Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana? | rumahfiqih.com

Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?

Tue 12 September 2006 07:27 | Aqidah | 6.703 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum,

Ustadz yang dirahmati ALLAH, sekarang ini banyak aliran-aliran yang semua mengaku sebagi ahli sunnah waljamaah, dan menganggap kelompok mereka yang benar. Saya yang awam jadi bingung mau ke kelompok yang mana mau bergabung. Di antaranya ada Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafiah, dan Jamaah Tabliq. Terus terang saya takut bila salah pilih. Mohon Ustadz jelaskan.

Wassalamu alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warakamatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya boleh dibilang bahwa kesemua kelompok yang anda sebutkan itu termasuk kelompok ahlussunnah wal jamaah. Yaitu kelompok yang masih berpegang teguh sunnah (syariat) nabi Muhammad SAW dan apa-apa yang telah diteruskan oleh jamaah (para shahabat nabi SAW).

Penyebutan istilah itu biasanya diidentikkan sebagai lawan dari aliran-aliran sesat pada masalah aqidah, sehingga merusak dasar keimanan. Adapun dasar aqidah keempat kelompok itu masih di dalam koridor aqidah yang benar dan lurus. Sehingga kesemuanya termasuk saudara-saudara kita seiman dan seaqidah. Tidak ada perbedaan apa pun dalam masalah dasar aqidah, kecuali hanya pada detail-detail yang tidak prinsipil, atau wialyah yang masih dimungkinkan terjadinya perbedaan pendapat.

Tujuan Ikut Kelompok

Lepas dari masalah keahlisunnahan masing-masing kelompok itu dan peranan mereka, kalau judulnya ingin belajar agama dan ilmu-ilmu syariah, sebenarnya yang lebih cepat bukan dengan masuk ke berbagai kelompok itu. Tetapi belajar kepada para ahli di bidang ilmu-ilmu langsung, baik berupa institusi formal seperti universitas Islam atau pun secara non formal dengan para ulama yang ahli di bidangnya.

Bahwa para ulama itu ternyata berlatar belakang suatu kelompok, asalkan dia ahli di bidangnya dan tetap berlaku profesional dengan ilmunya, tentu tidak mengapa. Tetapi yang kami tekankan di sini, belajar mendalami ilmu-ilmu keIslaman secara intensif, mendalam dan kontinyu, justru lebih cepat mengantarkan anda kepada ilmu-ilmu keIslaman. Dan kalau arahnya memang kepada belajar syariah, menjadi penting dari sekedar ikut-ikutan berbagai kelompok yang ada.

Mengapa demikian?

Sebab saat ini sudah terlalu banyak kelompok dengan beragam aktifitas mereka. Sayangnya, tidak semua aktifitas kelompok itu segera menyampaikan anda kepada ilmu-ilmu keIslaman. Bahkan kalangan yang paling aktif menyelenggaraan tarbiyah, tasqif, kajian dan majelis taklim pun, secara kualitas masih terbilang sangat rendah intensitas kurikulumnya.

Belum ada di antara berbagai kelompok itu yang bisa memastikan para pengikutnya mahir berbahasa Arab. Apalagi sampai bisa membaca kitab berbahasa arab. Semata-mata ikut dalam kelompok itu belum tentu menjadikan kita sebagai mufassir, muhaddits, fuqaha, ahli ilmu dan seterusnya.

Kemampuan sebagaiulama dan ahli ilmu memang tidak bisa dilahirkan lewat perbagai macam pergerakan itu semata. Tetapi harus lewat sebuah proses talabul ilmi (menunutut ilmu). Yaitu menjadi mahasiswa para ulama atau di berbagai pusat pengajaran agama Islam di dunia ini. Seperti Al-Azhar Asy-Syarif yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun. Dari rahim lembaga seperti inilah lahir para ulama, mufassir, muhaddits, fuqaha', pemimpin umat serta para ahli ilmu.

Kesanalah seharusnya anda menatap, kalau niatnya ingin belajar agama dan ilmu-ilmu syariah. Bahkan para tokoh ulama yang ada di berbagai kelompok itu, justru keluaran dari berbagai universitas Islam. Di sanalah mereka ditempa menjadi para ulama dari segi keilmuan. Bukan semata di dalam kelompoknya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warakamatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer | 6.203 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat | 5.755 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.035 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita | 5.898 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah | 6.796 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Quran | 6.157 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa | 6.151 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Nikah | 6.811 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa | 5.611 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer | 5.600 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Nikah | 5.509 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita | 5.157 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris | 5.210 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 9.378 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.491 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.507 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 12.851 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 8.779 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.413 views
Masuk Surgakah, Cak Nur?
1 September 2006, 04:25 | Aqidah | 7.149 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,080,421 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img