Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tafsir Al-Anbiya Ayat 7 | rumahfiqih.com

Tafsir Al-Anbiya Ayat 7

Fri 8 September 2006 04:11 | Quran | 6.016 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammualaikum wr. wb.

Apakah maksud firman Allah swt pada Q.S. Al-Anbiya ayat 7? sekian.

Assalammualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ayat yang dimaksud lengkapnya adalah:

(QS Al-Anbiya': 7)

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui

Di dalam tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi dijelaskan bahwa firman Allah SWT, "Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka", sebagai jawaban atas argumentasi para orang kafir yang meragukan kenabian Muhammad SAW. Mereka mencemooh bahwa Muhammad SAW itu sama saja dengan manusia biasa. Tidak ada kelebihan apapun, sehingga tidak perlu diikuti ajarannya.

Maka Allah SWT turunkan ayat ini yang membandingkan antara nabi Muhammad SAW dengan para nabi terdahulu. Di mana para nabi terdahulu itu sama saja dengan beliau SAW, sama-sama manusia biasa. Hanya saja mereka mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Disebutkan 'beberapa laki-laki' untuk menunjukkan bahwa para nabi terdahulu tidak lain juga manusia, sebagaimana Muhammad SAW juga manusia. Tapi yang membedakan, para nabi terdahulu dan juga Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah. Ayat ini menegaskan bahwa nabi itu bukan malaikat, karena disebutkan dengan kata 'laki-laki, yang menunjukkan bahwa mereka adalah dari jenis manusia.

Firman-Nya: Fas'alu ahlaz-zikri (tanyakan kepada ahli zikri)

Apabila para orang kafir itu masih belum bisa menerima argumentasi ini, silahkan saja mereka bertanya kepada ahluz zikri. Sufyan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan ahlaz-zikri adalahpara ahli Taurat dan Injil yang telah beriman kepada nabi Muhammad SAW (sudah masuk Islam).

Disebut mereka itu ahluz-zikri (makna zikr adalah mengingat), karena mereka paham dan mengerti betul kisah para nabi terdahulu yang belum dikenal oleh bangsa Arab. Dan para kafir Quraisy memang terbiasa bertanya kepada ahli Taurat dan Injil tentang nab-nabi terdahulu. Di sini Allah menegaskan kembali untuk bertanya kepada mereka bila belum tahu.

Versi Penafsiran yang Lain

Selain versi penafsiran di atas, sebagian ahli tafsir punya versi lain dari maksud ayat di atas. Bahwa menurut mereka yang dimaksud dengan ahli zikri adalah para ulama yang sangat mengerti isi Al-Quran. Demikian menurut Ibnu Zaid.

Senada dengan itu, diriwayatkan bahwa ketika ayat ini diturunkan, sayyidina Ali bin Thalib berkata, "Kami adalah ahluz-zikri."

1. Ayat ini menjadi dasar atas kewajiban setiap muslim untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak atau belum diketahuinya. Maksudnya, bertanya dalam masalah hukum-hukum Allah SWT yang telah diturunkan lewat kitab suci dan rasul-Nya.

Yang dimaksud dengan ahluz-zikri tidak lain adalah para ulama yang memiliki derajat kefaqihan atas nash-nash syar'i.

2. Ayat ini juga menjadi dalil atas tidak wajibnya seseorang untuk bertaqlid hanya pada satu ulama saja, atau pada satu mazhab saja. Setiap orang boleh saja bertanya kepada siapa saja yang masih bisa digapainya, asalkan orang itu memiliki kriteria sebagai faqih (orang yang memahami maksud dan makna dari tiap perintah Allah).

Ayat ini tidak pernah mensyaratkan keharusan berpegang hanya pada satu mazhab saja, sebab kewajiban bertanya hanya sebatas kepada yang punya ilmu, tanpa dibatasi untuk setia hanya kepada satu saja orang berilmu dari mereka.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa | 6.025 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Nikah | 6.629 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa | 5.497 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer | 5.485 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Nikah | 5.332 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita | 5.076 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris | 5.090 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 8.230 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.317 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.415 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 12.175 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 8.099 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.188 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 6.999 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 4.780 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.472 views
Ritual Shalat, Apa Arti dan Maknanya
30 August 2006, 03:23 | Shalat | 8.565 views
Hukuman Buat Orang Murtad
29 August 2006, 09:35 | Kontemporer | 5.428 views
Sikap Umat Islam terhadap Perang Melawan Zionis dan Kapitalis
29 August 2006, 09:13 | Aqidah | 5.811 views
Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi
29 August 2006, 01:13 | Shalat | 7.041 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,805,267 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img