Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan? | rumahfiqih.com

Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?

Tue 12 September 2006 03:07 | Shalat | 5.997 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr. wb.


Ustadz Rahimakumullah,
Dalam musyawarah di masjid kami ada silang pendapat tentang apakah nanti Sholat Iedul Fithri 1 Syawal 1427 H. dilaksanakan di dalam masjid atau di luar masjid. Sejak tahun 2002 (masjid berdiri secara parsial) dan belum punya lahan tanah tambahan, kami selalu melaksanakannya di dalam masjid (di lantai 2) plus aula masjid di lantai satu (dengan TV monitor). Alhamdulillah, sekarang kami sudah memperoleh tanah tambahan (sekitar 620 m2) di samping masjid hasil dari wakaf ummat yang sekarang sudah dipasang paving-block cukup rapi dan sehari-hari dipergunakan sebagai tempat parkir mobil/motor.

Sebagian dari kami berpendapat, dengan adanya lahan tanah kosong di atas, cukuplah bagi kita untuk secara konsekuean melaksanakan sunnah Rasulullah SAW untuk melaksanakan sholat Ied di luar masjid (di lapangan/halaman). Sebagian lain berpendapat untuk tetap dilaksanakan di dalam masjid (lantai 2) ditambah Aula (lantai 1) plus tambahan di halaman seperti yang dilaksanakan tahun lalu dengan alasan utama adalah kekhawatiran lahan tanah tambahan tersebut tidak dapat menampung jumlah ja’maah sholat Ied yang diproyeksikan justru semakin meningkat. Di samping itu lahan parkir tidak dapat digunakan yang akan berakibat semrawutnya pengaturan parkir mobil/motor dan membuat jama’ah kapok untuk sholat di masjid kami. Kerepotan lainnya menyangkut hal-hal teknis (memindahkan sound-system, mimbar dll. ke luar dan lain sebagainya).

Ada beberapa pertanyaan kami kepada Ustadz untuk mohon pencerahannya sesuai dengan dalil yang syar'i,agar kami (pengurus masjid) dapat melaksanakan ibadah sholat Ied sesuai dengan tuntunan agama yang benar:

1. Apakah melaksanakan Sholat Iedul Fithri (juga Iedul Adha nanti) di lapangan atau di luar masjid hanya sekadar khilafiyah atau sudah berupa sunnah mu’akkadah berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang shohih? Kalau boleh, mohon juga disitir haditsnya.

2. Apabila kita memang secara hukumnya seharusnya melaksanakannya di luar masjid dalam rangka keta’atan kepada sunnah Rasulullah SAW, adakah pertimbangan-pertimbangan yang membolehkan (misalnya seperti adanya keterbatasan tempat dan kendala-kendala yang kami hadapi di atas) sehingga bisa dihukumi sebagai ”dharurat”?

3. Dan hal-hal lainnya yang Ustadz anggap perlu sehingga kami bisa tetap menjalin ukhuwah dan musyawarah dalam tuntunan yang benar.

Demikian, atas penjelasan Ustadz dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami atas nama pengurus masjid mengucapkan jazakumullahu khairon katsiro.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Meski waktu pelaksanaan shalat Ied masih lama, tapi kami paham bahwa sebagai panitia pelaksanaan shalat itu, anda pasti membutuhkan jawabannya sekarang. Sebab persiapan shalat itu mestinya sudah sejak jauh-jauh hari dilakukan, termasuk kepastian masalah tempat. Karena itu kami upayakan untuk bisa memberi jawabannya sejak sekarang ini.

Para fuqoha telah sepakat bahwa semua tempat yang bersih dan bisa menampung jama’ah yang banyak jumlahnya bisa dipergunakan sebagai tempat untuk melaksanakan sholat Ied. Baik itu di Masjid atau di tanah lapang. Namun demikian, mereka menyatakan pelaksanaan sholat tersebut di tanah lapang adalah lebih utama, karena biasanya bisa menampung jumlah jamaah yang lebih banyak.

Dalilnya adalah hadits shahih berikut ini:

Dari Abi Sa’id Al-Khudri r.a. mengatakan, “Biasa Rasulullah SAW keluar pada hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha ke mushalla dan pertama-tama yang dikerjakan shalat ‘ied kemudian berdiri menghadap kepada orang-orang untuk menasehati mereka dan mengajarkan kepada mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits shahih ini tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan shalat Ied di mushalla. Tapi pengertiannya bukan seperti yang kita sering sebut sekarang ini, yaitu bangunan yang mirip masjid tapi lebih kecil. Mushalla yang dimaksud di masa beliau adalah shakhra', yaitu tanah yang luas di padang pasir.

Meski beliau tinggal di Madinah, di samping masjid An-Nabawi, namun shalat Ied tidak dilakukan di dalamnya. Sebaliknya, shalat itu dilakukan di padang pasir yang luas, sebagaimana yang biasa dilakukan pada saat shalat istisqa' dan lainnya.

Berlandaskan hadits di atas, maka kebanyakan ulama menetapkan bahw shalat Ied harus dilakukan di tanah lapang. Sesuai contoh dari nabi SAW tersebut.

Namun sebagian ulama lainnya tidak menjadikan padang pasir sebagai syarat sahnya shalat Ied. Bagi mereka, baik di masjid maupun di padang pasir, keduanya sah-sah saja untuk dijadikan tempat shalat Ied. Meski tetap lebih utama bisa dilakukan di padang pasir.

Hanya saja fuqoha madzhab Syafi’i menyatakan bahwa keutamaan sholat 'Ied di tanah lapang hanya berlaku jika memang masjid yang biasa digunakan untuk melakukan shalat terlalu sempit.

Sedangkan jika masjid tersebut luas, maka melaksanakan shalat di masjid adalah lebih utama sebagaimana yang biasa dilakukan di Masjidil Haram.

Alasan mereka karena masjid itu pastilebih bersih dan lebih mulia dari pada tanah lapang.

Al-Imam An-Nawawi, salah satu ulama dari kalangan mazhab As-syafi'i menukil dalam kitabnya, Al-Majmu' Syarahul Muhazzab, perkataan Imamnya: Sendainya masjid cukup luas dan shalat dilakukan di tanah lapang, tidak ada masalah. Sedangkan bila masjid itu sempit tapi tetap dilakukan shalat Ied di dalamnya, maka dibenci.

Sebab bila masjid ditinggalkan dan shalat di padang pasir, tidak akan menimbulkan kemudharatan. Sebaliknya, bila masjid sempit tapi tetap saja dilakukan shalat Ied di dalamnya, orang-orang akan berdesakan, bahkan bisa jadi sebagiannya akan tertinggal.

Keterangan seperti ini bisa kita baca lebih luas di dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah jilid 27 halaman 245.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.410 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita | 6.160 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah | 7.150 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Quran | 6.445 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa | 6.457 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Nikah | 7.228 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa | 5.822 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer | 5.981 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Nikah | 5.888 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita | 5.378 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris | 5.469 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 11.771 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.816 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.737 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 14.935 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 12.165 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.861 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 7.463 views
Posisi Keponakan sebagai Ahli Waris
31 August 2006, 07:19 | Mawaris | 6.499 views
Sejarah Perang Antar Shahabat Nabi, Bagamana Kita Memandangnya?
30 August 2006, 03:33 | Umum | 5.903 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,286,573 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

11-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img