dalam hati, bila melakukan pelanggaran lagi akan dikeluarkan dari agama Islam, otomatis hal itu tidak berlaku. Sebab dosa yang anda lakukan itu bukan termasuk penyebab kemurtadan anda. Bagaimana bisa anda kemudian memvonis diri anda keluar dari Islam.

Lagi pula, kemurtadan itu bukan hal yang bisa dijadikan suatu bentuk hukuman. Kalau anda ingin menghukum diri sendiri, carilah bentuk-bentuk hukuman yang memang sesuai. Misalnya anda menghukum diri untuk puasa, bayar denda, memberi makan fakir miskin, menyantuni anak yatim dan sejenisnya. Bukan menghukum diri jadi orang kafir. Itu namanya anda sudah memastikandiri untuk masuk neraka.

Masak sih karena secuil dosa yang belum mampu anda tinggalkan, lantas anda tega-teganya memvonis diri pasti menjadi ahli neraka. Bukan sekedar mampir saja, tapi untuk selama-lamanya. Bayangkan, maukah anda berbuat dosa yang anda sesali, tapi untuk itu anda menghukum diri untuk masuk neraka secara abadi? Sungguh tidak masuk akal tentunya.

Lebih baik anda minta ampun kepada Allah SWT atas dosa yang anda lakukan, bukan malah jadi orang kafir. Sebab pintu ampunan dan taubat milik Allah itu sangat luas. Segunung dosa seorang hamba akan menjadi tidak ada artinya dibandingkan luasnya ampunan Allah SWT.

Sekarang anda pastikan diri bahwa anda muslim. Tidak ada salahnya bila anda ikrarkan selalu dua kalimat syahadat. Perbaharui iman anda setiap saat. Karena pada dasarnya tidak ada tempat untuk berlari dari Allah.

Lebih baik anda mendekat kepada-Nya, ketimbang lari menjauhi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 13.167 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 9.268 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.516 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 7.219 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 5.470 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.671 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 9.260 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 5.789 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 6.053 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.452 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.619 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.301 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat | 6.198 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita | 7.491 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa | 5.293 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Nikah | 5.947 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris | 4.989 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits | 5.095 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat | 4.693 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Nikah | 5.396 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,794,018 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-8-2019
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:16 | Maghrib 17:57 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img