Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?

Thu 14 September 2006 09:45 | Nikah | 6.849 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualikum wr. wb.

Ustadz, yang dimuliakan Allah SWT, saya seorang wanita yang mempunyai seorang kekasih saudara sepupu, tepatnya ayah saya kakak dari ayah kekasih saya. Bisakah saya menikah dengan sepupu saya itu? Dan adakah surat/dalil yang mengatakan bahwa pernikahan saya ini sah menurut Islam? Bila ada tolong jelaskan?

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda boleh berbahagia, karena agama Islam menghalalkan pernikahan antara saudara sepupu. Barangkali berbeda dengan sebagian 'kepercayaan' budaya tertentu yang cenderung melarang terjadinya pernikahan antara saudara sepupu.

Sebagai muslim, tentu saja kita menghormati kepercayaan di luar agama kita. Tetapi bukan untuk kita praktekkan, hanya sekedar menghormati dalam arti umum. Buat kita yang muslim, tentunya hukum dari Allah SWT saja yang benar dan yang berlaku buat diri kita. Kalau Allah SWT bilang halal, tidak boleh kita ubah hukumnya menjadi haram.

Dalil yang anda butuhkan adalah firman Allah SWT langsung di dalam Al-Quran Al-Kariem:

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mu'min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Ahzab: 50)

Semua bentuk hubungan saudara sepupu di dalam ayat ini dihalalkan, yaitu:

  1. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapak
  2. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapak
  3. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibu
  4. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibu

Dalam kasus anda, nampaknya anda dan calon suami anda itu adalah sepupu dengan kriteria nomor satu. Sebab kalau dilihat dari sudut pandang calon suami anda, anda adalah: anak perempuan dari saudara laki-laki bapaknya.

Meski anda berdua sepupu dan Al-Quran secara eksplisit menyebutkan kehalalan pernikahan anda berdua, tapi sebaiknya anda tetap menjaga tata etika pergaulan lain jenis. Sebab biar bagaimana pun, anda berdua bukan mahram dan belum sah menjadi isteri. Sehingga haram untuk berduaan tanpa mahram, apalagi pegang-pegangan dan hal-hal yang lebih jauh.

Bersabarlah hingga hari yang dinantikan itu datang. Kami hanya bisa mengucapkan: Selamat menikah dan menempuh hidup baru. Semoga Allah SWT memberikan keberkahannya baik dalam keadaan suka dan duka, Amien.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum | 6.578 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat | 5.877 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah | 6.685 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer | 6.189 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat | 5.740 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.020 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita | 5.884 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah | 6.777 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Quran | 6.140 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa | 6.137 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Nikah | 6.779 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa | 5.597 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer | 5.586 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Nikah | 5.489 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita | 5.146 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris | 5.194 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 9.297 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.476 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.493 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 12.804 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,956,748 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img