Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan? | rumahfiqih.com

Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?

Thu 7 September 2006 02:37 | Nikah | 6.628 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamualaikum wr. wb.

Pak ustadz yang dirahmati Allah SWT, perkara warisan bagi anak laki-laki atau perempuan dari hasil perzinaan saya jelas, tapi yang masih menjadi pertanyaan adalah siapakah yang bisa atau berhak menikahkan anak perempuan hasil zina atau hasil perkosaan? Sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seorang wanita yang lahir dari hasil perzinaan kedua orang tuanya, secara hukum nasabnya terputus dari ayah kandungnya. Sehingga si ayah kandung itu tidak bisa menjadi wali atas dirinya.

Dalam hal ini para ulama ada yang memandang bahwa bila ayahnya itu menikahi ibunya secara syar'i ,maka hubungan nasab antara ayah dan anak akan tersambung kembali. Sehingga si ayah itu boleh dan berhak menjadi wali bagi anak gadisnya.

Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang berapa lama jangka waktu si ayah bilogis harus segera menikahi ibunya.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa untuk selamanya nasab ayah dan anak hasil zina tidak akan terambung. Pendapat inilah yang banyak berkembang di tengah masyarakat. 

Yang disepajati bahwa seandainya pernikahan sah antara kedua orang tuanya itu tidak pernah terlaksana, maka tidak ada garis nasab antara anak gadis itu dengan ayah biologisnya. Statusnya boleh dibilang hanya sebagai ayah biologis semata, bukan ayah secara hukum.

Maka bila anak gadis itu akan dinikahkan, hanya ada satu di antara dua pilihan. Pertama, meminta kepada si ayah biologis itu untuk segera menikahi ibu gadis itu, agar hubungan nasab antara keduanya bisa terbentuk kembali.

Kedua, bila gadis itu tidak punya wali, maka yang berwenang untuk menjadi wali baginya adalah penguasa (sultan). Sultan adalah pemerintah yang sah yang berkuasa di negeri tempat tinggalnya. Kalau dalam tatanan negara kita, wewenang itu biasanya ada pada hakim pada pengadilan agama atau petugas Kantor Urusan Agama Departemen Agama RI.

Ke kantor inilah si gadis mengurus masalah perwalian atas dirinya, bila akan menikah dengan seorang laki-laki.

Semua itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW:

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sultan (penguasa) adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali." (HR. Arba'ah)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa | 5.496 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer | 5.485 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Nikah | 5.332 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita | 5.076 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris | 5.090 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 8.230 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.317 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.414 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 12.172 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 8.098 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.188 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 6.998 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 4.780 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.472 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 8.565 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 5.428 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 5.811 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.038 views
Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih | 7.314 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah | 6.103 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,802,090 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img